Jumat, 14 Agustus 2026
Opini  

Negeri Mu Memanggil Pulang

Muhd Nur sangadji
Dr. Ir. Nur Sangadji DEA. Foto: Dok

(Renungan di Hari Merdeka)

Oleh Muhd Nur Sangadji (muhdrezas@yahoo.com)

Professor Sutarman Yodo, guru besar di Fakultas Hukum Universitas Tadulako mengirimkan video inspiratif tentang Ricky Elson. Anak muda Indonesia yang cerdas, kreatif dan berhati mulia. Sayang, karyanya kurang berkembang di negerinya sendiri.

Informasi berujung pertanyaan itu, ditulis Prof Tarman dengan narasi aslinya sebagai berikut. “Mobil Listrik buatan Anak Minang, belum diakui di Rep Ind.,tetapi diakui di Jepang dan Malaysia. Benarkah ini ? Seperti Prof BJ Habibi, Presiden RI dulu ya ?


Saya merespon postingan dan pertanyaan Prof Tarman tersebut dengan artikel ini. Mencoba mengurai informasi yang saya tahu. Pada tanggal 15 September 2018 (13 hari sebelum bencana Palu), Saya pernah satu panggung bicara dengan Ricky Elson. Di acara ini anak-anak muda memanggilnya dengan sebutan “the next Habibi. Saya mendengar langsung, ketulusan dan kecerdasan Ricky untuk negerinya. Dia bicara dengan nada hampir menangis. Ekspresi kemuliaan.

Kala itu, dia sebut beberapa fakta mengecewakan. Interaksi dengan mereka yang diberi mandat dan amanah mengelola institusi. Dia lalu bilang. Dari pada “stress” memikirkannya. Lebih baik fokus mendidik generasi. Beliau mendirikan pusat pelatihan di Jawa Barat. Lalu, mengundang generasi dari pelosok tanah air untuk ikut serta.

Setelah itu, saya tidak ikuti lagi kiprahnya. Kalau vidio yang bercerita tentang kepergiannya kembali ke Jepang itu, benar adanya. Berarti, kita kehilangan satu anak muda cerdas dan tulus. Boleh jadi, dia bukan satu satunya. Masih banyak manusia Indonesia yang hebat dan perprestasi tersia-siakan. Untung pak Harto pernah temukan Habibi. Satu manusia Indonesia berkelas dunia. Tapi setelahnya, karyanya Habibi, pun redup.


Waktu masih tinggal di Perancis tahun 1996, saya mendengar langsung cerita para colega asing di sana. Perancis punya kecanggihan teknologi pesawat di Kota Toulouse. Mereka sanggup bikin “pesawat Concorde”. Satu dari dua pesawat supersonik (setara kecepatan suara) yang pernah ada. Satunya lagi, Tupolev TU-44 buatan Uni soviet. Tapi karib ku itu, juga bicara tentang kemampuan Indonesia bikin pesawat. Mereka bilang itu kepada saya sambil mengaguminya. Siapa lagi, kalau bukan Habibi.

Tapi sekarang, jejak yang dikagumi itu, seperti menghilang. Jarang terdengar nyaring lagi. Tidak seperti saat Habibi pidato di Universitas Tadulako tahun 1990an. Kebetulan saat itu, saya memandu beliau. Habibi uraikan rencana dan optimisme hari esok Indonesia di sektor Kedirgantaraan. Tapak rencana itu. Entahlah, kalau masih ada.


Kabarnya, anak muda yang dicetak Habibi telah mengembara ke berbagai belahan bumi. Terjadi, pelarian modal manusia (Human capital flight) atau lebih populer disebut “brain drain”. Mereka pergi. Membiarkan perusahaan pesawat terbang Indonesia, Nurtanio tersapu. Hilang dari memori generasi. Saya menyaksikan dengan mata kepala sendiri, Habibi bersedih mengungkapkan nasib dari upaya yang pernah dirintisnya. Itu, terjadi sekitar tahun 2006 an di Jakarta, dalam satu seminar yang digagas Habibi Center.

Lucunya, saat Habibi wafat. Semua kita berkata. Bangsa kehilangan putra terbaiknya. Kita, memang sangat senang berbasa-basi.

Tabiat leadership kita yang lahir dari culture KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme), ditengarai sebagai penyebabnya. Kultur yang tidak menghargai karya pendahulu. Padahal, Cina berganti sekian dinasti. Namun, tembok Cina tetap dilanjutkan hingga kelar. Di tempat kita, jejak kebaikan masa lalu acap kali dihilangkan agar lenyap dari mata generasi.

Bila tidak ada KKN, tidak ada Reformasi. Tapi, Reformasi yang tujuan utamanya memberantas KKN sebagai penyakit Orba, malah melahirkan varian baru. Varian ini tercipta karena para pihak enggan berhadapan dengan ancaman fitnah, hoax dan pencemaran nama baik serta ujaran kebencian. Sesuatu yang bisa digunakan oknum penjahat untuk melindungi diri dan menakut-nakuti kalangan yang tulus mengingatkan.

Akibatnya, tidak tumbuh hikmah sebagai hasil dari proses belajar (learning process) untuk panduan bersikap. Padahal, histori terus berulang (le histoire se repeter). Dia memberi pelajaran penting. Bahwa, kekisruhan biasanya terjadi akibat management yang dibangun berdasar kelompok nepotisme dan koroni. Hegemony dan otoritarism menjadi ciri. Orang tidak dipilih berdasarkan kapasitas (merite system), tapi kedekatan (nepotism). Teman, keluarga, satu kampung dan atau satu persekongkolan.


Semua kultur KKN, mulanya sangat solid. Namun, perlahan akan bangkrut. Kekuasaan Orla dan Orba yang begitu perkasa, tumbang dengan nista. Orde reformasi, belum tahu nasibnya. Tabiat kekuasaan sering begitu. Sayang, Orang kurang berkaca.

Di setiap atmosfir KKN akan hadir manusia yang menghamba pada tiga soal. Pangkat, jabatan dan harta. Marchevelly menyebutnya dengan, “kendati menghalalkan segala cara”. Moktar lubis menimpalinya dengan karakter menjilat ke atas dan menginjak ke bawah. Menyenangkan atasan dan memyelamatkan diri.

Di situasi ini, orang baik dan berprestasi pasti tidak tertarik bergabung. Enggan ikut serta. Takut dosa. Maka, posisi strategis akan diisi orang-orang setia yang “incapable”. Kesetiaan itu pun biasanya tidak murni. Sebab, basisnya, kepentingan (vested interest). Kesetiaan hilang saat kepentingan terabaikan.

Lihatlah pemimpin saat berkuasa. Pasti didekati banyak orang. Setelahnya, semua pergi saat kedudukannya hilang. Karena itu, ada yang terus menggenggam syahwat berkuasa itu. Bagaimana pun caranya. Agar tetap dijunjung orang. Bahkan, untuk melindungi aib yang silam. Atau, nafsu memburu materi yang belum selesai.

Amatilah fakta tentang pemimpin hebat. Pasti dikelilingi pendukung tulus dan palsu. Pemimpin hebat pasti bisa membedakannya. Mereka yang tulus biasanya berani ingatkan bila pemimpinnya melenceng. Tapi akibatnya, dia akan dimusuhi. Kebalikannya, yang palsu akan membiarkan. Hingga pemimpin itu tersungkur dalam kesendirian (The lonely leaders).


Akhirnya, dua musibah berbahaya yang diingatkan Rasulullah untuk dihindari. Malah, terjadi. Pertama, diserahkannya urusan pada mereka yang bukan ahlinya. Dan kedua, mereka menghukum Orang kecil dan membiarkan orang besar berprilaku zalim. Kedua hal ini bila terjadi. Kata Rasul, tunggu saja kehancuran. Sekarang atau nanti.

Agar bangsa ini makin baik. Maka, semua syahwat kekuasaan ini mesti dijinakan. Ada empat soal besar yang harus dituntaskan. Korupsi, Narkoba, Terorisme dan Bencana. Dari empat hal ini, korupsi bisa menjadi kata kunci. Artinya, dengan korupsi, ketiga hal ini menjadi kian parah. Atau, tanpa Korupsi, ketiga hal tersebut lebih mudah tertangani. Maka, mari bantu Indonesia. Bikin dia terus dibanggakan. Agar, mereka yang terlanjur pergi, terpanggil untuk pulang kembali. Termasuk, Ricky Elson. Wallahua’lam. Dirgahayu RI yang ke 75, jayalah Indonesiaku

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization
Menekan Spin Delay Is The Key Dengan Irama Tidak Teratur 2 Detik, 5 Detik, 8 Detik Bisa Membingungkan Randomizer Atau Hanya Ritual Ocd Saja
Masa Depan Hiburan Digital Interaktif Dibahas Melalui Perpaduan Teknologi Dan Narasi Pada Wild Bounty Showdown
Inovasi Seotda Baccarat Dari Pragmatic Play Menggabungkan Budaya Korea Dan Format Baccarat Modern Di Tahun 2026
Infrastruktur Game Digital Lebih Siap Menghadapi Gangguan Berkat Cyber Resilience Architecture
RTP Mahjong Scatter Hitam Pragmatic Play Hadir Nonstop 24 Jam Berkat Inovasi Teknologi AI Terbaru
Mahjong Ways Dioptimalkan Dengan Grafis Engine HTML5 Dan Kecepatan Respons Antarmuka Pengguna
Mahjong Ways Menjelaskan Mekanisme Perhitungan Kombinasi Kemenangan Dari Kiri Ke Kanan
Infrastruktur Digital Menjaga Stabilitas Performa Meskipun Beban Sistem Terus Meningkat
Data Historis Menjadi Dasar Pengembangan Algoritma Prediktif Generasi Terbaru
Literasi Risiko Menjadi Penting Seiring Pertumbuhan Investor Pasar Modal Indonesia
Tampilan Visual Ikonik Scatter Hitam Menjadi Sorotan Utama Dengan Sensasi Misteriusnya
Target Maxwin Diraih Melalui Strategi Menjaga Ketahanan Modal Harian
Fondasi Utama Meraih Hasil Maxwin Secara Bertanggung Jawab Adalah Ketenangan
Fenomena Hasil Maxwin Terencana Diraih Dengan Kunci Utama Mengendalikan Keputusan Terburu-Buru
Pengalaman AI dan Visual Interaksi Meja Siaran Paling Jernih Dihadirkan Oleh Live Kasino
Ritme Pengalaman Menikmati Hiburan Studio Tanpa Bepergian Dihadirkan Live Kasino
Arsitektur Grafis Digital Pragmatic Play Diakui Kekuatannya Oleh Banyak Pihak
Ulasan Tema Petualangan Menegangkan Dari Pragmatic Play Disambut Hangat Oleh Penggemar
Desain Karakter Menghibur Dari Pragmatic Play Selalu Menunjukkan Kreativitas Yang Relevan
Elemen Scatter Hitam Selalu Menggoda Dengan Pesona Tampilan Ikonik Yang Misterius