Minggu, 5 April 2026
Daerah  

Tahun Depan, 36 Desa di Parimo Jadi Prioritas Penanganan Stunting

Kepala Bidang Sosbud Bappelitbangda Parimo, Abdul Sahid Nurdin Badja. Foto : ASWADIN/PE

PALU EKSPRES, PARIMO– Sebanyak 36 Desa di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) dengan prevalensi tinggi kasus stunting  akan menjadi prioritas perhatian pemerintah pada 2021.

Hal itu dikatakan Kepala Bidang Sosial Budaya (Sosbud) Badan Penelitian dan Pembangunan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) Abdul Sahid Nurdin Badja kepada wartawan di kantornya,  Jumat (5/6/2020).

Analisis situasi kata dia, dilakukan Pemerintah Kabupaten Parimo bekerja sama dengan perguruan tinggi Universitas Tadulako (Untad) Palu. 

“Saat analisis ditemukan  36 desa dengan prevalensi tinggi yang menjadi objek utama,” ujarnya.

Dia mengatakan, analisis situasi tersebut bertujuan untuk melihat secara mendalam penyebab kasus stunting di desa-desa, sehingga program tersebut tepat sasaran. 

Untuk menurunkan angka stunting ini lanjutnya,  menjadi salah satu perhatian khusus pemerintah pusat yang penanganannya telah diinstruksikan kepada daerah dalam rangka pemenuhan gizi agar tumbuh kembang anak lebih baik.

Penanganan stunting  menurut dia perlu dukungan dan keterlibatan lintas sektor, termasuk para pemangku kepentingan di masing-masing desa maupun kelurahan dan pihak swasta.

Ia menambahkan, dengan ditetapkan lokus penanganan stunting maka masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan menyesuaikan program perencanaan untuk mendukung upaya Pemerintah Parimo dalam menurunkan angka stunting.

Karena program tersebut menurutnya, oleh masing-masing OPD dapat mengintervensi melalui kegiatan fisik maupun non fisik. 

“Dan itu tergantung perencanaan mereka di masing-masing OPD,” katanya (asw/palu ekspres)