PALU EKSPRES, PALU– Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palu Hadianto Rasid- Reni Lamadjido langsung mendeklarasikan diri usai mendaftar di KPU setempat, Sabtu 5 September 2020.
KPU Palu menyatakan dokumen persyaratan Bapaslon yang diusung Hanura dan PKB ini lengkap dan memenuhi syarat.
Di hadapan ratusan pendukung dan relawan Hadianto menyebut, perjuangan menuju kemenangan tinggal beberapa langkah. Waktu yang semakin dekat ini katanya harus digunakan sebaik-baiknya untuk meraih simpati masyarakat .
“9 Desember 2020 bisa jadi hari membahagiakan sekaligus hari keputusasaan. Tapi kalau kita menyatukan tekad dan perjuangan, Insayaallah 9 Desember menjadi hari membagahagiakan bagi kita semua,”katanya.
Ia menyebut, perolehan suara Pilwakot 2015 hanya terpaut 3 persen dengan kandidat pemenang. Mengantarkannya pada posisi 2. Karena itu ia mengaku, pendukung dan relawan hanya butuh sedikit loncatan untuk meraih kemenangan pada Pilwakot 2020.
“Insyaallah, sesuai hasil survei semua partai politik, posisi kita terpaut jauh dari kandidat lain,”katanya.
Akan tetapi menurutnya, hal itu tak cukup jika hanya menjadi bacaan. Survei harus dijadikan motivasi untuk saling menguatkan dan mengawal survei itu hingga terwujud.
“Tingaktkan kerja-kerja masif kita menuju 9 Desember. Jangan melangkah sendiri, harus dengan saling dukung, menguatkan satu sama lain,”harapanya.
Ia meminta relawan untuk tidak gentar dengan pembagian beras. Menurutnya ini cara- cara untuk membodohi masyarakat.
“Jangan mau dipandang enteng. Wali kota itu bukan mau jadi bos.
Kalau mau kejar proyek jangan jadi wali kota. Wali kota itu adalah pelayan masyarakat. Waktunya ekokomi masyarakat tumbuh baik,”tekannya.
Seorang wali kota pun lenjut Hadi harus mau mendengar wakilnya saat menjalankan roda pemerintahan.
“Wakil wali harus mendengar wakil walikotanya. Makanya saya memilih perempuan hebat seperti Reny,”katanya.
Ketua DPC Hanura Palu, Ridwan Basatu mengajak seluruh pendukung, relawan dan simpatisan pasangan Hadi -Reni untuk sama- sama berjuang mengantarkannya pada kemenangan 9 Desember 2020 nanti.
“Kita harus satukan tekad menuju perubahan Palu yang lebih baik dimasa datang bersama Wali Kota Palu Hadianto Rasyid dan Wakil Wali Kota Palu Reny Lamadjido,”ajak Ridwan.
Sekretatis DPC PKB Palu, H Nanang dalam orasinya mengajak relawan dan simpatisan unik eksis bermedia sosial.Karena media sosial menjadi forum efektif untuk menyampaikan gagasan. Sekaligus wadah untuk menjatuhkan figur kandidat dengan isu negatif
“Kita juga harus ekssis kampanye di media sosial. Kita harus lawan isu negatif dengan cara beretika,”katanya.
Nanang menilai, Hadianto merupakan calon yang representatif dari semua kalangan. Dari sisi islami, Hadianto merupakan santri.
“Jadi ini bukan calon kaleng kaleng,”ujarnya.
Hadianto adalah putra Kaili asli yang tentunya fasik berbahasa Kaili. Sebagai santri, Hadianto pun pasti fasih berbahasa Arab.
Namun begitu Nanang mengajak smeua pihak utamanya para simpatisan untuk tetap mengedepankan politik santun dalam kerja-kerja pemenangan.
“Tidak usah saling menjatuhkan. Tak ada satupun kandidat yang lemah. Tapi kitalah yang paling kuat,”pungkasnya. (mdi/palu ekspres)






