Sabtu, 16 Mei 2026
Opini  

Kades dan Perangkatnya Harus Miliki Kapasitas Ok-De

86221841_202478504282520_5505030157909360640_o

Oleh  Hasanuddin Atjo

DESA sejak tahun 2015 hingga 2020 menerima transfer dana desa mendekati angka 320 triliun rupiah, belum termasuk dana yang bersumber dari Kementerian dan Lembaga teknis lainnya, serta dari masing-masing Pemerintah Daerah. Satu jumlah yang cukup besar, fantastis, dan sesungguhnya bisa menjadi pendorong kuat untuk keluar dari persoalan sosial.

Kesemuanya bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat agar bisa keluar dari “ perangkap” tingginya kemiskinan, pengangguran dan ketimpangan serta angka stunting, yaitu pertumbuhan otak anak yang terganggu akibat kurang asupan gizi.

Evaluasi menunjukkan bahwa pemanfaatan dana desa secara umum belum memberikan manfaat sesuai harapan. Sejumlah Badan Usaha Milik Desa, Bumdes banyak tidak operasional karena gagal kelola, bahkan sejumlah Kepala Desa dan Perangkatnya terpaksa harus berhadapan dengan masalah hukum yang berujung pidana.

Kepala Desa yang berhadapan dengan masalah hukum lebih dikarenakan salah eksekusi. Program disusun cenderung tanpa observasi, komunikasi, dan desain yang baik, langsung di eksekusi. Ini sama halnya dengan bermain bola 2×45 menit tanpa analisis situasi, komunikasi antar pemain dan tidak ada desain atau skenario langsung eksekusi. Hasilnya hampir dipastikan tidak akan ada goal bahkan bisa kebobolan karena keasyikan menyerang tanpa pola.

Peran tenaga pendamping juga dinilai kurang maksimal dan ikut memperparah kinerja kepala desa dalam memanfaatkan dana desa. Proses rekruitmen tenaga pendamping dinilai juga belum sesuai harapan. Bisa jadi lebih disebabkan pekerjaan menjadi tenaga pendamping desa belum memiliki daya tarik yang kuat, sehingga calon yang berkualitas tidak ikut seleksi.

Pemerintah Pusat dan Daerah diharapkan bisa memberi perhatian yang lebih untuk meningkatkan kapasitas Kepala Desa bersama Perangkatnya. Demikian pula dalam proses rekruitmen kepala desa, bakal calon harus melalui test atau uji kompetensi dahulu, terutama kemampuan digitalisasi sebelum ditetapkan sebagai calon Kades untuk dipilih oleh warganya. Pradaban digitalisasi kini sangat penting, karena telah menjadi salah satu kebutuhan untuk menjadi maju.

Kapasitas OK-DE merupakan akronim atau singkatan dari (1) Observasi; (2) Komunikasi dan Koordinasi; (3) Desain serta (4) Eksekusi. Empat kapasitas ini harus ditransfer ke Para Kepala Desa dan Perangkatnya demikian pula kepada. tenaga pendamping.

Harapannya, mereka secara bersama mampu (kompeten) mekakukan observasi terhadap potensi sumberdaya desa dan tantangannya. Kemudian mampu mendiskusikan dan mengkomunikasikan dengan stakeholders terjait termasuk media. Selanjutnya dilakukan desain program, dan terakhir mengeksekusinya.

Setiap Kabupaten minimal memiliki satu desa contoh atau role model, untuk implementasi gagasan atau konsep ini dan bisa dinamakan “Smart Village” dengan aktifitas ekonomi misalnya “Smart Farming” Kehadiran lembaga-lembaga terakreditasi dan berperan sebagai instruktur untuk transformasi empat kapasitas tadi dan sekaligus mendampingi desa contoh atau role model, menjadi salah key point atau kunci sukses.

Regulasi terkait dengan desa contoh pendekatan “Smart Village” dengan mekanisme yang telah diuraikan di atas idealnya segera dipersiapkan sebagai landasan bagi daerah untuk merancang dan inplementasi. Peran Kementrian Dalam Negeri dan Kementiran Desa menjadi kunci sukses. SEMOGA.

 

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Penyusunan Arah Digital yang Lebih Efisien melalui Kajian Rinci pada Ritme Bermain Akurat
Kebiasaan Pemain Saat Ini Makin Sering Ditelusuri demi Merancang Taktik Main Lebih Efisien dan Terstruktur
Mekanisme Adaptif Gates Of Olympus Perlahan Mengubah Alur Respons dan Memunculkan Formasi Baru yang Lebih Dinamis
Pendekatan Pengendalian Risiko dalam Game Online Viral lewat Pemantauan Skema Kemenangan
Perkembangan Media Sosial Terkini Dinilai Membuat Tampilan Feed Pengguna Majong Ways 2 Kian Beragam
Taktik Bermain Game Online
Sugar Rush
Gameplay Interaktif
Sistem Permainan Modern
Mahjongways Kasino Online
probabilitas game soft
pola Mahjong Ways 2
elemen slot online
interaksi pemain game modern
strategi bermain terukur
Mahjong Wins 3
Starlight Princess 1000 online
pendekatan rasional game
pola slot online
engagement pengguna game online
Strategi Kinerja Game Online Berbasis Statistik yang Memperlihatkan Gameplay Pola RTP Lebih Terukur, Efisien, dan Mudah Dibaca
Inovasi Teknologi Modern Mendorong Penataan Distribusi Probabilitas Game demi Pengalaman Bermain Lebih Berkualitas
Pembacaan Observatif pada Mahjong Digital Memperlihatkan Konsistensi Struktur Sesi dalam Ritme Permainan Modern
Sistem Tumble Progresif Menjadi Acuan Membaca Simbol Kemenangan dan Dinamika Kombo Gameplay Digital
Pemetaan Sosial Pemain Mahjongways Kasino Online melalui Observasi Visual dan Stabilitas Respons Sistem
Keterlibatan Pemain Mahjongways Kasino Online Ditinjau dari Relasi Simbol dan Stabilitas Respons Permainan
Visualisasi Interaksi Mahjongways Kasino Online untuk Menafsirkan Dinamika Simbol serta Respons Permainan Harian
Pemantauan Dinamis Bulan Ini Menghadirkan Pembacaan Baru soal RTP PGSoft dan Gameplay Terukur
Landasan Rasional Mahjong Ways 2 melalui Pengamatan Fase Visual dan Karakter Permainan
Ulasan Mahjong Ways 2 tentang Pergeseran Ritme serta Stabilitas Interaksi Sistem Permainan