Sabtu, 4 April 2026
Palu  

Dinkes Palu Masih Sebatas Jalankan Instruksi Kemenkes

PALU EKSPRES, PALU– Dinas Kesehatan (Dinkes) Palu sejumlah langkah pencegahan terhadap penyebaran virus Corona (Covid-19) serta  penanggulangannya. Langkah pencegahan dilakukan dengan menggencarkan imbauan untuk berprilaku hidup sehat. Kebetulan ini memang  instruksi Menteri Kesehatan (Menkes) pasca merebaknya virus mematikan tersebut. Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Palu, drg Lutfiah menjelaskan, langkah-langkah konkrit itu sudah dikoordinasikan bersama Dinkes tingkat Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Misalnya kembali menggiatkan pencanangan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas). Pencanangan Germas, sendiri diisi dengan kegiatan terkait prilaku hidup sehat. Mulai dari  pemeriksaan kesehatan gratis, makan buah-buahan dan olah raga. Selain pencanangan Germas,  masyarakat diminta untuk tidak panik dengan isu penyebaran corona. Memeriksakan kesehatan secara rutin. Terlebih jika muncul gejala batuk, pileg, sakit tenggorokan dan demam.

Berpola hidup sehat, misalnya mencuci tangan secara rutin tiap 20 detik dengan sabun antiseptic. Jika belum cuci tangan, hindari memegang area wajah. Menggunakan masker saat batuk, pileg atau flu dan ketika berada diarea rumah sakit dan tempat -tempat padat keramaian. Kemudian makan minum secara teratur, istirahat yang cukup. Menghindarai konsumsi yang menurunkan imunitas. Seperti minum alkohol dan merokok. Dan terpenting menghindari kontak dengan penderita covid 19. “Intinya kita perlu meningkatkan daya tahan tubuh. Karena virus itu tidak akan bekerja ketika daya tubuh baik,”jelas Lutfiah, Selasa 3 Maret 2020.

Selain dari sisi pencegahan, pihaknya lanjut Lutfiah telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait lainnya untuk meningkatkan kewaspadaan. Mislanya dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk melakukan pemantauan 1X24 jam terhadap penumpang dengan gejala demam, batuk dan pileg. Melalui Pelabuhan laut dan bandara. Pemantauan dengan gelaja tersebut juga dilakukan diseluruh Puskesmas di Kota Palu. “Alhamdulillah dengan semua langkah itu, maka sejauh ini belum ditemukan suspect Corona di Palu,”jelasnya. Namun kata Lutfiah, jika memang ditemukan gejala diduga Corona, maka ada beberapa langkah yang telah siap dilakukan. Pertama melakukan observasi selama 14 hari lamanya.

“Ada yang namanya masa inkubasi virus. Jika lebih dari 14 hari gelaja pasien sembuh, maka itu bisa dipastikan negatif Corona,”urainya. Ditanya soal fasilitas peralatan diagnosa penseteksi virus, Lutfiah menjelaskan hal itu bisa dilakukan laboratorium rumah sakit. Untuk Kota Palu, hal itu bisa dilakukan di rumah sakit Undata dan Anutapura. “Misalnya dalam observasi ternyata pasien tidak mengalami perubahan gejala. Maka selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan laboratorium. Ini bisa di Undata dan Anutapura,”demikian Lutfiah. (mdi/palu ekspres)