PALU EKSPRES, PALU – Imelda Muhidin Said salah satu kandidat Wali Kota Palu, periode 2021 – 2025, kembali menggelar bakti sosial di Cafe Tanaris, Minggu 28 Juni 2020. Bakti sosial kali ini menyasar kalangan lansia (lanjut usia). Sedikitnya 80-an lansia yang datang dari berbagai Kota Palu, berkumpul di cafe yang terletak di Jalan Juanda, Palu Timur, untuk mendapatkan pemeriksaan mata sekaligus kacamata gratis dari Liliana Muhidin Said.
Liliana Muhidin Said yang ditemui di sela sela pemeriksaan mata mengaku, sebelumnya sudah beberapa kali menggelar bakti sosial, seperti penyemprotan disinfektan gratis di permukiman warga dan bantuan sembilan bahan pokok. Namun kali ini bakti sosial khusus menyasar para lansia. Pasalnya, ia ingin para lansia tetap produktif di usia yang tak mudah lagi. Keluhan yang dominan di usia lansia ungkap dia adalah menurunnya fungsi beberapa organ tubuh. Salah satunya adalah berkurangnya kualitas penglihatan akibat pertambahan usia.
Karena itu imbuh perempuan energik ini, ia memilih melakukan bakti sosial pemeriksaan mata sekaligus membagikan kaca mata secara gratis kepada lansia di Palu. ”Dengan adanya bantuan kacamata gratis ini, para lansia bisa mengikuti informasi di media melalui smartphone,” ungkap Imelda di depan puluhan lansia. Imelda menyambung, tak hanya memandang layar smartphone, lansia juga bisa melakukan aktivitas domestik karena kualitas penglihatan yang makin membaik. ”Bagi bagi ibu ibu yang suka menjahit bisa terus menjahit baju bapaknya atau cucunya, karena penglihatannya makin terang,” ujar Imelda memberi motivasi kepada puluhan lansia.

Populasi lansia di Kota Palu cukup besar. Keberadaan mereka ungkap putri Anggota Komisi XI DPR RI ini harus mendapat perhatian memadai dari semua pihak. ”Karena itu, hari ini bakti sosial kami arahkan untuk para lansia. Mereka harus diberdayakan agar tetap produktif, tidak saja untuk dirinya tapi juga untuk keluarganya,” ulasnya ditemui secara terpisah.
Mengutip data kependudukan BPS Kota Palu tahun 2016, jumlah penduduk rentang usia 50-54 berjumlah 17.943 jiwa. Kemudian usia 55-59 berjumlah 13.105 jiwa. Sedangkan usia 60-65 berjumlah 8.636 orang. Disodori angka lansia di Kota Palu, Lia demikian perempuan berkerudung ini diakrabi, persoalan lansia jika tidak diintervensi secara tepat, akan memberikan beban sosial kepada lingkungan minimal kepada keluarganya. Karena itu langkah yang diambilnya untuk memberikan bantuan kepada warga sepuh ini setidaknya bisa membantu menghadapi hari-hari mereka. ”Syukur syukur dengan bantuan ini mereka bisa tetap produktif,” ujarnya.
SANGAT MEMBANTU
Bantuan gratis itu tentu saja diapresiasi warga. Salah satunya disampaikan Salihun Laminudin (53). Perempuan asal Kelurahan Tavanjuka mengaku, selama ini mengaku menggunakan kacamata baca yang dibeli di pasar. Kacamatanya yang dibelinya aku ibu ini tanpa melalui pengukuran terlebih dahulu. ”Pas ada yang jual di pasar. Dipakai terasa pas, sudah langsung dibeli,” cerocos ibu ini yang mengaku harganya tak sampai seratus ribu.
Ibu Salihun mengaku memesan kacamata yang bisa untuk membaca dan sekaligus digunakan untuk aktivitas lainnya. Saban hari katanya, ia harus memeriksa pesan masuk di smartphone miliknya. Baik itu dari anak-anaknya maupun cucu dan kerabatnya. ”Kalau sudah ada kacamata ini bisa juga untuk menyulam dan baca-baca WA,” katanya terkekeh.
Menurut dr Neneng H Sahuna, dokter mata yang membuka di Smec Palu, mengatakan proses pengukuran kacamata sering dicoba menggunakan banyak lensa untuk menemukan ukuran yang tepat. ”Saran Saya agar dapat menggunakan ukuran kacamata yang tepat agar pandangan anda tetap optimal,” jelas dokter yang juga bertugas di RSUD Undata ini. Ia mengatakan, jika mengalami keluhan lebih lanjut seputar mata sebaiknya berkonsultasi dengan dokter mata agar dapat segera diperiksa secara lebih lanjut sehingga jika mengalami masalah dapat segera diselesaikan dengan tepat.
Sementara Ketua Panitia Bakti Sosial Fifi Liputo mengaku, sambutan warga terhadap bagi-bagi kacamata gratis ini cukup tinggi. Sejak dibuka semalam pendaftarnya terus bertambah. Karena itu pekan depan bersama Liliana Center, kembali membuka pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis kepada warga lansia – tepatnya di Tatanga. Fifi menambahkan, warga yang hari ini sudah diperiksa baru akan mendapatkan kacamata gratis antara 3-4 hari. ”Kacamatanya masih dibuat dulu sesuai dengan ukuran masing-masing. Baru dibagi lewat koordinator masing-masing,” tutup Fifi.
Sementara Palu Ekpsres yang memantau harga kacamata di sejumlah toko kacamata di Kota Palu mendapati harga yang bervariasi. Yang termurah berkisar Rp300 ribu – Rp400 ribu. Menurut Ibu Salihun harga termurah kacatama itu dianggapnya cukup mahal untuk dirinya. Karena itu pembagian kacamata itu dirasakannya sangat membantu. Sedangkan bagi Imelda sendiri bakti sosial masih terus digelarnya sebagai bentuk empati terhadap warga yang secara ekonomi kurang beruntung. ”Pandemi covid membuat kita tidak bisa bertemu setiap saat. Tapi empati saya tetap ada untuk warga di kota ini,” pungkasnya. (kia/palu ekspres)






