PALU EKSPRES, SIGI-Warga Desa Tinggede, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, digegerkan dengan adanya penemuan dua mayat perempuan dengan kondisi mengenaskan.
Kedua korban diketahui merupakan ibu dan anaknya yang berinisial ZB (40) dan MA (10). Kedua korban diduga tewas karena dibunuh.
Kapolres Sigi AKBP Andi Batara Purwacaraka yang dikonfimasi, Selasa (10/3/2020), membenarkan adanya penemuan dua mayat di Desa Tinggede. Kapolres menjelaskan bahwa kedua korban pertama kali ditemukan oleh warga yang berinisial (SR) dan (YR). Warga saat itu merasa curiga pada salah satu rumah kontrakan. Dan, setelah mereka membuka pintu ditemukanlah dua sosok mayat perempuan, dimana mayat tersebut merupakan ibu dan anaknya.

Melihat adanya penemuan mayat, saudara YR langsung memberitahukan kepada Kepala Desa Tinggede, Sekdes, dan ketua RT setempat serta Bhabinkamtibmas untuk segera menghubungi Polres Sigi.
“Tim Identifikasi Polres Sigi langsung bergerak cepat menuju lokasi dan dari hasil olah TKP yang dilakukan oleh anggota Tim Iden Sat Reskrim Polres Sigi yang langsung menuju rumah korban, menemukan tanda luka lebam pada wajah dan beberapa luka tusukan di badan kedua korban,” kata Kapolres Sigi.
Berdasarkan laporan Polisi -A/57/III/2020/SPKT I/SULTENG/RES-SIGI/Sek-Marawola tertanggal 6 Maret 2020, perihal penemuan mayat yang diduga korban pembunuhan di Desa Tinggede tersebut, Tim TEKAB Polres Sigi langsung bergerak cepat dan mencurigai pelaku pembunuhan adalah suami kedua korban yang berinisial AN alias AYI, yang tinggal di Desa Loli Dondo, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala.
Tidak membutuhkan waktu lama, Tim TEKAB Polres Sigi langsung melakukan penyelidikan dan mendatangi rumah yang diduga pelaku di Desa Loli Dondo, namun terduga pelaku sudah meninggalkan rumah sejak tanggal 3 Maret 2020.
“Terduga pelaku yang merupakan suami kedua korban menyerahkan diri di Polres Donggala. Setelah mendengar info dari Polres Donggala, Tim Tekab Sigi langsung menjemput pelaku,” ujar Andi Batara.
Dari keterangan pelaku katanya, mengakui melakukan perbuatan keji tersebut didasari rasa cemburu buta karena korban kerap kali membanding-bandingkan pelaku dengan mantan suami pertama korban.
“Karena alasan itulah pelaku tidak terima dan melakukan hal keji tersebut. Tersangka melakukan pembunuhan sendiri dengan menggunakan pisau dapur yang ditusukkan beberapa kali ke badan korban dan menggunakan kedua tangan dengan di kepal untuk di bagian wajah,” ujarnya. (mg4/palu ekspres)






