PALU EKSPRES,POSO– Anggota Polres Poso Briptu Ilham yang sedang ditugaskan sebagai penjaga Bank Mandiri Syariah, Rabu (15/4), ditembak oleh orang tak dikenal (OTK).
Insiden penembakan itu terjadi di halaman Bank Syariah Jalan Pulau Irian Jaya Kelurahan Gebangrejo, Kecamatan Poso Kota, Kabupaten Poso, Sulteng, sekitar pukul 9.30 WITA.
Sesuai keterangan dari sumber bernama Rian (35), mengatakan, sekitar pukul 09.10 WITA, saat sumber sedang duduk- duduk di depan warung. Ia mengakui mendengar bunyi letusan pertama sebanyak dua kali. “Tidak lama berselang, sekitar 30 detik kemudian disusul bunyi letusan sebanyak 2 kali,” ujarnya.
Lantas menurut sumber, ia kemudian keluar dari warung mencari tahu asal bunyi letusan tersebut dan melihat 1 orang anggota Polres Poso atasnama Briptu Ilham sudah terkapar.
Masih menurut sumber, sebelum terjadi letusan ia melihat dua OTK menuju ke halaman Bank Mandiri Syariah dan langsung menuju ke Briptu Ilham yang sementara duduk. Mereka terlihat merampas senjata milik korban, kemudian terjadi perkelahian antara 1 OTK dengan Briptu Ilham.
“Karena tidak dapat merampas senjata korban, kemudian OTK tersebut langsung melakukan penembakan terhadap korban yang mengakibatkan korban tidak sadarkan diri dengan luka tembakan sebanyak 2 kali ditubuh korban,” kata sumber.
Setelah melakukan penembakan lanjut sumber, 2 OTK tersebut melarikan diri ke arah Jalan Pulau Irian Jaya (arah Tanah Runtuh) dengan mengendarai sepeda motor jenis matic. Salah seorang OTK menggunakan jaket warna abu-abu.
Seorang anggota Buser yang melintas melihat kejadian tersebut, kata sumber, sempat melakukan pengejaran namun tidak menemukan hasil.
Pada pukul 09.50 WITA, KabagOps Binda Sulteng Kol. Kavelari Abdul Rahman, Dandim 1307/Poso Letkol Catur Sutoyo, Kapolres Poso AKBP Darno, bersama Tim Inafis Poso tiba di lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP.
Selanjutnya, korban atasnama Briptu Ilham langsung dilarikan ke RSUD Kabupaten Poso untuk dilakukan penanganan medis.
Dari TKP ditemukan 4 selongsong amunisi dan 1 amunisi aktif kaliber 45 serta 1 pistol rakitan.
Peristiwa itu benarkan oleh Polda Sulteng. “Betul, kami lagi kumpulkan data dan informasi untuk buat rilisnya,” kata Sugeng Lestari. (**/fit/palu ekspres)






