Sabtu, 29 Agustus 2026
Palu  

Ibadah Paskah di Tengah Duka Bangsa

PALU EKSPRES, PALU – Ibadah Jumat Agung (paskah) yang jatuh pada Jumat 10 April 2020 berjalan tak seperti biasa. Ibadah yang masuk dalam kalender utama dalam tatanan iman kristiani itu, berlangsung tanpa kehadiran umat. Situasi ini berbeda dengan paskah pada tahun-tahun sebelumnya.

Tak ada seliweran umat yang memadati pusat peribadatan umat kristiani. Gereja yang bisa memuat ratusan anggota jemaat, bangku bangkunya terlihat kosong. Pekarangan gereja yang padat dengan kendaraan pun tampak lengang. Korps baju cokelat yang mengamankan lalulintas kendaraan tak satu pun terlihat. Di Pos jaga, hanya ada penjaga, yang dengan ramah mengarahkan kendaraan yang tampak hanya beberapa buah itu.

Itulah pemandangan pada ibadah Jumat Agung di Gereja Imanuel Palu di Jalan Masjid Raya berseberangan jalan dengan Masjid Raya Baiturahim yang dalam dua jam kedepan akan menggelar ibadah salat. Tepat pukul 09.00 wita, Pendeta Resmina Patoro melangkah menuju altar. Pukul 09.00 adalah waktu yang disepakati oleh anggota jemaat GKST, saat warga gereja yang bernaung di bawah Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) itu, siap mengikuti ibadah paskah melalui interaksi virtual, di rumah masing-masing.

Langkah Pendeta Resmina tampak ringan menuju altar. Dari atas, ia menyapu seantero ruang gereja. Di sana, hanya ada bangku-bangku kosong, hiasan menggantung kaku di langit-langit. Di pintu masuk bagian utara, terlihat seorang perempuan muda mengapit injil siap mengikuti ibadah. Ia adalah satu-satunya anggota jemaat di dalam ruangan yang mampu menampung 300-an umat itu. Sisanya adalah para gembala jemaat serta teknisi yang menyiapkan livestreaming. Plus empat wartawan yang wara wiri mengabadikan setiap momen.

Saat ibadah dimulai, dua aplikasi yang melakukan livestreaming, Youtube dan facebook keduanya akun official Gereja Imanuel Palu mulai dijejali anggota jemaatnya. Di Facebook jumlah umat mencapai 250 orang. Sedangkan youtube official pengunjung langsung menyentuh 400 orang lebih. Jumlahnya makin bertambah saat ibadah berjalan.

Pemandangan di Gereja Imanuel siang kemarin sebenarnya jauh dari kesan peribadatan yang mestinya berjalan sakral. Pada situasi normal, jemaat duduk mengitari kursi yang didesain menyerupai salib. Suasana khidmat benar-benar hadir dalam perjamuan kudus yang hanya diikuti oleh anggota jemaat yang sudah diteguhkan (sidi) itu. Kemarin, di dalam gereja hanya ada 13 orang. Terdiri dari seorang perempuan, gembala jemaat dan pengiring musik serta petugas multimedia yang memastikan distribusi gambar ke berjalan baik. Walau diselenggarakan dengan cara yang tak biasa – namun menurut Pendeta Onesimus Lantagimus cara itu tak mengurangi substansi ibadah. ”Subtansi ibadahnya tetap dapat,” katanya kepada wartawan.

Pada Paskah kali ini, Pendeta Resmina Patoro menukil Kitab Injil Perjanjian Baru, Markus 15 ayat 33-41. Pada ayat ini, dikisahkan bagaiman Kristus di atas salib saat menyeru Eloi, Eloi, lama sabakhtani. Dalam khotbahnya ia meyelipkan kegelisahannya bagaimana perjamuan kudus tidak bisa dilakukan seperti tahun tahun sebelumnya, dimana seluruh anggota jemaat berkumpul dan melakukan puji pujian secara bersamaan. Virus korona katanya telah menjadi horor yang terus menebar teror tak hanya dalam skala bangsa dan kelompok tapi dalam skala privat yakni individu dan kebebasan berkeyakinan. Karena itu, gereja memilih untuk menempuh alternatif ibadah tanpa harus mengumpulkan massa dalam skala massif.

Usai khotbah, Pendeta Resmina Patoro turun dari singgasana altar dan memulai perjamuan kudus. Di sana ia membagikan roti dan anggur kepada dua gembala jemaat. Pada saat yang bersamaan gembala jemaat lainnya berjalan membagikan roti dan anggur dari cawan berkelir putih perak kepada orang-orang yang hadir.

Saat sesi perjamuan kudus, Pendeta Resmina tak kuasa menahan emosinya. Sambil berusaha tegar, ia terlihat sesenggukan. Dari sound system suaranya terdengar bergetar. Namun demikian artikulasi suara tetap terjaga. intonasinya tetap terukur. Sesaat setelah mengucapkan kalimat terakhir, secepatnya tangannya meraih tisu mengelap air mata yang merembes dari balik kacamatanya. Sesaat kemudian suasana ibadah berjalan normal seiring dengan berakhirnya jamuan kudus itu.

Ibadah berjalan singkat. Dimulai pukul 09.00 berakhir 09.48. Saat itu pengunjung di dua akun resmi milik Gereja Imanuel di kisaran 800-an penonton. Saat ibadah berakhir, facebook mencatat 265 pengunjung dan youtube 500 lebih penonton.

Pendeta Onesimus Lantagimus yang ditemui seusai ibadah, memastikan penonton di youtube dan facebook itu adalah anggota jemaat GKST. Di Palu katanya anggota GKST berkisar 1.000 kepala keluarga. Dan mereka yang menonton itu adalah warga gereja GKST yang mengikuti ibadah daring.

Menurut dia, ini adalah kali ketiga ibadah daring digelar oleh Gereja Imanuel Palu. Untuk ibadah paskah tersebut, sehari sebelumnya telah mengirimkan sedikitnya 2.700 paket anggur dan roti serta liturgi untuk keperluan anggota jemaat di setiap rumah.

Pendeta Resmina kepada wartawan menjelaskan, ibadah paskah tanpa kehadiran umat, sesuai anjuran PGI dan GKST. Di atas itu, ini adalah komitmen warga gereja terhadap anjuran pemerintah, untuk melakukan pembatasan sosial demi memutus sebaran virus yang kini telah menjadi pandemi global itu. ”Ini adalah bentuk dukungan gereja khususnya GKST terhadap anjuran pemerintah, untuk memutus mata rantai persebaran virus,” jelasnya kepada wartawan usai memimpin perjamuan kudus.

Anggota Jemaat Gereja Imanuel Palu, Soni Tandra mengaku, ia dan keluarganya memilih beribadah di rumah untuk mematuhi anjuran pemerintah dan PGI serta GKST untuk melakukan ibadah di rumah karena ada ancaman virus berbahaya ini. selama seminggu terakhir ini, ia istri dan anaknya bergantian memimpin ibadah di rumah. ”Kebetulan pihak gereja mengirim liturgi. Pimpin ibadah saya dan bergantian dengan anak dan istri,” jelasnya kepada Palu Ekspres, Jumat 10 April 2020.

Ibadah paskah tahun ini berlangsung dalam kesunyian. Juga diwarnai keharuan Pendeta Resminah. Ia terharu tidak bisa bertatap wajah secara langsung dengan anggota jemaatnya. Kondisi yang seolah merefresentasikan wajah bangsa yang tengah berduka. (kia/palu ekspres)

Studi Kasus Mahjong Ways Menunjukkan Perubahan Cara Pemain Membaca Susunan Simbol Akibat Baris Tambahan
Sering Terjadi Kesalahpahaman Bahwa Transformasi Simbol Emas Mahjong Ways Menandakan Hasil Putaran Berikutnya
Perbandingan Tampilan Antara Mahjong Ways Dan Sekuelnya Dalam Menyajikan Informasi Fitur Di Layar Seluler Modern
Direkapitulasi Perjalanan Mahjong Ways Dari Tema Tradisional Menuju Industri Game Digital Modern
Tanpa Mencampurkan Dengan Peran Wild, Fungsi Scatter Mahjong Ways Dapat Dikenali Dalam Susunan Kemenangan
Penyelaman Mengungkap Perubahan Dan Makna Baru Dunia Baccarat Di Era Digital
Media Gaming Mengungkap Perjalanan Mahjong Ways 2 Dalam Menghadapi Perubahan Tren Industri Hiburan Digital
Baccarat Ditampilkan Dalam Catatan Perubahan Platform Media Gaming Masa Kini Yang Mengubah Cara Bermain
Pergeseran Media Modern Menjadikan Wacana Kasino Online Sebagai Sorotan Baru Masyarakat
Perubahan Gaya Platform Membawa Bakarat Digital Menjadi Sorotan Baru Dalam Percakapan Modern
Perkembangan Komunitas Mahjong Ways Digital Dorong Kebangkitan Popularitas di Indonesia
Tren Mahjong Ways Mobile Gaming Terbaru Hadirkan Kebangkitan Jadi Sorotan Utama
Kenapa Mahjong Ways Tetap Viral? Alasan Ini Bikin Kaget!
Fenomena Game Bertema Oriental Bangkit Kembali, Mahjong Ways Jadi Sorotan Utama
Strategi Mahjong Ways Tetap Digemari Di Tengah Persaingan Game Online Diungkap Media Digital
Transformasi Industri Mahjong Ways Digital Perjalanan Panjang Menuju Inovasi
Kebangkitan Platform Game Mahjong Ways dalam Era Perkembangan Digital
Meski Zaman Berubah, Mahjong Ways Tetap Favorit! Ini Rahasianya
Mahjong Ways Masih Jadi Perbincangan Hangat! Komunitas Gaming Ungkap Alasannya
Evolusi Mahjong Ways Dari Masa Ke Masa Yang Bikin Penasaran Diungkap Laporan Industri
Mahjong Ways Tetap Eksis! Ini Rahasia Bertahan di Tengah Persaingan Industri Game Ketat
Identitas Visual Mahjong Ways Bikin Penggemar Terpikat! Media Online Soroti Konsistensinya
Tren Digital Menggairahkan Lagi! Game Penghasil Uang Cepat Jadi Sorotan Publik
Kenapa Game Penghasil Uang Cepat Menarik Minat Pemain Indonesia? Ini Alasannya!
Benarkah Game Penghasil Uang Cepat Makin Diminati? Faktanya Mengejutkan!
Majestic Treasures Menarik Perhatian Komunitas Game Digital Lewat Pesona Khas dan Ragam Strategi Menarik
Mahjong Ways 2 Ramai Dibahas Lagi! Ini Dampak Besar pada Industri Game Digital Indonesia
Mahjongways Kasino Online Viral di Komunitas Game dan Mulai Disebut sebagai Sumber Penghasilan Baru
Mahjong Ways Kembali Jadi Sorotan! Penggemar Game Penghasil Uang di Indonesia Serbu
Game Penghasil Uang Mulai Dilirik Media Game Mobile di Tengah Pergeseran Tren Global