Minggu, 5 April 2026

Pertamina Gandeng E-Warung di Polman Salurkan LPG 3kg

Salah satu E warung di Polewali Mandar Sulawesi Barat. Foto: Istimewa.

PALU EKSPRES, POLMAN– Sebagai salah satu produk kategori barang penting, Pertamina wajib menjaga ketersediaannya dengan memastikan pasokan LPG 3kg sesuai kuota masing-masing daerah. Serta melakukan over supply pada momen-momen tertentu.

Namun tidak dipungkiri bahwa di tingkat pengecer dan konsumen, masyarakat yang berhak menggunakan LPG 3 Kg sulit mendapatkan. Karena rumah tangga menengah ke atas, restoran dan UMKM ber omzet ratusan juta rupiah masih saja menggunakan LPG 3 kg.

Situasi demikiain salahsatunya terjadi di Kabupaten Polewali Mandar (Polman) Sulawesi Barat.

Atas kondisi itu, maka Pertamina Marketing Operation Region VII melalui Sales Area Sultengbar bekerja sama Pemerintah Polman untuk menyalurkan LPG 3 Kg melalui E-Warung. Sehingga penyediaan LPG 3 Kg untuk Keluarga Miskin lebih terjamin.

E-Warung adalah program Kementerian Sosial ditingkat kabupaten yang bertugas menyalurkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kepada Keluarga Miskin atau Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang memiliki kartu identitas keluarga sejahtera.

Secara umum, terdapat 1 E-Warung di setiap desa/kelurahan. Masing-masing E-Warung memiliki daftar Keluarga Penerima Manfaat yang berhak menerima BPNT. Penerima BPNT otomatis adalah Keluarga Pra Sejahtera / Keluarga Miskin yang berhak mendapatkan LPG 3Kg bersubsidi.

E-Warung dijadikan pangkalan LPG 3 Kg dan hanya boleh melayani pembelian LPG 3 Kg kepada KPM yang memiliki kartu keluarga sejahtera. Ditetapkan 4 kategori yaitu keluarga sangat miskin, keluarga miskin, keluarga hampir miskin dan keluarga rentan miskin.

Unit Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Laode Syarifuddin Mursali mengatakan, sejak Agustus sampai saat ini, Pertamina dan Pemda Polman sedang melakukan uji coba penyaluran LPG 3 Kg melalui e-warung

“Kami memulainya dengan menargetkan keluarga sangat miskin dan keluarga miskin terlebih dahulu,”katanya.

Setelah itu ujicoba dilanjutkan ke keluarga hampir miskin dan keluarga rentan miskin.

“Per hari ini kami telah melakukan uji coba di 2 kecamatan. Yakni Kecamatan Polewali Kota untuk 3.251 keluarga miskin dan Kexamatan Wonomulyo 2.987 keluarga miskin. Sampai akhir September, kami menargetkan ada 3 tambahan kecamatan lagi, yaitu di Kecamatan, Matakali, Mapili, dan Kecamata Campalagian,”ungkapnya.

Sambil berjalan, Pertamina terus melakukan evaluasi untuk menemukan skema dan sistem dalam sosialiasi ke KPM, pendistribusian serta monitoringnya.

Evaluasi terus dilakukan untuk atas kendala2 yg terjadi di lapangan dan langsung take action menentukan solusi agar kedepannya proses penerapan di kecamatan lain dapat lebih cepat dan mudah dilakukan. Harapannya sampai akhir tahun 2020 sudah bisa diterapkan di seluruh kecamatan di Polewali Mandar.

Harapannya setelah berjalan di semua kecamatan dan semua kategori keluarga miskin, seluruh keluarga miskin dapat terjamin LPG 3 Kg nya. Lalu dilanjutkan penyaluran/penyediaan utk usaha mikro.

“Apabila masih ada yang menyerukan LPG 3 Kg langka, maka dapat dipastikan mereka adalah konsumen yg sebenernya tidak berhak menggunakan LPG 3 Kg.” pungkas Laode.

Untuk diketahui, jumlah keluarga miskin di Polman Mandar saat ini berkisar 45 ribu KK. Dengan asumsi sederhana 1 KK menggunakan 3 tabung LPG 3 Kg per bulan. Maka kebutuhan total sekitar 135.000 tabung per bulan.

Lalu asumsi jumlah Usaha Mikro yang menggunakan LPG 3 Kg sekitar 10.000 UMKM. Dengan asumsi 1 usaha Mikro menggunakan 8 tabung per bulan, maka kebutuhan LPG 3 Kg sekitar 80.000 tabung per bulan. Maka total kebutuhan tabung LPG 3 Kg di Polman hanya 215.000 tabung LPG 3Kg.

Kondisi ini harusnya surplus tiap bulan karena pasokan bulanan Pertamina sebanyak 250.000 tabung per bulan. Sesuai dengan kuota yang ditetapkan Kementerian ESDM bersama dengan pemerintah daerah setempat.(*/mdi/palu ekspres)