PALU EKSPRES, PARIMO– Aparat gabungan TNI, Polri, BPBD, Dinas PUPRP Kabupaten Parigi Moutong, PMI, TAGANA serta para relawan lainnya bersama-sama masyarakat yang ada di sekitar lokasi banjir di Desa Bambalemo, Kecamatan Parigi, melaksanakan kerja bakti membersihkan lumpur dan kayu yang menutupi badan jalan dan rumah warga di dusun I dan II di desa tersebut.
“Kami di sini sifatnya hanya back up saja dan menurunkan alat berat, mobil dum trek serta mobil tanki untuk menyiram dan membersihakan rumah warga. Jadi, kami di sini memback up BPBD,” kata pelaksana harian Kepala Dinas PUPRP Parimo, Rivai, ST, saat di temui di lokasi banjir, Rabu (9/9/2020).
Selain alat berat dan mobil milik Pemda setempat yang diterjunkan di lokasi banjir kata dia, para pengusuha juga turut membantu pada kegiatan kerja bakti tersebut dengan menurunkan alat berat dan mobil mereka.
Menurut Rivai, hari ini dilakukan upaya membersihkan jalan dan juga permukiman warga yang banyak ditutupi lumpur dan potongan-potongan kayu yang hanyut terbawa banjir pada Senin (7/9/2020) sekitar pukul 18.00 WITA.
“Aparat gabungan, relawan dan masyarakat sejak pagi sudah melakukan kerja bakti yang dibantu beberapa unit mobil dum trek dan alat berat untuk membersihakn lumpur yang menutupi jalan dan permukiman warga,” ujarnya.
Lanjut dia mengatakan, untuk kerja bakti menggunakan alat berat di lokasi banjir rencananya hanya satu hari. Sebab, lumpur yang ada di dalam rumah warga itu dibersihkan dengan menggunakan mobil tanki.
Selain itu, mengenai jalan yang terputus akibat terjangan banjir saat itu pihaknya telah melakukan peninjauan.
“Untuk jalan yang putus itu kita sudah usulkan mudah-mudahan dianggaran tambahan ini bisa masuk agar secepatnya kita kerjakan,” ujarnya.
Ketika ditanyakan terkait berapa banyak anggaran yang akan digunakan nantiya dalam rehab jalan tersebut, ia mengaku belum menerima informasi dari kepala bidang Bina Marga Dinas PUPRP Parimo.
“Belum bisa saya memastikan berapa anggaranya karena, belum terima laporan dari tim yang meninjau kemarin. Jadi, Pak Wayan Mudana yang tinjau dan belum ada laporannya ke saya terkait berapa rinciannya,” sebut Rivai.
Ia menjelaskan, sebelum melakukan perbaikan jalan yang terputus akibat diterjang banjir saat itu, pihaknya terlebih dahulu membenahi drainase. Karena draenase yang ada saat ini salurannya kecil sehingga tidak mampu menampung debit air ketika di musim penghujan.
“Untuk menimbun jalan yang putus itu gampang saja, tapi yang utama jalan air dulu yang kita benahi, agar supaya tidak kerja dua kali,” ujarnya. (asw/palu ekspres)
Warga Bambalemo Dibantu Bersihkan Lumpur Banjir






