oleh

Mantan Kepsek Tuding Anleg Beberkan RAB Palsu


PALU EKSPRES, PALU- Mantan Kepala Sekolah Dasar Negeri 1 Tatura Palu, Usrin membantah jika pihak sekolah tidak mengerjakan item bangunan sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB). Ini terkait dugaan adanya pekerjaan sejumlah ruangan secara fiktif atas dana bantuan sosial sebesar Rp1,5 miliar lebih untuk merenovasi dan pembangunan baru sejumlah bangunan sekolah tersebut. Usrin yang dikonfirmasi Rabu 12 Agustus 2020 malah balik menuding RAB yang dimiliki Anggota DPRD Palu, Marcelinus adalah RAB palsu. Karena menurutnya ada RAB perubahan yang dibuat untuk menyesuaikan kondisi bangunan sekolah sesuai pemanfataan dana tersebut.

“Saya tidak tau RAB dari mana itu. Karena pekerjaan bangunan kita sesuaikan dengan RAB perubahan,”ungkap Usrin. Item pembangunan sejumlah ruangan yang diduga fiktif itu sesungguhnya beber Usrin tidak masuk sebagai item rehabilitasi. Sebab bangunan baru yang dimaksud tidak jadi dikerjakan karena pertimbangan biaya yang cukup besar. Makanya dibuat RAB perubahan.

“Jadi tidak ada gedung baru. Tinggal penambahan atau suntik. Misalnya ruang perpustakaan yang rusak. Itu harus dibuat cakar ayam semua. Itu tidak benar. Karena dia gunakan data tidak benar,”ungkapnya.
Pekerjaan rehabilitasi sesuai RAB perubahan kata Usrin adalah sejumlah ruangan yang terdapat pada bagian belakang sekolah. Sementara ruangan yang dimaksud tidak dilakukan pembangunan baru adalah deretan ruangan yang terletak di bagian depan sekolah.

“Bangunan yang dimaksud itu memang yang tidak masuk dalam rehabilitasi. Bangunan bagian belakang yang masuk. Jadi mana yang dikatakan fiktif,?”ujarnya. Seharusnya kata Usrin, anggota dewan sebaiknya mengonfirmasi terlebih dulu secara teknis tentang item pekerjaan yang dimaksud. Sebab bisa jadi anggota dewan tidak mengetahui adanya RAB perubahan itu.

“Karena kalau ruang perpustakaan dan ruang guru itu memang ada. Dan ada dokumen perubahannya. itukan dana bansos. Bukan DAK atau bantuan daerah. Ada RAB awal dan ada RAB akhir,”jawabnya.
Sayangnya, Usrin tidak bisa menunjukkan dokumen RAB perubahan yang dimaksud. Ketika Palu Ekspres meminta foto copy RAB perubahan.

“Maaf pak laporan tidak ada di kantor karena saya bukan di sekolah lagi. Besok aja pak ada konfrensi pers. RAB akan dibawa konsultan, ada juga di dinas,”demikian Usrin.

Sementara itu, Marcelinus menanggapi bahwa RAB yang ia miliki merupakan RAB yang ia peroleh justru dari pihak sekolah. “Kalau itu RAB palsu, berarti pihak sekolah yang menyodorkan data palsu. Karena RAB itu saya dapat langsung dari sekolah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Palu, Ansyar Sutiadi yang dikonfirmasi prihal tersebut mengaku belum bisa memberikan keterangan.

“Saya pelajari dulu permasalahan dimaksud. Karena saya baru dapat info melalui media. Jika sudah jelas permasalahannya, akan kami sampaikan melalui press release, tks,” tulis Ansyar membalas chating WhatsApp Palu Ekspres, Rabu 12 Agustus 2020.

Pengamatan lapangan.

Sesuai pengamatan Palu Ekspres di SDN 1 Tatura Jalan Gusti Ngurah Rai, memang tampak tak ada pekerjaan baru pada deretan ruangan yang terletak di bagian depan sekolah atau sebelah utara sekolah. Deretan ruangan itu antara lain ruang kepala sekolah dan beberapa ruangan kelas. Termasuk ruangan perpustakaan.
Pada ruangan kepala sekolah, terlihat kayu kusen pintu sudah mulai keropos. Demikian pula kayu jendela di beberapa ruang kelas. Sedangkan tegel lantai ruang perpustakaan tidak lagi seragam motifnya. Yang rusak hanya diganti dengan lembaran tegel dengan motif lain.

Demikian pula struktur tiang ruang perpustakaan. Tak terlihat ada pekerjaan pembesian dengan pola cakar ayam untuk standar bangunan tahan gempa. Sebelumnya Anggota DPRD Palu Marcelinus mengaku mendapat laporan warga terkait adanya dugaan pelaksanaan pembangunan ruang sekolah secara fiktif di SDN 1 Tatura Kota Palu. Menurutnya, SDN 1 Tatura Palu pernah mendapatkan dana bantuan sosial renovasi dari pemerintah pusat untuk pembangunan sejumlah ruangan pada tahun 2018 dengan total anggaran Rp1,5 miliar lebih.

Sebagaimana dokumen Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang ia kantongi, dana bantuan itu digunakan antara lain untuk rehabilitasi dan pembangunan baru. Untuk rehabilitasi dana itu digunakan pada gedung A yakni ruang kelas II A, II B, II C,IV B, VIA, VI B, VI C, dan ruang UKS. Serta gedung B antara lain ruang kelas III A,III B,III C, V A, V B dan V C dengan anggaran Rp98,9 juta. Sedangkan untuk pembangunan baru, dalam RAB diperuntukan bagi pembangunan Gedung C, terdapat 7 item pekerjaan ruangan. Antara lain ruang kantor, ruang kepala sekolah, perpustakaan, ruang kelas I A, I B, IC dan WC dengan anggaran pembangunan baru Rp1miliar lebih.

Berdasarkan laporan warga ungkap Marcelinus, terjadi dugaan pembangunan fiktif disejumlah ruang gedung C. Dari 7 item pekerjaan, hanya 4 item diantaranya yang dilakukan pembangunan baru. Yaitu hanya ruang kelas I A, I B, IC dan WC. Untuk ruangan kantor, kepala sekolah dan perpustakaan kata Marcel, pihak sekolah hanya menggunakan bangunan yang lama. Alias tidak melakukan pembangunan baru sebagaimana peruntukan dana dalam RAB.

“Saya sudah tinjau langsung di sekolah. Tiga bangunan yang harusnya dibangun baru, ternyata hanya menggunakan bangunan lama. Hanya berganti cat,”ungkap Marcelinus, Selasa 11 Agustus 2020. Harusnya hemat Marcelinus,  tiga item pekerjaan ruang itu dibangun dengan bangunan baru, sebagimana laporan pekerjaan dalam RAB.

Namun begitu Marcelinus menyebut,  pihaknya akan meminta penjelasan kepala sekolah dan dinas pendidikan terkait laporan warga ini. “Yang jelas dokumen RAB itu menyebut pembangunan baru. Kami butuh informasi soal ini, siapa tau ada perubahan perubahan perjanjian kerja,”pungkasnya. Untuk diketahui pula, dalam RAB yang dimaksud RAB palsu, terdapat laporan kemajuan pekerjaan fisik terhadap pekerjaan baru sejumlah ruangan dalam gedung C.

Mislanya pekerjaan galian tanah pondasi, urugan kembali bekas galian, urugan pasir bawah pondasi. Pekerjaan beton tumbuk lantai kerja,pondasi tapak beton, pondasi batu kosong batu kali/aanstamping.
Kemudian dialporkan juga progres pekerjaan pondasi batu kali, pekerjaan angkur besi dan adukan beton dudukan angkur. Sementara pada pekerjaan beton, dialporkan sejumlah progres kemajuan fisik untuk pekerjaan beton slof utama, beton slof 1,2,3 (S120/25). Pekerjaan beton kolom utama, beton kolom lantai, beton kolom praktis,baton balik induk, beton balok lantai, beton lauver Selasar, beton lantai di atas kusen, beton ring balok, beton tangga,plat beton lantai dan angkur besi. Progres-progres pekerjaan untuk item pembangunan baru ruangan gedung C ini bahkan terakhir kali dilaporkan pada Oktober tahun 2019. (mdi/palu ekspres)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed