PALU EKSPRES, PALU– Work From Home (WFH) resmi menjadi kebijakan pemerintah sebagai ikhtiar memutus mata rantai penyebaran wabah Covid- 19. Dikalangan Aparatur Sipil Negara (ASN), kebijakan ini diatur surat edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara -Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Nomor 34 Tahun 2020 tentang Perubahan atas surat edaran Nomor 19 Tahun 2020 tentang Penyesuaian Sistem Kerja ASN dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan instansi pemerintah.
Bagaimana perempuan-perempuan ASN menyikapi situasi ini di tengah tuntutan kerja profesional.
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Menular, Tidak Menular dan Kesling (P2P Kesling) Dinas Kesehatan Kota Palu, drg Lutfiah Sahabuddin, M. KM berbagi pengalaman soal itu.
Menurut dia WFH memang penting. Diapun menjalani situasi ini. Namun untuk 1 atau 2 pekerjaan yang dianggap urgensi, dia tetap berusaha untuk berkantor. Urusan yang ia anggap tidak akan berjalan optimal jika komunikasinya hanya melalui media daring, WAG.
“Contohnya hari ini (Selasa) saya selesaikan pekerjaan di rumah. Besok, (Rabu red) saya harus berkantor, karena ada rapat penting yang harus saya hadiri langsung,”kata Lutfiah, Selasa 21 April 2020.
Lutfiah mengaku menjalani protokol pencegahan secara ketat setiap kali ia harus terpaksa keluar rumah. Terlebih ke kantor. Pastinya wajib pakai masker, jaga jarak dan rajin cuci tangan menggunakan sabun sepulang ke rumah pun, protokol itu juga ia lakoni secara ketat.
Jika tidak teramat penting, ia mengaku tidak keluar rumah. Jika terpaksa keluar, maka wajib cuci tangan pake sabun. Terlebih jika sempat menyentuh sesuatu yang kotor di luar rumah. Urusan makanpun harus jaga jarak kurang minimal 2 meter.
“Tiba di rumah, saya tidak langsung masuk. Kebetulan ada kamar mandi di luar. Baju harus segera direndam dalam deterjen. Dan saya sudah siapkan baju ganti setiap keluar rumah,”ujarnya.
Sebagai ASN yang memikul tugas terkait penyakit menular sekaligus dokter gigi, Lutfiah mengaku “enjoy” dengan situasi tersebut. Kebijakan WFH pun ia lakukan dengan disipilin. Dari perangkat gawai, ia mengoordinasikan semua hal tentang pekerjaan dengan teman-teman sejawat. Efektif dan tuntas sesuai rencana.
“Kita buat group WA. Terkadang kita harus telefonan untuk memperjelas maksud suatu pekerjaan,”ucapnya.
Lebih dari itu, WFH sambung Lutfiah bisa dimanfaatkan untuk melakukan hal positif lainnya. Dengan WFH, perempuan punya banyak waktu berkumpul dengan keluarga.
Momen inipun menurutnya ia manfaatkan untuk memperkuat edukasi bagi keluarga dan tetangga. Mengenai semua hal menyangkut Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Yang saat ini menjadi sesuatu teramat penting dalam mencegah dan mengendalikan penyebaran wabah Covid 19.
“Saya manfaatkan situasi ini untuk edukasi kepada anak-anak, keluarga dan tetangga,”katanya.
Kegiatan-kegiatan kecil demikian, ia harap bisa dilakoni oleh perempuan lain. Utamanya wanita karir yang juga menjalani aktifitas sebagai ibu rumah tangga.
Perempuan kata dia harus menjadi pelopor PHBS dalam situasi pendemi saat ini. Kesempatan WFH adalah momentum untuk itu. Karena sebagian besar waktu dijalani dirumah. Forsi waktu bersama keluarga dan silaturahim ke tetangga sekitar menjadi lebih banyak.
“Dengan begitu perempuan sebenarnya punya andil dalam edukasi PHBS,”tuturnya.
Lutfiah memaknai kegiatan diatas sebagai bentuk partisipasi perempuan dalam proses pencegahan dan pengendalian wabah.
“Kartini masa kini adalah wanita yang bisa berbagi sesuatu kepada keluarga terkecil dari rumah. Dan juga kepada masyarakat,”demikian Lutfiah. (mdi/palu ekspres)






