Jumat, 15 Mei 2026
Agama  

Muhasabah di Penghujung Ramadhan

Kakanwil Kemenag Sulteng H. Rusman Langke. Foto: Humas Kemenag

Oleh H. Rusman Langke (Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sulteng)

TANPA terasa, Ramadhan akan segera berlalu. Selama bulan mulia itu, setiap orang merasa telah banyak menanam kebaikan. Hasil dari upaya mengumpulkan pahala ibadah dan amaliah Ramadhan sebanyak-banyaknya.
Akan tetapi yang menjadi pertanyaan adalah, apakah ibadah dan amal saleh, yang ketika Ramadhan terasa begitu ringan dijalankan, dapat dipertahankan, bahkan diperkuat dan ditajamkan pada bulan-bulan pasca-Ramadhan.
Inilah pertanyaan superpenting agar predikat takwa tak semata melekat pada saat Ramadhan, tetapi sepanjang tahun hingga bertemu kembali dengan Ramadhan pada tahun berikutnya, bahkan sampai bertemu dengan Ilahi Rabbi.
Pesan Allah SWT dalam surah al-Hujurat 13 amat jelas. “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kalian. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”
Dengan kata lain, esensi, target, atau pun capaian penting yang mesti dijaga setelah diraih dengan perjuangan dan keikhlasan di bulan Ramadhan adalah ketakwaan itu sendiri. Al Quran memberikan banyak penjelasan konkret perihal bagaimana perilaku orang bertakwa dalam kehidupannya. Di antaranya seperti terurai dalam surah al-Baqarah ayat 177. Seperti memiliki keimanan kepada Allah, hari kemudian, malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi. Kemudian memberikan harta yang dicintainya kepada karib kerabat, anak yatim, fakir miskin, orang-orang yang telantar di dalam perjalanan, para peminta-minta, dan memerdekakan hamba sahaya. Serta yang paling utama yakni mendirikan salat, membayar zakat, menepati janji bila berjanji, dan sabar atas kemiskinan. Itulah antara lain sifat-sifat orang bertakwa.
Semua amalan itu tentu saja tidak boleh terhenti di dalam Ramadhan semata, tetapi harus diupayakan untuk diamalkan pada bulan-bulan lainnya. Memang, secara kalkulasi pahala, amalan saat Ramadhan jauh lebih berlipat ganda balasannya dibanding bulan lain. Namun, semangat untuk menjaga karakteristik takwa di dalam diri, seharusnya diupayakan berlaku sepanjang tahun dan sepanjang hayat.
Sungguh disayangkan, fenomena yang terjadi di masyarakat, masih jauh dari harapan. Begitu Ramadhan pergi, nuansa religius secara sosial berangsur redup, kemudian lenyap. Shalat berjamaah sulit dijumpai lagi. Al Quran kembali berdebu karena lama tak pernah disentuh. Semua kembali sibuk dengan medsos. Di sini orang banyak yang lupa dengan kebaikan dirinya pada Ramadhan.
Setelah Ramadhan, ibadah perlahan kendur. Godaan untuk melanggar perintah-Nya kian menguat. Sehingga jika Ramadhan ibadah kuat, di luar Ramadhan komitmen keberislamannya pun melorot. Di sini, takwa mendapatkan ujian tidak ringan.
Jika ditelusuri, mengapa Rasulullah, sahabat, dan para ulama terdahulu menangis kala akan berpisah dengan Ramadhan, tidak lain adalah karena menjaga takwa pada bulan selain Ramadhan adalah benar-benar tidak mudah.
Menarik disimak penggalan dialog antara Umar bin Khattab dan Ubay bin Ka’ab. Ubay bertanya tentang makna takwa kepada Umar. Namun khalifah kedua ini malah balik bertanya, “pernahkah engkau berjalan di tempat yang penuh duri?” Ubay bin Ka’ab menjawab, Ya, pernah. “Apakah yang engkau lakukan?” tanya Umar kembali. “Tentu aku sangat berhati-hati melewatinya” jawab Ubay bin Ka’ab. Itulah yang dinamakan takwa, ujar Umar.
Mumpung puasa belum berakhir, jangan sia-siakan kesempatan untuk berburu amal di hari-hari yang masih tersisa. Setiap muslim bila perlu mengandaikan bahwa ibadah puasa tahun ini adalah puasa terakhir baginya. Sehingga harus lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Jangan justru sebaliknya. Wallahu álam.*

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Penyusunan Arah Digital yang Lebih Efisien melalui Kajian Rinci pada Ritme Bermain Akurat
Kebiasaan Pemain Saat Ini Makin Sering Ditelusuri demi Merancang Taktik Main Lebih Efisien dan Terstruktur
Mekanisme Adaptif Gates Of Olympus Perlahan Mengubah Alur Respons dan Memunculkan Formasi Baru yang Lebih Dinamis
Pendekatan Pengendalian Risiko dalam Game Online Viral lewat Pemantauan Skema Kemenangan
Perkembangan Media Sosial Terkini Dinilai Membuat Tampilan Feed Pengguna Majong Ways 2 Kian Beragam
Taktik Bermain Game Online
Sugar Rush
Gameplay Interaktif
Sistem Permainan Modern
Mahjongways Kasino Online
probabilitas game soft
pola Mahjong Ways 2
elemen slot online
interaksi pemain game modern
strategi bermain terukur
Mahjong Wins 3
Starlight Princess 1000 online
pendekatan rasional game
pola slot online
engagement pengguna game online
Strategi Kinerja Game Online Berbasis Statistik yang Memperlihatkan Gameplay Pola RTP Lebih Terukur, Efisien, dan Mudah Dibaca
Inovasi Teknologi Modern Mendorong Penataan Distribusi Probabilitas Game demi Pengalaman Bermain Lebih Berkualitas
Pembacaan Observatif pada Mahjong Digital Memperlihatkan Konsistensi Struktur Sesi dalam Ritme Permainan Modern
Sistem Tumble Progresif Menjadi Acuan Membaca Simbol Kemenangan dan Dinamika Kombo Gameplay Digital
Pemetaan Sosial Pemain Mahjongways Kasino Online melalui Observasi Visual dan Stabilitas Respons Sistem
Keterlibatan Pemain Mahjongways Kasino Online Ditinjau dari Relasi Simbol dan Stabilitas Respons Permainan
Visualisasi Interaksi Mahjongways Kasino Online untuk Menafsirkan Dinamika Simbol serta Respons Permainan Harian
Pemantauan Dinamis Bulan Ini Menghadirkan Pembacaan Baru soal RTP PGSoft dan Gameplay Terukur
Landasan Rasional Mahjong Ways 2 melalui Pengamatan Fase Visual dan Karakter Permainan
Ulasan Mahjong Ways 2 tentang Pergeseran Ritme serta Stabilitas Interaksi Sistem Permainan