DISKUSI – Wali Kota Palu Hidayat dan Anggota DPD RI, Lukky Semen, Kamis 6 Agustus 2020 di ruang Kerja Wali Kota Palu. Foto: Hamdi Anwar/PE
PALU EKSPRES, PALU– Kunjungan kerja Anggota DPD RI, Lukky Semen ke Kota Palu salah satunya beragenda menemui Wali Kota Palu Hidayat. Kunjungan kali ini, Lukky mengaku fokus mencari informasi terkait penanganan pascabencana. Kesempatan inipun langsung dimanfaatkan Wali Kota Palu Hidayat mencurahkan uneg-unegnya dalam upaya pemulihan yang dilakukan Pemkot Palu.
Hidayat banyak menyinggung soal penyediaan lahan Hunian Tetap (Huntap). Mulai dari rencana pembangunan Huntap bantuan yayasan Budha Tzu Chi. Yang kini sudah terealisasi sebagian dan telah ditempati. Hingga persoalan klaim tanah yang mencuat ketika Pemkot berhasil mendapat lahan dari eks Hak Guna Usaha (HGU) maupun Hak Guna Bangunan (HGB).
Dalam kesempatan itupun, Hidayat “curhat”mengenai adanya klaim tanah sejumlah warga di Kelurahan Talise Walangguni yang hingga kini pun belum bersolusi. Padahal kata Hidayat, sudah ada kesepakatan bersama Forum Komunikasi Pemimpin Daerah (Forkompinda) untuk pembagian lahan bagi warga agar tidak mengklaim lahan yang akan dijadikan lokasi pembangunan Huntap 3.
“Sudah ada alternatif yang kami berikan. Bahwa lahan HGB sisa dari pembangunan Huntap, maupun dari HGB yang masih aktif itu kita mintakan sebagian untuk warga. Tapi ini tidak direspon warga,”katanya.
Untuk hal ini, Hidayat memohon dukungan DPD RI untuk memperkuat upaya pemerintah dalam pembangunan Huntap 3 tersebut dari sisi hukum. “Kita ingin sebenarnya ada penegakan hukum. Karena habis energi kita untuk masalah ini. Mungkin tinggal itu cara yang bisa kita lakukan,”ujarnya.
Selanjutnya soal penganggaran pembukaan fasilitas jalan pada Huntap 1 bantuan yayasan Budha Tzu Chi. Hidayat menyebut mengalokasikan APBD kurang lebih Rp100miliar. “Kita menganggarkan itu dengan penuh resiko hukum. Karena saat itu belum ada kepastian apakah lahan-lahan HGB ini bisa digunakan atau tidak. Tetapi Alhamdulillah saat itu ada dukungan Wapres Jusuf Kalla,”bebernya.
Hidayatpun mengaku, dalam proses pemulihan bencana sejak awal merasa hanya bekerja seorang diri. “Terus terang kalau saya mau bilang, saya kerja sendiri. Tak ada yang membantu,”curhatnya. Dalam kesempatan itu Hidayat juga mengutarakan rencana permohonan kawasan pegunungan Salena untuk dikelolah menjadi kawasan agrowisata. Hidayat menyebut pihaknya telah mengajukan permohonan pengelolaan lahan tersebut ke Kementerian terkait.
Lukky Semen kepada wartawan mengaku akan menindaklanjuti usulan wali kota tersebut. Utamanya terkait penyelesaian penyediaan lahan Huntap. “Karena kebetulan memang saya berada pada komite yang bermitra dengan Menteri PUPR,”jelasnya. Dia menilai, sejauh ini memang belum sepenuhnya terbangun koneksi antara pemerintah pusat dan daerah. “Saya kita kita bisa mendesak soal itu pada Kementerian terkait,”demikian Lukky. (mdi/palu ekspres)






