PALU EKSPRES, PARIMO– Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) belum mengetahui pasti mengenai perubahan angka stunting selama masa pandemi Covid-19.
Hal tersebut dikatakan Kepala Bidang Sosial Budaya (Sosbud) Bappelitbangda Parimo, Abdul Sahid Nurdin Badja menjawab mengenai pertambahan angka balita penderita stunting di Parimos, Selasa (18/8/2020).
Menurut Sahid, Bappelitbangda Parimo selaku koordinator dalam penanganan stunting, di mana di bulan Agustus 2020 ini pihaknya tengah melakukan pengukuran tinggi badan anak di bawah 5 tahun (Balita) di daerah yang menjadi sasaran.
“Jadi, untuk sekarang belum kelihatan apakah ada penambahan angka stunting atau tidak, kenapa karena pengukuran masih sementara dilakukan di bulan Agustus ini,” ujarnya.
Ia mengatakan, selama masa pandemi Covid-19 dipastikan terjadinya penurunan tingkat pendapatan warga yang tentunya dapat mempengaruhi daya beli mereka.
Dengan menurunnya pendapatan masyarakat tersebut kata Sahid, tentunya akan berimbas pada kemampuan orang tua untuk memenuhi kebutuhan pangan yang bergizi buat anak-anak mereka, terutama balita dan ibu hamil.
“Hal itu dipastikan terjadi di masa pandemi covid ini. Tetapi dampak dari itu kan saat ini masih dalam pengukuran di bulan Agustus ini, setelah ada laporan nantinya baru kita ketahui dampak dari covid19 terhadap balita dan ibu hamil,” sebut Sahid.
Ia menjelaskan, pengukuran dan publikasi stunting adalah upaya pemerintah kabupaten untuk memperoleh data prevalensi stunting terkini pada skala layanan Puskesmas, Kecamatan dan Desa.
Hasil pengukuran tinggi badan anak di bawah 5 tahun (Balita) serta publikasi angka stunting tersebut digunakan untuk memperkuat komitmen pemerintah setempat dan masyarakat dalam gerakan pencegahan dan penurunan angka stunting.
Sementara, tujuan pengukuran stunting itu diantaranya adalah, untuk mengetahui status gizi anak sesuai umur agar pemerintah setempat dapat memantau kemajuan tumbuh kembang anak secara berkala.
(asw/palu ekspres)
Akibat Pendemi Covid-19, Pemkab Parimo Belum Mengetahui Perubahan Angka Stunting






