PALU EKSPRES, PALU– Wali Kota Palu Hidayat menilai Kota Palu kini memasuki fase gelombang kedua penyebaran wabah Covid 19. Menyusul ditetapkannya 16 orang sebagai pasien baru terkonfirmasi positif pada 7 Juni 2020.
Selain itu, jumlah pelaku perjalanan menuju Kota Palu yang ditetapkan sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Orang Tanpa Gejala (ODP) juga terus bertambah.
Hingga Selasa 9 Juni 2020, jumlah OTG dan ODP yang menjalani pemantauan dan perawatan di pondok perawatan Asrama Haji sudah sebanyak 34 orang. Menurutnya, OTG dan ODP ini merupakan pelaku perjalanan yang terjaring di 6 pos pintu masuk Palu. Yang setelah di rapid test menunjukkan reaktif Covid 19.
Berkaitan hal ini, Hidayat menyebut akan segera memfungsikan pondok perawatan kedua, yakni di Rusunawa Kelurahan Pantoloan. Sebab jumlah OTG dan ODP yang dirawat di asama haji sudah melebihi kapasitas ruang kamar yang disediakan. Yakni hanya 34 ruang kamar perawatan.
“Kami sudah rapat bersama, dan saya perintahkan bahwa Rusunawa di Pantoloan akan kita buka mulai besok (Rabu 10 Juni) akan kita fungsikan sebagai pondok perawatan,”kata Hidayat, Selasa 9 Juni 2020 di asrama Haji Palu.
Saat ini, jumlah OTG dan ODP yang reaktif hasil rapid test telah menyentuh angka 41 orang. Masing-masing 34 di rawat di asrmaa haji, 2 orang terpaksa dititip di RS Anitapura dan 5 lainnya untuk sementara menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.
“Semua OTG dan ODP ini merupakan pelaku perjalanan yang hasil rapid tetsnya reaktif,”ujarnya.
Dengan demikian pihaknya berharap seluruh pelaku perjalanan yang nantinya reaktif rapid tes tidak ada lagi yang islolasi mandiri. Karena sangat beresiko terhadap keselamatan masyarakat Palu.
Bersamaan dengan itu, Pihkanya jelas Hidayat juga akan kembali memperketat pemeriksaan di 6 pos pintu masuk. Mulai dari data jumlah pelaku perjalanan disetiap pintu, berapa yang menjalani rapid tets, serta jumlah yang hasilnya reaktif.
“Bahwa fakta di lapangan, 90 persen warga yang reaktif rapid test yang kini dirawat di pondok perawatan rata rata adalah pelaku perjalanan,”sebutnya.
Karena itu Pemkot Palu tetap akan menerapkan syarat ketetangan non reaktif rapid test bagi pelaku perjalanan yang akan masuk ke kota Palu. Namun keternagan itu harus berasal dari daerah asal keberangkatan masing-masing
“Ribuan pelaku perjalanan setiap hari yang masuk ke Kota Palu dari 6 pintu masuk. Karena jumlahnya ribuan, maka Pemkot tidak mungkin melakukan rapid test semuanya. Maka itu harus membawa keterangan rapid itu dari daerah asalnya masing-masing,”tegasnya.
Sebab, jumlah rapid test yang disiapkan Pemkot Palu awalnya hanya sebanyak 6.700kit. Namun saat ini yang tersedia hanya sebanyak 3.026 kit.
“Kalau mau dirapid test semuanya, bisa jadi hanya dia hari langsung habis. Maka itu dengan segala hormat, dan ketulusan mohon seluruh warga yang mau masuk Palu harus membawa hasil rapid tes dari daerah asal,”harapnya.
“Dan jika tidak membawa, maka mohon izin dan mohon maaf jangan dulu masuk ke Palu. Kebijakan ini semata mata untuk melindungi masyarakat Palu.
Iapun berharap masyarakat Palu terus bergandengan tangan dalam mengatasi gelombang kedua penyebaran Covid 19.
“Jangan saling menyalahkan dan memfitnah apalagi menghujat. Dan jangan takut dan kawatir berlebihan. Karena bisa berdampak menurunnyab kemampuan imuniitas tubuh,”jelasnya.
Dan lanjut Hidayat, warga juga diharao tidak mengeluarkan statemen yang bisa memicu kekhawatiran masyarajat melalui media sosial. Sebab bisa pula memicu stres masyarakat.
“Bagaimana untuk tidak stres, jangan buka Medsos. Bacalah media media resmi, media mainstream. Karena di Medsos ini banyak informasi, banyak pendapat banyak statemen -statemen yang tidak punya fakta. Hanya membuat keresahan, kegelisahan sehingga membuat kita stres. Maka ketika kita stres, imunitas daya tahaj tubuh kita turun.
Karena rata-rata sambungnya, pasien terkonfirmasi positif yang meninggal umumnya karena daya tahan tubuhnya lagi menurun serta punya penyakit bawaan.
“Nah, diharapkan pula warga Palu yang punya penyakit bawaan, untuk meningkatkan kewaspadaan. Kalau tidak penting, maka tidak perlu meninggalkan rumah. Dan jaga jarak terhadap siapapun orang yang bertemu dengannya,”pungkas Hidayat. (mdi/palu ekspres)






