Minggu, 9 Agustus 2026
Palu  

Kementerian ATR-BPN Setujui Dokumen RTRW dan RDTR Kota Palu

Plt. Wali Kota Palu Sigit Purnomo Said menerima dokumen persetujuan substansi RTRW dan RDTR dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN RI melalui Direktur Jenderal Tata Ruang Ir. Abdul Kamarzuki, Jumat (2/10/2020) di Jakarta. Foto: Istimewa.

PALU EKSPRES, PALU- Kementerian Agraria dan Tata Ruang Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR-BPN) menyetujui dokumen substansi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Palu.
Dokumen persetujuan subtansi RTRW-RDTR ini secara resmi diserahkan Kementerian ATR-BPN melalui Direktur Jenderal Tata Ruang, Abdul Kamarzuki kepada Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Palu, Sigit Purnomo Said, Jumat (2/10/2020) di Jakarta.
Dokumen ini menjadi dokumen prasyarat pengajuan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kota Palu tentang RTRW dan RDTR.
Setelah terbitnya persetujuan substansi RTRW dan RDTR Kota Palu, Plt. Wali Kota Palu, Sigit Purnomo, bersama Kepala Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan Kota Palu, M. Rizal selanjutnya berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI melalui Direktur Rencana, Penggunaan dan Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan, Roosi Tjandrakirana.
Dalam pertemuan tersebut Plt. Wali Kota Palu meminta penjelasan dan kepastian terkait hasil penelitian tim terpadu terhadap usulan perubahan peruntukan dan fungsi kawasan hutan agar sinergi dengan RTRW dan RDTR Kota Palu yang dalam waktu dekat akan segera dibahas bersama DPRD.
Salah satu kawasan yang diusulkan Pemerintah Kota Palu adalah Bukit Salena di Kelurahan Buluri untuk pengembangan ecotourism yang mendukung pengembangan ekonomi mikro di Kota Palu. Selain itu, kawasan ini juga berfungsi sebagai daerah penyangga hutan lindung yang semakin tergerus oleh pertambangan Galian C.

Plt. Wali Kota Palu juga menyampaikan bahwa pasca terjadinya bencana alam di Kota Palu dibutuhkan ruang dan kawasan baru sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru masyarakat melalui pengelolaan sumber daya alam yang memiliki nilai ekonomis dan pengembangan kewilayahan berdasarkan pembangunan 5 dimensi ruang kawasan (dimensi teluk, dimensi sungai, dimensi lembah, dimensi bukit dan dimensi gunung) menuju Kota Destinasi. (*/mdi/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital