Minggu, 9 Agustus 2026

PHRI Minta Penghapusan Pajak hingga Desember 2020

PALU EKSPRES, PALU– Sepinya bisnis jasa sebagai dampak pandemi Covid 19, memaksa pelaku bisnis khususnya hotel dan restoran di Sulawesi Tengah, mencari alternatif agar usahanya bisa terus berjalan. Salah satunya yang dilakukan adalah meminta Gubernur dan Bupati se Sulawesi Tengah, melakukan penghapusan pajak setidaknya hingga Desember 2020 mendatang.

Ketua Badan Pimpinan Daerah (BPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI Sulawesi Tengah, Fery Taula,  kepada wartawan, mengatakan, PHRI Sulteng sudah mengirimkan surat BPP PHRI terkait permintaan penghapusan pajak kepada Gubernur, Bupati dan Wali Kota se Sulawesi Tengah. Sejauh ini ungkap pemilik Restoran Kampung Nelayan ini, belum ada respons Gubernur Sulteng soal permintaan para pengusaha hotel dan restoran tersebut.

Ia mengharapkan, pemerintah daerah dapat merespons aspirasi para pengusaha hotel dan restoran. Pasalnya, dampak pandemi menjadi pukulan telak pengusaha seperti dirinya. Saat ini saja, aku Fery, sudah banyak hotel di Palu yang memilih merumahkan karyawannya. Pasalnya, tidak ada tamu yang menginap atau warga yang datang di restoran. Kegiatan pemerintah juga terhenti total karena ada kebijakan pemerintah yang mengharuskan warga berada di rumah.

Ia mengatakan, per 5 April hotel hotel di Kota Palu telah merumahkan sedikitnya karyawan 324 karyawan. Walau demikian, sebanyak 220 orang yang dirumahkan masih tetap bekerja dengan gaji 50 persen. Jumlah ini kata dia, adalah hotel hotel berbintang di Kota Palu. Belum termasuk hotel hotel nonbintang lainnya. ”Jadi perkiraan saya yang unpaid leave yang real bisa mencapai 500 orang di Palu,” tulis Fery dalam pesan singkatnya kepada Palu Ekspres. Beruntungg, di Luwuk hingga saat ini belum ada ada hotel dan restoran yang tutup.

sedangkan di Tojo Unaua Ampana dan Togean ungkap Ketua Ketua DPD GIPI Sulteng (Gabungan Industri Pariwisata Indonesia) Sulawesi Tengah ini, semua hotel dan penginapan sudah tutup. Dirumahkan sekitar 103 karyawan. Namun demikian tidak ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). ”Jika keadaan membaik karayawan yang dirumahkan otomatis kembali bekerja,” tutupnya. (**/kia/palu ekpsres)

 

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital