Sabtu, 5 September 2026
Opini  

Era Industri 4.0, Pengelolaan Desa Harus Berbasis Digitalisasi

Oleh Hasanuddin Atjo

Penerbangan Batik Air ID 6271 Manado-Jakarta take off on schedule, 07.45 WITA. Seat pesawat terisi penuh, meskipun pagi itu dalam waktu hampir bersamaan ada 4 penerbangan direct ke Jakarta. Memberi indikasi geliat ekonomi tetap tinggi, meskipun dibayangi virus Corona yang menjadi faktor penyebab berkurangnya kunjungan wisatawan  ke Manado khususnya wisatawan asal China.

Gubernur Sulteng, Longki Djanggola sebagai mantan ketua BKPRS, Badan Kerjasama Pembangunan Regional Sulawesi dan Gubernur Sulut, Olly Dondokambe penerus tongkat estafet BKPRS, dalam sambutan pemilihan ketua BKPRS, Senin malam, 2 Maret  2020,  mengemukakan bahwa pembangunan ke depan harus berbasis kewilayahan dengan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Pengembangan sektor tambang maupun non tambang harus diseimbangkan dengan prinsip ramah lingkungan dan keberlanjutan.

Karena akan berada di dalam pesawat sekitar 3 jam dan pasti banyak nganggurnya, menu mode pesawat di android saya diaktifkan agar frekuensi gelombang android tidak mengganggu komunikasi pilot dengan menara kontrol. Selanjutnya mulai berpikir dan menulis.

Terlintas dalam pikiran, bagaimana seharusnya skenario membangun pertumbuhan ekonomi berbasis kewilayahan yang inklusive, berkelanjutan dikaitkan dengan persoalan kemiskinan, ketimpangan serta era Industri 4.0, menindaklanjuti harapan mantan dan ketua BKPRS.

Di era Industri 4.0, membuat sejumlah negara di dunia berlomba menyesuaikan sistem pengelolaan pemerintahannya  agar bisa menyesuaikan dengan tuntutan perubahan dari yang tidak terlihat sampai dengan terlihat. Perubahan itu dimulai dari tingkat pengelolaan pemerintahan yang tertinggi, negara sampai dengan yang terendah yaitu pemerintahan desa. Penerapan digitalisasi telah menjadi salah satu fokus oleh sejumlah negara maju.

Pemerintahan desa merupakan garda terdepan dari sistem pemerintahan kita. Maju dan sejahteranya sebuah negara bergantung kepada kemajuan dan kesejahteraan masyarakat desanya. Ada berbagai ukuran kesejahteraan masyarakat yang bisa menjadi acuan, ukuran atau referensi.

Pendapatan per kapita masyarakat atau PDRB, Produk Domestik Regional Bruto, adalah salah satu instrumen yang bisa menjadi indikator kesejahteraan. Menurut Budiono (Mantan Wapres RI era SBY) bahwa dari sisi pendapatan, dikategorikan sejahtera bila PDRB minimal 6.000 dolar US atau 84 juta rupiah per kapita/tahun. Saat ini, PDRB masyarakat Indonesia baru mencapai 4.000 dolar US atau sekitar 56 juta rupiah. Semakin ke Timur Indonesia dan semakin ke desa nilai PDRB itu semakin jauh di bawah 56 juta rupiah/kapita/tahun.

Hasil assement  lembaga auditor berkelas Internasional, Price Waterhouse Cooper (2017), bahwa PDRB masyarakat Indonesia di tahun 2045, bertepatan dengan 100 tahun merdeka atau tahun emas sekitar 23 ribu dolar US atau setara 322 juta rupiah per kapita per tahun (Kurs 14.000 rupiah per dolar US).

Kajian ini merupakan sebuah harapan yang akademik  karena telah melalui sejumlah kajian dan perhitungan yang bisa dipertanggungjjawabkan secara akademik. Hanya saja yang perlu ditekankan bagaimana capaian itu bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat indonesia secara berkeadilan maupun berkelanjutan.

Di desa tersedia semua sumberdaya mulai alam, manusia dan capital yang disediakan oleh pemerintah. Di lain sisi, desa juga tempatnya masalah sosial yang krusial mulai kualitas sumberdaya manusia, SDM; kemiskinan; pengangguran dan ; ketimpangan. Boleh dikatakan bahwa desa tertimpa pepatah lama: “ Mati di lumbung Padi”. Artinya, meskipun kaya dengan sumberdaya, namun masyarakatnya belum dapat memanfaatkan maupun menikmatinya.

Suka-tidak suka, mau tidak mau penerapan digitalisasi dalam perencanaan dan pembangunan desa harus segera dimulai. Bila tidak, maka harapan untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang inklusive, yang berkualitas tinggal menjadi sebuah kenangan.

Contoh Desa Cerdas atau Smart Village dengan program atau kegiatan yang juga Smart, seperti Smart Farming, Smart Tourism, Smart Handycraf di setiap kabupaten maupun kota harus segera dimulai. Tantangannya bahwa kepala desa dan perangkatnya harus familiar dengan teknologi informasi. Karena itu pementaan terkait dengan kompetensi dan kapasitas kepala desa dan perangkatnya menjadi salah satu kebutuhan. Desa yang berada di klasemen atas menjadi prioritas untuk menjadi contoh desa cerdas.

Penerintah Pusat maupun Penerintah Daerah tentunya harus memberikan perhatian terhadap tantangan-tantangan yang akan dihadapi dalam mewujudkan Indonesia Hebat 2045, versi Presiden dan Wakil Presiden Jokowi-Mar’uf Amin.

Rekruitmen pimpinan di daerah mulai kepala desa, Bupati dan Wali Kota sampai dengan pemilihan Gubernur sudah harus menyeimbangkan kompetensi dan kepentingan politik. Fit and Proper, atau uji kelayakan bagi bakal calon pimpinan daerah, apakah kepala desa, bupati/wali kota sampai Gubernur menjadi tahapan yang sangat strategis bagi lahirnya pimpinan daerah harapan.

Peran “Rahim Politik” dalam hal ini sang pemilik hak usung, hak suara serta penyelenggara Pilkada menjadi kunci dalam melahirkan pinpinan yang mampu mewujudkan harapan-harapan itu. SEMOGA.

 

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam