Minggu, 9 Agustus 2026
Daerah  

Kartu Pelaku Usaha Perikanan di Parimo Masih Dalam Proses

PALU EKSPRES, PARIGI– Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) Efendi Batjo mengatakan, terkait penginputan data untuk kartu nelayan Parimo itu sejak tahun 2019 lalu sudah ditangani lewat petugas-petugas statistik.

”Untuk penginputan data sudah masuk lewat petugas statistik kita, dulu kan namanya itu kartu nelayan,” kata Efendi kepada wartawan usai penanaman bibit mangrove di pesisir Pantai Mertasari, Jumat 21 Februari 2020.

Ia menjelaskan, sebelumnya kartu nelayan tersebut hanya mencakup nelayannya saja. Padahal nelayan itu tidak hanya yang melaut tetapi pembudidaya di bidang perikanan juga disebut dengan nelayan. Maka saat ini kartu itu berubah nama menjadi Kusuka (Kartu pelaku usaha perikanan).

“Kartu Kusuka itu di input di input di Kementerian Kelautan dan Perikanan,”jelasnya.

Hanya saja sistem penginputan terbilang sangat sulit, berbeda dengan kartu nelayan yang sistem penginputanya sangat mudah.

”Kalau kartu nelayan itu kita input 10 semua itu terinput, tapi kalau kartu Kusuka ini satu saja kita input sangat sulit. Nah dari 9 ribu jumlah nelayan di Parimo sampai kapan bisa selesai penginputannya,” ungkapnya.

Meskipun begitu kata Efendi pihaknya tidak menghawatirkan hal tersebut. Karena menurutnya hampir semua nelayan di Parimo sudah mendapatkan nomor induk kartu nelayan. Kemudian kartu tersebut juga dicetak di pusat sehingga proses pencetakannya sedikit mengalami kendala.

“Hanya proses pencetakannya ini yang sedikit mengalami kendala karena di cetak di pusat,”terangnya.

Namun, untuk sementara sambil menunggu kartu nelayan itu diterbitkan, nelayan bisa menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP) ketika dalam proses terkait usaha perikanan.

” Terkait dengan usaha perikanan kan dia butuh kartu, dan sekarang yang bisa ditunjukkan itu hanya KTP nelayan nanti kami verifikasi di kantor apakah itu memang benar nomor induk nelayan yang di maksud,” ujarnya.

Sehingga, dengan dasar kartu kusuka itu tambahnya nelayan bisa memperoleh asuransi.
”Jadi tahun pertama mereka ini gratis, tahun kedua juga gratis dengan nilai klaimnya itu mencapai Rp 200 juta kemudian berikutnya mereka harus bayar Rp 175 ribu dan ini hanya berlaku untuk pelaku usaha itu,” sebut mantan Kadis DLH Parimo itu. (asw/palu ekspres)

 

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital