Sabtu, 5 September 2026
Opini  

Belajar Virtual: Antara Solusi dan Ketimpangan

Muh. Ilyas. Foto: Istimewa

Oleh Muh. Ilyas (Penulis Guru di SMA Islam Terpadu Wahdah Islamiyah)

Berbagai pengalaman hidup yang tak pernah dikenyam menjadi hal lazim, ketika penulis mengabdikan diri sebagai guru sarjana mendidik di daerah terdepan, terluar, dan teringgal ( SM-3T ) Kemendikbud tahun 2011 di Kabupaten Biak Numfor Provinsi Papua.  Pengalaman mengajar di daerah yang penuh keterbatasan telah membangun kekuatan mental dengan segala kesulitan hidup tersebut. Proses pengajaran di daerah terdepan, terluar dan tertinggal yang bertolak belakang 180 derajat dengan kondisi perkotaan, segala sesuatu sangat sulit didapatkan, mulai dari peralatan sekolah hingga penggunaan teknologi merupakan barang yang langka.

Namun di era ini, penggunaan teknologi secara massif dalam proses pengajaran dan pendidikan kembali menjadi keharusan setelah pemerintah menjadikan kesehatan dan keselamatan adalah unsur terpenting dalam masa pendemi Covid 19 yang melanda belahan dunia ini. Covid 19 suatu virus yang harus tersikapi dengan ilmu yang benar serta menyerahkan permasalahan ini pada ahli yang kredibel dan amanah. Covid 19 perlu kesungguhan dalam pencegahannya, namun perlu juga disadari bahwa Covid 19 bukanlah penyakit aib bagi setiap yang telah ditakdirkan.  Ketika seorang terpapar Covid-19, itu disebabkan karena ketidakpatuhan terhadap protokol kesehatan penanganan Covid-19.  Maka ini bentuk kelalaian setiap diri manusia.

Dengan dasar ini tahun ajaran baru 2020/2021,  setiap satuan pendidikan menerapkan pola pembelajaran jarak jauh dalam jaringan dengan berbagai aplikasi pendukung sebagai media pembelajaran.  Seperti aplikasi Google Meet, Zoom, Microsof Teams, Webex dan lain-lain serta pembelajaran luar jaringan ( luring ) dengan keaktifan guru ngeround dari rumah ke rumah untuk memberi bahan ajar.  Tentu dengan protokol kesehatan, serta kebijakan pemerintah bagi siswa yang kesulitan akses internet untuk menonton siaran televisi kerjasama Kemendikbud dengan program pembelajaran dari rumah.

Proses pembelajaran jarak jauh menuntut guru memiliki peran dalam memberikan pengalaman belajar yang bermakna di setiap proses pembelajaran, mulai dari jenjang pendidikan usia dini sampai sekolah menengah. Kedudukan guru dalam sistem persekolahan jarak jauh terus memiliki posisi strategis, berada digaris paling terdepan, mendidik dan mengajar dengan situasi dan konsisi apapun. Keberhasilan peserta didik menguasai pengetahuan dan mengasah ketajaman keterampilan, itu bergantung pada guru yang memberi arahan, tuntutan, bimbingan keteladanan yang baik. Dengan demikian guru bukan hanya menjadi ujung tombak pendidikan, di masa pendemi Covid 19 tetapi akan menjadi kunci keberhasilan pendidikan secara nasional.

Namun di tengah pembelajaran jarak jauh akhir-akhir ini, guru juga harus menjadi guru yang memberi kebermutuan layanan. Mengapa tidak, pembelajaran jarak jauh ini bukan tanpa reaksi dari berbagai pihak, yang tentu pihak yang dimaksud adalah para orangtua, siswa dan masyarakat secara umum yang memiliki berbagai keterbatasan ekonomi, akses jaringan internet dan ketidakmilikan gedget, serta banyaknya orang tua tersadar betapa tidak mudahnya mendidik dan mendampingi anak belajar dari rumah.

Reaksi negatif atas ketimpangan yang disebutkan di atas terhadap pembelajaran virtual tidak seharusnya terjadi dari pihak manapun. Karena menghadirkan pendidikan ke anak adalah kebutuhan pokok, yang tentu harus segera diatasi.  Berbagai kebutuhan keluhan dari orangtua siswa sudah selayaknya pemerintah dan pihak-pihak lain hadir dan membantu untuk memenuhinya. Amanah undang –undang dasar juga menitikberatkan untuk mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara.  Bahkan, dalam lagu Indonesia Raya terdapat kata “Bangunlah jiwanya,  baru bangun badannya”.  Ini menunjukkan bahwa secara historis tokoh dan pendiri bangsa ini menekankan pendidikan yang berkeadaban dan berkelanjutan dalam situasi dan kondisi apapun.

Perang orangtua di tengah pembelajaran virtual menjadi lebih dominan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah direncanakan pihak sekolah. Maka sinergitas orangtua dan sekolah menjadi keharusan. Seperti,  orangtua harus terlibat langsung dalam mengawasi kegiatan pembelajaran dengan mengontrol jadwal pembelajaran anak dan memberikan motivasi agar semangat mengikuti pembelajaran jarak jauh. Hal lain yang patut menjadi sinergitas adalah mendampingi anak belajar dengan menjadi teman diskusi dan mengarahkan anak menjadi pembelajar aktif dengan tetap memperhatikan adab-adab dalam menuntut ilmu.

Maka dalam pembelajaran virtual ada tiga unsur yang tidak bisa terpisahkan, yakni guru, orang tua dan murid. Ketiga unsur ini harus bersinergi dalam menciptakan pembelajaran yang kondusif, aman dan tercapainya tujuan pembelajaran.

Sudah selayaknya guru dalam proses pendidikan virtual di masa pandemi fokus pada pendidikan kecakapan hidup yang bersifat inklusif  dan kontekstual, serta dalam memberi penugasan yang bervariasi kepada peserta didik sesuai minat dan kondisi setempat. Di sisi lain satuan pendidikan terus mengedepankan pola interaksi dan komonikasi yang positif antara guru dengan orang tua / wali murid.  Ke semua ini ketika tersinergi dengan baik akan mendorong kaloborasi sekolah, orang tua, masyarakat, dan pemerintah agar pembelajaran jarak jauh di tengah pendemi ini bisa berjalan sesuai rencana. ***

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam