Jumat, 15 Mei 2026
Palu  

Soal Lahan Eks HGB, Begini Sikap Dewan

Iqbal Andi Maga

PALU, PE – Dewan Kota Palu memberi apresiasi penuh kepada Pemkot Palu atas sikap tegas terhadap sejumlah lahan eks Hak Guna Bangunan (HGB) di Kota Palu yang akan jatuh tempo.

Ketua Dewan Kota Palu, M Iqbal Andi Magga menilai langkah yang diambil pemkot agar pemerintah pusat tak memperpanjang status HGB sejumlah perusahaan yang memegang itu sangat tepat.

Di tengah kondisi pembangunan yang semakin pesat, pemerintah kota harus bisa bersikap tegas untuk mengambil alih lahan-lahan yang tak terkelola dengan baik.

Apalagi dalam status hukum, Pemkot pada pengadilan tingkat pertama telah memenangkan status kepemilikan atas lahan-lahan tersebut.

‘’Kenyataannya kan ternyata lahan eks HGB itu tak digunakan oleh pemegangnya. Pemegangnya tinggal di Jakarta, menengoknya pun tak pernah. Lebih baik, kita kelola saja. Di satu sisi kita sangat membutuhkan lahan untuk pengembangan wilayah, sementara di sisi lain ada lahan yang tersandera oleh pihak lain dengan status HGB,” ujar Iqbal.

Dukungan dewan atas langkah pemkot itu tak sekadar pernyataan belaka. Dewan pun mengutus sejumlah anggotanya untuk memperjuangkan status lahan yang sempat dikuasai oleh PT Sinar Waluyo itu ke kementerian agraria.

Dewan akan memperjuangkan lahan itu agar diberikan sepenuhnya kepada pemkot. “Karena kewenangan yang mengeluarkan HGB adalah pemerintah pusat. Makanya, kita kesana agar memohon kepada pemerintah pusat supaya tidak ada lagi perpanjngan HGB atas lahan yang dikuasai PT Sinar Waluyo,” terangnya.

Jika nanti disetujui, dewan mendorong agar pemkot mengembangkan kawasan itu menjadi tiga kawasan baru. Di antaranya kawasan perkantoran, pemukiman dan perindustrian.

Lahan yang status HGBnya akan berakhir 2019 mendatang itu jika dikabulkan pemerintah pusat akan menjadi kawasan baru bagi pemkot dalam penataan perkotaan.

Menurut Iqbal itu akan menjadi langkah maju bagi pemkot dalam penataan perwajahan dan kawasan di Kota Palu. Kota Palu kata Iqbal termasuk lamban dalam penataan kawasan dibanding sejumlah daerah lain di Sulteng. Misalnya, Donggala dengan Gunung Balenya sebagai pusat perkantoran, Luwuk dengan Bukit Halimunnya dan Buol serta Tolitoli.

‘’Saya kira kita butuh lahan itu. Terutama kawasan perkantoran kita masih tidak representatif dan permanen juga tidak tertata dalam satu kawasan. Ini tentu saja menghambat sistem pelayanan pemerintahan yang efisien, efektif dan memuaskan,” ujarnya.

Iqbal menjelaskan kedatangan para wakil rakyat ke Jakarta untuk menagih janji pejabat menteri agraria sebelumnya yang menjanjikan akan memberikan hak lahan yang terletak di kawasan jalur dua jalan Soekarno-Hatta itu pada pemkot.

“Makanya kalau dikabulkan, 2018 kita sudah bisa lakukan pematangan dan persiapan infrastruktur dasar untuk pengembangan kawasan. Kita harap dapat lampu hijau dari pusat,” tandasnya.

(mrs/Palu Ekspres)

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Penyusunan Arah Digital yang Lebih Efisien melalui Kajian Rinci pada Ritme Bermain Akurat
Kebiasaan Pemain Saat Ini Makin Sering Ditelusuri demi Merancang Taktik Main Lebih Efisien dan Terstruktur
Mekanisme Adaptif Gates Of Olympus Perlahan Mengubah Alur Respons dan Memunculkan Formasi Baru yang Lebih Dinamis
Pendekatan Pengendalian Risiko dalam Game Online Viral lewat Pemantauan Skema Kemenangan
Perkembangan Media Sosial Terkini Dinilai Membuat Tampilan Feed Pengguna Majong Ways 2 Kian Beragam
Taktik Bermain Game Online
Sugar Rush
Gameplay Interaktif
Sistem Permainan Modern
Mahjongways Kasino Online
probabilitas game soft
pola Mahjong Ways 2
elemen slot online
interaksi pemain game modern
strategi bermain terukur
Mahjong Wins 3
Starlight Princess 1000 online
pendekatan rasional game
pola slot online
engagement pengguna game online