PALU EKSPRES, PARIGI- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) Sayutin Budianto menyoroti data kemiskinan yang kini mengalami peningkatan di tengah pandemi COVID-19 di kabupaten itu.
Menurut Sayutin, saat ini data warga miskin di Parimo tumpang tindih sehingga terkuak begitu banyak warga Parigi Moutong yang layak mendapat perhatian Pemerintah daerah setempat.
“Hal ini membuka mata kita semua, tumpang tindih data kemiskinan terkuak ternyata banyak warga Parimo yang layak mendapat perhatian pemerintah,” kata Sayutin Budianto, dikonfirmasi wartawan Minggu (17/5/2020) malam di Parigi.
Dia mengatakan, saat ini data di Parimo masih menggunakan data tahun 2015, dan tidak dilakukan verifikasi setiap tahunnya. Sehingga berdampak pada bantuan dengan tidak tepat sasaran.
Hal itu kata Sayutin, terlihat dari data penerima di sejumlah kecamatan di wilayah Kabupaten Parigi Moutong banyak yang sudah tidak layak menerima tetap terdata. Hal itu diakibatkan tidak adanya pembaruan data kemiskinan oleh dinas terkait.
“Dilapangan warga yang layak menerima itu dikesampingkan karena tidak masuk dalam data PKH, BPNT dan lalinnya,” ujarnya.
Akibat ketimpangan ini tambahnya, perlu dorongan untuk pemutakhiran data oleh dinas terkait, agar tidak terjadi carut marut seperti saat ini. Agar nantinya, bantuan dari pemerintah baik Bansos BLT Kemensos, BLT DD serta bantuan lainnya dapat dinikmati oleh masyarakat.
DPRD melalui Pansus COVID-19 tegasnya, akan mengawal penyaluran bantuan serta data-data kemiskinan yang hingga kini masih tumpang tindih.
“Pansus akan bergerak dan terus mengejar, karena yang terpenting data, karena tanpa itu pasti terjadi ketimpangan, dalam penyaluran dilapangan,” tegasnya
Menurut dia, dengan adanya data miskin yang dianggap bermasalah ini, menjadi pekerjaan rumah bersama untuk menyelesaikan baik DPRD sebagai fungsi pengawasan maupun pemerintah daerah. (asw/palu ekspres)
Dampak COVID-19, Data Kemiskin di Parimo Tumpang Tindih






