Sabtu, 16 Mei 2026
Palu  

Klaim Lahan Warga, Warga Talise Sepakat Tempuh Pertemuan Adat

Libu ntodea virtual membahas kendala pemanfaatan lahan Huntap. Foto: Hamdi Anwar.

PALU EKSPRES, PALU– Wali Kota Palu dan warga Kelurahan Talise sepakat akan menggelar pertemuan adat atau libu mbaso untuk membahas penyelesaian klaim lahan Hunian Tetap (Huntap) 3.
Kesepakatan ini terjadi dalam forum libu ntodea virtual melalui aplikasi zoom cloud, Rabu 28 Juli 2020 pekan lalu.
Pola penyelesaian mengedepankan kearifan lokal ini disarankan Marzuki, seorang akademisi yang hadir dalam diskusi virtual tersebut.
Marzuki menilai dalam perspektif konflik, diskusi memang sangat perlu dilakukan untuk mengurangi ketegangan mereka yang berkonflik.
“Syukurnya sejauh pemerintah masih tetap membuka ruang dialog,” katanya.
Karena itu dia menyarankan penyelesaian terkait klaim tanah warga Kelurahan Talise yang notabene menjadi titik pembangunan Huntap perlu dibicarakan dengan pendekatan kearifan lokal. Cara-cara ini menurutnya kerap kali ditempuh masyarakat lembah Palu untuk menyelesaikan masalah.
“Gunakan kearifan lokal masyarakat Kaili itu,” sebutnya.
Klaim tanah warga Talise tambah dia harus segera diselesaikan. Karena relokasi korban bencana mendesak untuk segera dilakukan. Namun disisi lain, warga Talise juga dalam kaitan ini dalam posisi sebagai korban.
“Kalau kita tidak hati-hati masalah ini bisa memicu konflik. Karena itu saya menyarankan tempuh kearifan lokal untuk dialog,” tandasnya.
Juru bicara warga Talise, Bei Arifin mengaku sepakat untuk pertemuan adat tersebut. Menurut dia pembangunan Huntap III di lokasi itu sebelumnya memang tidak pernah ada dialog dengan warga.
“Kami sepakat kearifan lokal yang dibangun. Insyaallah bisa warga Talise bisa saling terbuka,”sebutnya.
Bei menjelaskan, warga Talise pada prinsipnya tidak menolak pembangunan Huntap. Namun menurutnya, pemerintah perlu mengakomodir keinginan warga yang juga dalam posisi sebagai korban bencana.
“Warga masih merasa ada mekanisme masyarakat yang belum selesai,” katanya.
Hal mendasar yang terjadi adalah mengenai surat edaran Wali Kota Palu yang mereka fahami bahwa lokasi pembangunan Huntap 3 berada pada area belakang eks lahan STQ. Namun realitasnya, lokasi yang digusur untuk Huntap tersebut justru dilakukan di belakang PLTU atau kantor BIN.
“Dialog dengan kearifan lokal ini agar ditataran masyarakat bisa menerima secara adil. Karena sebelum bencana kami sudah trauma terus dijanjikan unjuk dibagikan lahan. Kalaupun ada, maka apakah ingin ditunjukkan mana lahan yang layak bagi kami,” jelasnya.
Bei dalam kesempatan itu juga menyarankan pemerintah perlu meninjau Surat Keputusan (SK) penetapan lokasi (Penlok) Gubernur Sulteng berkaitan perbedaan titik koordinat pembangunan Huntap 3. Serta meminta pemerintah menghentikan sementara penggusuran lahan untuk menunggu dialog yang akan diselenggarakan.
“Tinjau Penlok. Kita merujuk edaran wali kota 2 April 2020. Isinya Huntap 3 di belakang STQ. Namun realitas penggunaan di belakang BIN,”paparnya.
Sementara itu Wali Kota Palu Hidayat kembali menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki kewenangan untuk mengubah atau memindahkan lokasi Huntap 3.
Namun katanya jika ada pasal yang menyatakan wali kota berhak untuk itu, maka perlu dikaji bersama. Hal ini ungkap Hidayat juga pernah diajukan kepada Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sulteng. Akan tetapi, hingga saat ini belum ada jawaban dari Kanwil BPN.
“Kalau ada kewenangan. Tolong jawab surat itu jika bisa dikabulkan dengan keputusan atau Perda,” katanya.
Untuk rencana libu mbaso, Hidayat menyebut akan mengundang semua pihak terkait. Termasuk praktisi dan lembaga swadaya masyarakat yang mendampingi warga.
“Dialog ini memang perlu karena pada prinsipnya pula Forkompinda telah menyepakati untuk pembagian lahan sisa eks HGB. (mdi/palu ekspres)

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Penyusunan Arah Digital yang Lebih Efisien melalui Kajian Rinci pada Ritme Bermain Akurat
Kebiasaan Pemain Saat Ini Makin Sering Ditelusuri demi Merancang Taktik Main Lebih Efisien dan Terstruktur
Mekanisme Adaptif Gates Of Olympus Perlahan Mengubah Alur Respons dan Memunculkan Formasi Baru yang Lebih Dinamis
Pendekatan Pengendalian Risiko dalam Game Online Viral lewat Pemantauan Skema Kemenangan
Perkembangan Media Sosial Terkini Dinilai Membuat Tampilan Feed Pengguna Majong Ways 2 Kian Beragam
Taktik Bermain Game Online
Sugar Rush
Gameplay Interaktif
Sistem Permainan Modern
Mahjongways Kasino Online
probabilitas game soft
pola Mahjong Ways 2
elemen slot online
interaksi pemain game modern
strategi bermain terukur
Mahjong Wins 3
Starlight Princess 1000 online
pendekatan rasional game
pola slot online
engagement pengguna game online
Strategi Kinerja Game Online Berbasis Statistik yang Memperlihatkan Gameplay Pola RTP Lebih Terukur, Efisien, dan Mudah Dibaca
Inovasi Teknologi Modern Mendorong Penataan Distribusi Probabilitas Game demi Pengalaman Bermain Lebih Berkualitas
Pembacaan Observatif pada Mahjong Digital Memperlihatkan Konsistensi Struktur Sesi dalam Ritme Permainan Modern
Sistem Tumble Progresif Menjadi Acuan Membaca Simbol Kemenangan dan Dinamika Kombo Gameplay Digital
Pemetaan Sosial Pemain Mahjongways Kasino Online melalui Observasi Visual dan Stabilitas Respons Sistem
Keterlibatan Pemain Mahjongways Kasino Online Ditinjau dari Relasi Simbol dan Stabilitas Respons Permainan
Visualisasi Interaksi Mahjongways Kasino Online untuk Menafsirkan Dinamika Simbol serta Respons Permainan Harian
Pemantauan Dinamis Bulan Ini Menghadirkan Pembacaan Baru soal RTP PGSoft dan Gameplay Terukur
Landasan Rasional Mahjong Ways 2 melalui Pengamatan Fase Visual dan Karakter Permainan
Ulasan Mahjong Ways 2 tentang Pergeseran Ritme serta Stabilitas Interaksi Sistem Permainan