Sabtu, 16 Mei 2026
Agama  

Bijaksana dalam Hidup

Basrin Ombo. Foto: Dok

Oleh Basrin Ombo (Kepala KUA Kecamatan Lage Kabupaten Poso)

Seorang bapak mengajak anaknya pergi ke pasar yang jauh dari rumah mereka untuk menjual kuda mereka sekadar memenuhi kebutuhan sehari-hari. Berangkatlah keduanya pagi-pagi sekali dengan berjalan kaki. Sedangkan kuda mereka tuntun. Di tengah perjalanan bertemu seseorang. “Mau ke mana pak”, tanya orang pertama yang mereka temui. “Mau ke pasar, saya mau menjual kuda ini ke pasar. Cuma kuda ini satu-satunya harta yang bisa dijual untuk memenuhi kebutuhan hidup kami. Yah, terpaksa ini kami lakukan karena belum ada cara yang lain,” kata sang bapak menjawab. “Kok kudanya dituntun. Agar tidak capek, kan kudanya bisa dinaiki. Kasihan kan anak bapak, berjalan kaki,” kata orang itu lagi. “Iya yah. Terima kasih atas sarannya,” kata sang bapak. Kemudian mereka pun berpisah.
Menuruti saran orang tersebut maka sang bapak menaikkan sang anak ke kuda. Kuda dinaiki sang anak, sementara sang bapak menuntun saja. Kemudian mereka melanjutkan perjalanan. Dalam perjalanan selanjutnya mereka melewati seseorang. “Dasar anak tidak tahu diri. Masak bapaknya di bawah menuntun kuda. Anaknya enak-enakan naik kuda. Tidak sopan. Pantasnya bapaknya yang sudah tua yang naik dan anaknya yang menuntun. Itu baru anak berbakti,” komentar orang kedua. “Oh iya yah “ kata sang bapak dalam hati. Mereka kemudian bertukar tempat. Sang bapak naik kuda, anak yang menuntun. Perjalanan kemudian mereka lanjutkan.
Dalam perjalanan bertemu lagi dengan orang ketiga. “Dasar bapak tidak sayang anak. Masak ia enak-enakan naik kuda, sementara anaknya yang menutun. Orang tua macam apa yang tidak sayang anaknya,” begitu komentar orang ketiga. Untuk menuruti saran orang ketiga, sang bapak bersama anaknya naik kuda bersama-sama. Berdua mereka naik kuda, dan berharap ini adalah cara terbaik dan tidak dikomentari orang lagi. Perjalanan kemudian mereka lanjutkan.
Dalam perjalanan mereka bertemu orang keempat. “Dasar manusia tidak punya rasa belas kasihan. Masak kuda kurus begitu dinaiki dua orang. Benar-benar manusia biadab,” kata orang keempat.
Kisah di atas gambaran lakon kehidupan kita sehari-hari. Dalam setiap aktivitas gerak kita, tidak luput dari perhatian orang dan tidak sedikit orang tersebut mengomentarinya. Ada yang berkata sinis, ada yang memuji bahkan ada pula yang mencemooh tergantung pekerjaan apa yang dilakukan. Ini menegasikan bahwa dalam hidup ini pasti ada pro dan kontra, karena masing-masing memiliki sudut pandang berbeda dalam melihat sesuatu.
Ada tiga pelajaran yang dapat diambil dari kisah ini: Pertama, bijaksana dalam menjaga lisan. Bagi orang beriman, puasa ini hendaknya menjadi latihan agar mampu menahan diri untuk tidak meyakiti orang lain dengan lisan. Q.S. Al-Mu’minun ayat 3 menyebutkan: Wallazi’na hun ‘anil-lagwi mu’riduun (“dan orang-orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan/ perkataan) yang tiada berguna”). Dalam tafsir Al-Mukhtasar disebutkan: Dan orang-orang yang meninggalkan segala sesuatu yang tidak ada kebaikan padanya dari ucapan-ucapan dan perbuatan-perbuatan). Kedua, bijaksana dalam menerima kritikan. Jangan mudah terprovokasi oleh pihak lain. Lakukan pekerjaan itu sesuai dengan keyakinan, tidak perlu terpengaruh dengan orang lain sepanjang yang dilakukan itu adalah benar. Jangan mudah terombang-ambing dengan pikiran orang lain yang membuat kita tidak istiqamah. Kritik dan saran itu penting, kitalah yang menyaring mana yang diikuti dan mana yang tidak. “Karena itu setiap orang harus memiliki prinsip”. Ketiga, bijaksana dalam bertindak. Sebagai makhluk sosial, kita harus memikirkan keadaan orang lain. Tidak boleh semena-mena, karena setiap perbuatan dikontrol oleh orang lain di sekeliling kita, apatah lagi jika yang dilakukan itu salah menurut orang lain. Pada sisi inilah, kita butuh kearifan dan kebijaksanaan dalam bertindak. Wallahul ‘a’lam bishawwab.***

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Penyusunan Arah Digital yang Lebih Efisien melalui Kajian Rinci pada Ritme Bermain Akurat
Kebiasaan Pemain Saat Ini Makin Sering Ditelusuri demi Merancang Taktik Main Lebih Efisien dan Terstruktur
Mekanisme Adaptif Gates Of Olympus Perlahan Mengubah Alur Respons dan Memunculkan Formasi Baru yang Lebih Dinamis
Pendekatan Pengendalian Risiko dalam Game Online Viral lewat Pemantauan Skema Kemenangan
Perkembangan Media Sosial Terkini Dinilai Membuat Tampilan Feed Pengguna Majong Ways 2 Kian Beragam
Taktik Bermain Game Online
Sugar Rush
Gameplay Interaktif
Sistem Permainan Modern
Mahjongways Kasino Online
probabilitas game soft
pola Mahjong Ways 2
elemen slot online
interaksi pemain game modern
strategi bermain terukur
Mahjong Wins 3
Starlight Princess 1000 online
pendekatan rasional game
pola slot online
engagement pengguna game online
Strategi Kinerja Game Online Berbasis Statistik yang Memperlihatkan Gameplay Pola RTP Lebih Terukur, Efisien, dan Mudah Dibaca
Inovasi Teknologi Modern Mendorong Penataan Distribusi Probabilitas Game demi Pengalaman Bermain Lebih Berkualitas
Pembacaan Observatif pada Mahjong Digital Memperlihatkan Konsistensi Struktur Sesi dalam Ritme Permainan Modern
Sistem Tumble Progresif Menjadi Acuan Membaca Simbol Kemenangan dan Dinamika Kombo Gameplay Digital
Pemetaan Sosial Pemain Mahjongways Kasino Online melalui Observasi Visual dan Stabilitas Respons Sistem
Keterlibatan Pemain Mahjongways Kasino Online Ditinjau dari Relasi Simbol dan Stabilitas Respons Permainan
Visualisasi Interaksi Mahjongways Kasino Online untuk Menafsirkan Dinamika Simbol serta Respons Permainan Harian
Pemantauan Dinamis Bulan Ini Menghadirkan Pembacaan Baru soal RTP PGSoft dan Gameplay Terukur
Landasan Rasional Mahjong Ways 2 melalui Pengamatan Fase Visual dan Karakter Permainan
Ulasan Mahjong Ways 2 tentang Pergeseran Ritme serta Stabilitas Interaksi Sistem Permainan