Minggu, 5 April 2026
Daerah  

Tim Gugus Percepatan Penanganan Stunting Parimo Gelar Rakor

RAKOR - Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Parimo, dr. Agus Suyono Hadi (tengah) saat membuka rakor percepatan penanganan stunting di kantor Bappelitbangda. Foto : Ist

PALU EKSPRES, PARIMO– Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) menggelar rapat koordinasi bersama tim gugus percepatan penanganan stunting di Kabupaten Parimo.
Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Badan Perencanaan Penelitian dan Pembangunan Daerah (Bappelitbangda) Parimo, Selasa (2/6/2020).
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Seketariat Daerah (Setda) Parimo, dr. Agus Suyono Hadi, saat membuka kegiatan mengatakan, di Parigi Moutong sendiri terdapat 11 kecamatan dan 47 desa tahun ini menjadi prioritas pencegahan dan penanganan stunting.
“Stunting di Parimo harus benar-benar diseriusi oleh pemerintah,” ujarnya.
Adapun 11 kecamatan yang dimaksud kata dia, adalah Kecamatan Torue, Parigi Selatan, Parigi Tengah, Siniu, Ampibabo, Tinombo Selatan, Tinombo, Tomini, Ongka Malino, Bolano Lambunu, dan Kecamatan Moutong.
Stunting kata Agus, merupakan program prioritas nasional yang harus diselelasaikan. Kemudian, aksi intervensi penurunan stunting harus di dukung oleh setiap daerah dan wajib diseriusi oleh pemerintah daerah setempat.
Menurut dia, penurunan dan pencegahan stunting hanya dapat dilakukan melalui pendekatan multi sektor melalui sinkronisasi program nasional.
Ia menambahkan, perogram kegiatan OPD yang mendukung percepatan penanganan stunting tahun ini terdapat 51 program, 91 kegiatan yang tersebar di 16 OPD dan 2 bagian dengan total anggaran senilai Rp 120.955.045.051.
“Insya Allah pada tahun 2021 desa prioritas penanganan stunting terdapat 36 desa dengan status prevelensi stunting sangat tinggi yang tersebar di 9 kecamatan yang akan menjadi lokus prioritas penanganan untuk tahun 2021,” ujarnya. (asw/palu ekspres)