Minggu, 5 April 2026
Daerah  

Cegah Abrasi Pantai, Ribuan Bibit Pohon Mangrove Ditanam di Parimo

PALU EKSPRES, PARIGI– Satuan Polisi Perairan dan Udara (SatPolairud) Polres Parigi Moutong melakukan penanaman 1000 bibit pohon mangrove di wilayah Pesisir Pantai Desa Mertasari Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Jumat 21 Februari 2020.

Dalam kegiatan tersebut Satpolairud Polres Parimo juga menggandeng TNI Angkatan Laut, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Parigi Moutong, Aparat Desa, Basarnas, Dinas Perikanan, Pelajar SD, dan Masyarakat setempat.

’’Kegiatan kita hari ini adalah khusus penanaman bibit mangrove dan memang ini sudah di programkan oleh Polri dan Pemerintah Daerah di seluruh Indonesia Cegah Abrasi Pantai, Satpolairud Polres Parimo Tanam Ribuan Pohon Mangrove,” kata Kapolres Parimo, AKBP Zulham Efendi kepada wartawan di lokasi kegaiatan.

Ia mengatakan, bibit yang ditanam dalam rangkaian kegiatan sebanyak 2000 bibit. Tetapi penanaman di Pesisir Pantai Mertasari kali ini kata dia, hanya 1000 pohon.
” Jadi hari ini 1000 bibit pohon mangrove yang kita tanam disini, jumlah keseluruhanya memang 2000 pohon itu rangkaian dari kegaitan sebelumnya,” ujarnya.

Kegiatan penanaman bibit mangrove ini kata dia, terdapat di tiga titik yakni, Kecamatan Sausu, Siniu, dan Parigi. Menurutnya, hutan mangrove memiliki peran ekologis yang besar bagi kehidupan manusia, berabat-abat lamanya telah dijadikan tumpuan jutaan orang yang hidup di pesisir.

Hutan mangrove ini lanjut Kapolres memiliki banyak fungsi mulai dari penyediaan sumber makanan, bahan baku industri, mecegah banjir, mencegah erosi hingga fungsi rekreasi.
” Saya pernah mendengar kisah sekitar 40 tahun yang lalu di pesisir Pantai Parigi Moutong ini hutan mangrovenya sangat luar biasa,” ungkapnya.

Dia mengatakan, ada beberapa fungsi utama hutan mangrove yang sangat penting antara lain menahan abrasi, membentuk lahan baru, mencegah intrusi air laut, menyediakan makanan dan mineral bagi hewan laut, dan sebagai sumber keaneka ragaman hayati. Sehingga keberadan hutan mangrove sangat penting untuk menjaga kestabilitasan ekosistem pantai.

Namun demikian, fakta menunjukan laju kehilangan hutan mangrove sebesar tiga sampai lima kali lebih cepat dari kehilangan hutan global.
”Jadi mangrove ini lebih cepat hilangnya tiga sampai lima kali daripada hutan global,” kata Kapolres.

Hal ini juga terjadi di Indonesia yang memilki sepertiga mangrove dunia. Dan hutan mangrove di dunia ini menurut dia sepertiganya ada di Indonesia. Dalam kurun waktu tahun 2000 hingga 2014, Indonesia tercatat sebagai Negara penyumbang kehilangan hutan mangrove terluas di dunia yakni, 4364 kilo meter persegi atau sekitar 311 kilometer persegi pertahun.

“Setelah dikonfersi pertahunnya menjadi 311 kilometer persegi pertahun,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kehilangan hutan mangrove di Indonesia dalam kurun waktu tersebut, setara dengan kehilangan sekitar 120 lapangan sepak bola perhari. Sehingga, kerusakan dan kehilangan hutan mangrove dinilai sangat merugikan baik secara ekologis maupun sosial ekonomi.

Hal ini katanya terbukti secara ilmiah saat terjadinya tsunami dahsyat pada 26 Desember 2004 di Aceh. Fenomena ini sudah lebih dari cukup untuk menjadi bukti betapa pentingnya kawasan mangrove di pesisir.

”Ini tujuan dari penanaman bibit pohon mangrove agar terjaga semua ekositem baik laut maupun pesisir pantai, yang jelas ekositem laut harus kita jaga, dan kita mendukung penuh program bapak Presiden yaitu penghijauan termasuk ini salah satunya program beliau,” ujarnya. (asw/palu ekspres)