PALU EKSPRES, PARIMO- Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) melalui Dinas Perikanan setempat saat ini tengah melakukan persiapan untuk menyambut kedatangan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo di Kabupaten Parimo.
Hal itu dikatakan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Parimo, Efendi Batjo kepada wartawan di Parigi, Selasa (2/6/2020).
Kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan di Parigi Moutong kata Efendi, terkait dengan informasi bahwa Parimo merupakan salah satu daerah yang telah mengembangkan usaha budi daya udang.
“Jadi, pertama beliau akan berkunjung di wilayah Sarjo, Sulawesi Barat tanggal 8 Juni, kemudian tanggal 9 di Parigi tepatnya di lokasi tambak udang milik PT. Aqua Kultura Prima di Desa Sijoli,” ujarnya.
Menurut dia, ada hal yang menarik terkait tambak udang di Parigi Moutong, sehingga Menteri KKP penasaran dan ingin menyempatkan diri berkunjung ke Parigi Moutong.
“Yang menarik di Parimo itu adalah luas lahan tambaknya karena berbeda dengan tambak yang ada di Sulbar, tambak di Sulbar itu luasnya ada hanya sekitar 20-40 hektar. Sedangkan di Parimo luasnya sampai 250 hektar, kenapa Parimo bisa sebesar itu. Hal inilah yang membuat beliau tertarik,” kata Efendi.
Dengan kedatangan Meteri Kelautan ini kata dia, sudah memberi isyarat bahwa, Parigi Moutong sudah siap untuk pengembangan usaha budi daya udang.
“Jadi, bukan hanya di budidaya tetapi potensi tangkap kita juga di Teluk Tomini bisa menjadi perhatian mereka,” ujarnya.
Terkait dengan persiapan kata dia, pihaknya telah menyiapkan segala sesuatu yang nantinya akan dibutuhkan oleh pihak kementerian saat melakukan kunjungan tersebut.
“Terkait persiapan saya kira kita siapkan saja seperti biasa, kemudian menyiapkan data-data yang nantinya diperlukan oleh pihak kementerian,” sebut Efendi.
“Dan yang terpenting sekali adalah dampak setelah kunjungan beliau di sini dan otomatis menjadi perhatian di sektor perikanan,” tambahnya.
Dalam kunjungan Menteri KPP ini tambahnya, pihaknya tetap mengikuti anjuran pemerintah dengan tetap mengacu pada protokol kesehatan. Bahkan dalam suaratnya menteri meminta untuk tidak diadakan pertemuan yang melibatkan masyarakat banyak.
“Jadi, tetap mengacu pada standar penanganan COVID-19, jadi tidak ada kumpul-kumpul massa. Makanya kami juga tidak siapkan itu,” ujarnya.
Menurut dia, rencana awal dalam kunjungan ini sebelum Covid-19 melanda tanah air pihaknya akan menggelar dialog terbuka.
“Tapi ini beliau hanya meletakkan batu pertama, setelah itu langsung bertolak ke Bitung Sulawesi Utara,” katanya. (asw/palu ekspres)
Pekan Depan, Menteri KKP Berkunjung ke Parimo






