Sabtu, 4 April 2026
Daerah  

Daging dan Ikan, Komoditas Penyumbang Ketahanan Pangan Parimo

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Parimo, Nelson Metubun. Foto : Ist

PALU EKSPRES, PARIMO– Ikan dan daging menjadi komoditas penyumbang ketahanan pangan di Kabupaten Parigi Moutong, selain komoditas subsektor tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan.
Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Parigi Moutong, Nelson Metubun kepada wartawan di Parigi, Minggu (4/10/2020).
Menurut Nelson, komoditas ikan hingga saat ini masih menjadi bagian penopang ketahanan pangan di Kabupaten Parimo. Sebagai mana kata dia, data produksi ikan yang dikeluarkan Dinas Ketahanan Pangan setempat, bahwa komoditas itu mengalami surplus 99,82 persen di tahun sebelumnya.
“Daerah ini diuntungkan karena memiliki kawasan perairan yang cukup luas yang masuk dalam kawasan Teluk Tomini, ditambah budidaya ikan air payau dan air tawar,” ujarnya.
Dia mengatakan, budidaya ikan air tawar jenis ikan nila, Parimo baru memproduksi sebanyak 77 ribu kilogram atau sekitar 77 ton pada tahun 2019.
“Kita ingin komoditas-komoditas utama serta pendukung lainnya dapat menyumbang produksi yang lebih baik ke depan, agar posisi ketahanan pangan kita selalu terpenuhi dari berbagi sektor,” sebut Nelson.
Berdasarkan perhitungan Neraca Bahan Makanan (NBM) Ketersediaan yang dikeluarkan Dinas Ketahanan Pangan Parimo, menunjukkan ketersediaan atau produksi ikan sebanyak 10 juta ton lebih dengan jumlah penduduk 482.798 jiwa, serta konsumsi ikan perkapita sebesar 0,0403 ton per tahun.
Dengan jumlah sebesar itu lanjut dia, maka penduduk di Parimo membutuhkan konsumsi ikan sebesar 19.457 ton per tahun. Sehingga, surplus Parimo sebanyak 90,82 persen yang diasumsikan dapat memenuhi kebutuhan pangan penduduk sebanyak 262.049.823 jiwa dalam setahun.
Selain ikan tambahnya, ada pula bahan pangan lainya berupa daging merah dengan produksi mencapai 900 ton, yang terdiri dari 28,41 persen daging sapi, 0,3 persen daging Kerbau 26,3 persen, daging Kambing dan 45,53 persen daging Babi.
Menurutnya, daging merah juga mengalami surplus berdasarkan perhitungan NBM ketersediaan yakni sebanyak 275,26 ton atau 32,1 persen per tahunnya. (asw/palu ekspres)