oleh

Budidaya Udang Supra Intensif, DKP Sulteng Manfaatkan Lahan Marjinal

PALU, PE – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulteng, akan memanfaatkan lahan seluas sekira 2 hektar di Desa Tindaki, Kabupaten Parigi Moutong, untuk dikembangkan menjadi tambak udang dengan teknologi supra intensif.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Sulteng, Dr. Hasanuddin Atjo, menjelaskan, lahan yang akan dimanfaatkan tersebut, saat ini masih dipandang sebagai lahan marjinal (memiliki hasil yang tidak signifikan/sedikit).

“Di sana ada 5 petak tambak, yang masing-masing luasnya 4000 meter persegi. Tapi kondisinya marjinal, hanya bisa nila dengan bandeng, yang nilai ekonomisnya tidak tinggi, sementara sumber airnya cukup bagus,” kata Hasanuddin Atjo, saat ditemui Kamis (16/2).

Lahan seluas total 2 hektar tersebut, kata Hasanuddin, akan dibagi menjadi 8 petak untuk budidaya, masing-masing seluas 2000 meter persegi, serta 2 petak tandon (penampungan air), untuk budidaya udang supra intensif.

“Konstruksinya akan kita benahi, dengan konsep supra, sehingga dari marjinal bisa jadi udang yang memiliki produktifitas tinggi,” imbuhnya.

Hasanuddin menuturkan, pihaknya menargetkan, proses pembuatannya akan rampung pada tahun 2017. Saat ini, telah tersedia 2 petak tambak, yang siap untuk dilakukan pembenihan, pada bulan Maret 2017 mendatang.

“Saat ini baru ada 2 yang sudah operasional, dan pembenihan mungkin bulan Maret nanti. Sisanya, ditargetkan akan tuntas pada tahun 2017 ini,”

Nantinya, kata Hasanuddin lagi, jika telah beroperasi penuh, tambak supra intensif tersebut, akan menghasilkan minimal 70-80 ton udang per siklus panen, yang tiap tahunnya, akan ada dua kali siklus.

Dengan adanya tambak supra intensif ini, lajut Hasanuddin, akan memperbesar aset, serta meningkatkan bargaining Pemerintah Daerah Sulteng.

“Selain itu, bisa menjadi sumber edukasi masyarakat dan pengusaha, kemudian menjadi tempat mengkaji inovasi-inovasi baru, serta menjadi sumber pendapatan daerah,” pungkasnya.

(mg01/ Palu Ekspres)

News Feed