Sabtu, 8 Agustus 2026

Pemenang FFWI Dianugerahi Piala Gunungan

PALUEKSPRES, JAKARTA-Panitia Festival Film Wartawan Indonesia (FFWI) secara resmi mengumumkan telah menetapkan nama “Piala Gunungan” untuk para pemenang FFWI. Pengumuman dikeluarkan Senin (27/1/2021) di Jakarta, setelah sebelumnya panitia FFWI melakukan diskusi dan perdebatan selama seminggu sejak 20 hingga 26 September 2021. Selain itu panitia juga meminta pendapat dan masukan dari berbagai pihak.

“Nama Piala Gunungan ditetapkan melalui musyawarah mufakat dengan suara bulat,” kata ketua Panita FFWI XI, Wina Armada Sukardi, dikutip Senin(27/9/2021).

Gunungan berbentuk segi tiga lancip ke atas. Di dalamnya terdapat berbagai gambar kehidupan dan penghidupan di jagad raya, mulai dari fauna, flora, dan berbagai bentuk kehidupan lainnya. Dalam dunia pewayangan, Gunungan dipakai untuk pembuka (opening) dan mengakhiri (closing) cerita. Di samping itu gunungan dipakai pula untuk tanda pergantian adegan.

Panitia FFWI sepakat menilai, Gunungan patut dijadikan nama piala FFWI lantaran berakar kuat pada budaya Indonesia. Pada sisi lain, secara historikal gunungan tidak dapat dipisahkan dari pertunjukan layar putih dengan citra bergerak dalam masyarakat Indonesia zaman dahulu. Yang kiwari dalam zaman modern di belahan dunia Barat bermetamorfosis menjadi pertunjukan film.

Pertimbangan lain, Gunungan juga mengandung filosofi tinggi. Struktur Gunungan yang berbentuk segitiga terinspirasi dari bentuk gunung (api) yang merepresentasikan kombinasi kesejukan sekaligus kekuatan yang maha dashyat.

Dari bentuknya mengerucut ke atas Gunungan menghimpun cipta, rasa, karsa dan jiwa. Filosofinya semakin manusia ke atas, semakin berilmu, semakin dekat dengan Pencipta Yang Maha Tinggi. Di beberapa daerah Gunungan disebut juga dengan istilah Kayon.

“Jangan pula dilupakan, Gunungan tidak hanya dipakai dalam tradisi kebudayaan di Jawa saja, tetapi dengan berbagai nama lainnya juga dijumpai di banyak daerah Indonesia,” tambah Wina Armada.

Misalnya Gunungan pun ada dalam acara Mauludan di daerah Bulukumba, Jeneponto, Sulawesi Selatan. Di sana, Gunungan makanan diletakan di atas kapal kayu yang kemudian diperebutkan oleh masyarakat. Dengan harapan mendapatkan berkah dari berbagai sajian makanan berbentuk Gunungan, itu.

Gunungan identik pula dengan filosofi Bugis Makassar. Dikenal dengan adagium 3S-nya dalam Gunungan, yakni Sipakainga (Saling Mengingatkan), Sipakalebbi (Respect bersama) dan Sipakatau (Equal antar sesama). Adapun filosofi 3S ini terinsiprasi dari dua Gunung Besar Sulawesi Selatan, yakni Lompobattang dan Latimodjong.

Piala Gunungan terdiri dari lima tingkat yang merefleksikan Pancasila dengan tinggi total 28 cm. Bagian atas berdiri lambang FFWI dengan bagian paling atas berbentuk Gunungan.

Kemudian ada bagian bulat untuk dipegang tangan yang yang dihiasi gliter emas. Bagian ini sepanjang 10 cm sehingga pas dalam genggaman pemegangnya. Antara bagian atas dan bagian yang dipegang dibatasi satu bagian blok.

Begitu pula antara bagian tiang bulat untuk dipegang dengan bagian bawah ada blok lagi. Setelah itu baru bagian alas berwarna hitam berukuran tinggi 4 cm dan panjang 9 cm. Bagian bawah ini menjadi penyangga, dan akan ditempelkan nama para pemenang.

Saat ini nama pemenang masih terbuat dari kuningan, tetapi direncanan ke depan jika FFWI sudah mapan, nama pemenang akan dibuat dari emas.

Menurut Wina Armada, desain ini dimatangkan secara “keroyokan” oleh panitia di bawah koordinasinya. Sedang teknis pembuatannya diserahkan kepada seorang ahli pembuat piala. “Ke depan kami akan mendaftarkan desain Piala Gunungan ke Direktorat Hak Cipta dan Desain Industri,” tandas Wina.

Direktur Perfilman Seni dan Media, Direktorat Kebudayaan, Kemendibud Ristek, Achmad Mahendra, menyambut baik penamaan Piala Gunungan. “Tapi kami hanya bersifat mendukung. Karena pasti banyak filosofi dari terma Gunungan,” katanya. (aaa/paluekspres)

Narahubung; Yan Widjaya (+62 811-169-348)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital