PALU EKSPRES, PALU- Warga Kecamatan Palu Selatan berhasil menjuarai lomba cerdas cermat bertema pemilih cerdas yang diselenggarakan KPU Palu, Jumat 16 Agustus 2020.
Kecamatan Palu Selatan berhasil mengalahkan 4 regu lomba dari 4 kecamatan lainnya dengan nilai 300. Kemudian juara 2 diraih regu E dari Kecamatan Tawaeli dengan poin 225. Sedangkan juara 3 diraih regu D dari Kecamatan Tatanga dengan poin 175.
Lomba cermat ini diikuti 5 kecamatan, yakni Palu Selatan, Tawaeli, Tatanga, Palu Barat dan Kecamatan Ulujadi. Dewan jurinya Ketua KPU Palu, Agussalim Wahid dan Ketua Bawaslu, Ivan Yudartha.
Kegiatan cerdas cermat merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka meningkatkan partisipasi pemilih pada Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palu, 9 Desember 2020 nanti.
Selain itu KPU juga menggelar lomba sosialisasi pemilihan dan lomba mural di hari yang sama.
Lomba mural yang dilaksanakan di empat titik, yakni di tembok samping RRI, tembok belakang Telkom, tembok samping Unisa, tembok di Jalan Setiabudi sebelum jembatan kuning, dan peserta umum.
Ketua KPU Kota Palu, Agussalim Wahid, mengatakan kegiatan tersebut merupakan sosialisasi untuk meningkatkan partisipasi pemilih, mengajak masyarakat tidak Golput atau Nemo Golput.
” Saya mengajak masyarakat Kota Palu untuk memilih nanti di tanggal 9 Desember 2020, karena pilihan masyarakat adalah yang menentukan pemimpin daerah ini, sehingga jangan sampai Golput,” katanya.
Rangkaian kegiatan juga dihadiri langsung Komisioner KPU RI, Viryan.
Viryan mengatakan, Pilkada akan dilaksanakan dengan protokol Covid-19. Masyarakat yang akan memilih menurutnya harus menggunakan masker saat masuk TPS, kemudian satu TPS yang sebelumnya maksimal 800 orang, kali hanya untuk 500 orang per TPS.
Viryan berharap kegiatan ini bisa meningkatkan partisipasi pemilih. Sehingga Sulteng nantinya bisa menjadi daerah dengan partisipasi pemilih tinggi.
“Pilkada tahun 2015 Sulteng urutan pertama se Indonesia dengan tingkat partisipasi pemilih,” katanya.
Komisioner KPU Provinsi Sulteng, Sahran Raden, mengatakan, Sulteng sebelumnya menargetkan jumlah partisipasi pemilih di atas 79 persen, namun setelah adanya bencana non alam Covid-19 semuanya hanya bergantung kepada keadaan.
” Kita ikhtiar saja, namun tetap mengupayakan bisa mencapai target partisipasi pemilih,” katanya.
Sahran menyakini bahwa jumlah partisipasi bisa mencapai target, melihat saat pemilihan Gubernur di tahun 2015 Sulteng masuk daerah yang paling tinggi partisipasi pemilih meski di angka 69 persen.
” Jadi kalau di atas 79 persen, saya yakin bisa tercapai,” pungkasnya. (mdi/palu ekspres)






