Minggu, 5 April 2026
Daerah  

DPRD Desak Dinas PUPRP Parimo Tangani Jembatan Baliara

Kondisi Jembatan Baliara yang mengalami kerusakan akibat dihantam banjir beberapa hari lalu. Foto : ASWADIN/PE

PALU EKSPRES, PARIGI- Wakil Ketua DPRD Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) Faisan mendesak Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (DPUPRP) setempat agar segera menangani jembatan di Desa Baliara yang mengalami kerusakan akibat luapan banjir beberapa hari lalu.
Faisan mengatakan, desakan itu disampaikannya kepada pihak Dinas terkait saat meninjau lokasi jembatan yang dimaksud, Selasa, (5/5/2020).
“Saya khawatir dengan kondisi jembatan ini, apabila terlambat ditangani maka akan berdampak pada kerusakan yang lebih parah bahkan bisa putus,” ujarnya.
Politisi Gerindra itu mengatakan, setelah melakukan peninjauan pihaknya telah berbincang bersama Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPRP Parimo yang juga melakukan peninjauan di jembatan tersebut.
“Kabid Bina Marga ini memang saya hubungi tadi untuk sama-sama turun meninjau guna memastikan kondisi jembatan yang menghubungkan Desa Baliara dengan Desa Parigimpu’u Kecamatan Parigi Barat itu,” kata Faisan.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPRP Parimo, I Wayan Mudana berjanji dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan perbaikan dengan memasang bronjong untuk mengantisipasi luapan banjir.
Kerena, kata dia, dikhawatirkan adanya banjir susulan sehingga memperparah kondisi jembatan.
“Dalam waktu satu hingga dua hari ini kami akan melakukan perbaikan karena ditakutkan ada banjir susulan sehingga, kerusakanya lebih parah lagi nantinya.” kata I Wayan.
Dia mengatakan, saat ini pihakya tengah berupaya mendatangkan alat berat eksavator untuk diturunkan di lokasi jembatan itu.
“Jadi, untuk mengantisipasi banjir ini kami akan bangun bronjong dan menggeser batu-batu gajah di sungai itu kebagian jembatan yang mengalami kerusakan untuk mengantisipasi luapan air,” ujarnya.
Dengan begitu, lanjut dia, luapan banjir sedikitnya bisa terbendung. Sebab, menurutnya jika hal ini tidak ditangani secepatnya maka kerusakan jembatan ini akan bertambah parah.
“Kalau ini direhab anggaranya kurang lebih Rp 1 miliar, sedangkan sekarang ini kita belum punya aggaran,” ungkapnya.
Ia menambahkan, anggaran yang digunakan untuk pemasangan bronjong di sungai Baliara itu diperkirakan sekitar Rp 200 juta. “Pekerjaanya paling 2 hari sudah selesai,” katanya. (asw/palu ekspres)