Minggu, 5 April 2026
Palu  

Jalankan Protokol Kesehatan, Sosialiasi 4 Pilar Berlangsung Dua Sesi

SOSIALISASI - Sosialisasi empat pilar berbangsa dan bernegara dilakukan dalam suasana protokol kesehatan yang ketat. Foto: Kia/Palu Ekspres

PALU EKSPRES, PALU – Demi menyesuaikan dengan protokol kesehatan, sosialisasi 4 pilar berbangsa, yang digelar oleh anggota MPR RI asal Sulteng, Muhidin M Said berlangsung dua sesi. Sosialisasi yang menghadirkan mahasiswa dan sejumlah masyarakat umum, berlangsung pagi dan sore hari.

Menurut panitia pelaksana, Salehudin Awal, biasanya pelaksanaan yang digelar sekaligus. Namun demi untuk menjalankan protokol kesehatan, maka pelaksanaannya dilakukan dua kali, disesuaikan dengan daya tampung ruang pertemuan. Sesi pertama pukul 10.00 – 12.00 wita. Sedangkan sesi kedua pukul 15.00 -17.00. Setiap peserta yang masuk terlebih dahulu melakukan cuci tangan, menggunakan masker serta

Pada sosialisasi tersebut, Muhidin tak hanya menyampaikan soal materi 4 pilar. Ia juga menyuntikan motivasi kepada para mahasiswa. Menurutnyam Covid-19, yang sekarang sedang melanda dunia, termasuk di Kota Palu, tidak boleh menjadi halangan untuk berkreasi. Sebagai manusia yang dibekali akal, kendala ini harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk terus survive menjalani kehidupan. ”Jangan pasrah. Anda masih muda, masih kuat. Harus kreatif jangan ini menjadi halangan. Berbuat sesuatu yang positif dengan memperhatikan protokol kesehatan secara ketat,” pesannya.

Forum sosialisasi yang berjalan dinamis. Peserta tak hanya menanyakan seputar empat pilar berbangsa. Kondisi aktual yang sedang terjadi di dalam negeri pun ditanyakan. Salah satunya adalah UU Ciptaker atau Omnibus Law. Namun Wakil Ketua Banggar DPR RI yang kini duduk di Komisi yang membidangi keuangan, hanya merespons pertanyaan yang berkaitan dengan tema 4 pilar, yakni, Pancasila UUD 1945 NKRI Bhinneka Tunggal Ika. ”Untuk sementara saya menjawab dulu yang sesuai konteks acara kita. Tentang Omnibus Law, bisa saya jelaskan di luar forum ini. Saya hanya meminta, Anda jangan termakan hoaks,” ujarnya mengingatkan.

Pada sosialisasi ini, Muhidin mengingatkan, empat pilar kebangsaan adalah tiang penyangga yang kokoh (soko guru) agar rakyat Indonesia merasa nyaman. Pilar adalah tiang penyangga suatu bangunan agar bisa berdiri secara kokoh. Bila tiang rapuh maka bangunan akan mudah roboh.

Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara adalah kumpulan nilai-nilai luhur yang harus dipahami seluruh masyarakat. Dan menjadi panduan dalam kehidupan ketatanegaraan untuk mewujudkan bangsa dan negara yang adil, makmur, sejahtera dan bermartabat.

Ditambahkannya, Indonesia sebagai negara keempat terbesar di dunia, beruntung mengenal dan mempunyai Pancasila sebagai perekat kemajemukan warganya. Sejumlah negara-negara kecil di Eropa Timur mengalami perpecahan karena pilar tak cukup kokok menopang kemajemukan di dalam bangsanya. ”Indonesia bersyukur ada empat pilar ini. Inilah yang membuat sampai hari ini bangsa kita tetap tegak dan kokoh sebagai negara terbesar keempat di dunia,” ujarnya bersemangat.

Masa depan bangsa ini, urai Muhidin ditentukan oleh seberapa besar generasi hari ini, memahami dan menjalankan nilai-nilai Pancasila. Karena itu, posisi empat pilar merupakan pondasi hidup sebagai ideologi bernegara, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 sebagai dasar konstitusi bernegara, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai negara berdaulat, dan Bhineka Tunggal Ika sebagai filosopi keberagaman. Sejak dimulai hingga selesai, peserta tetap melaksanakan protokol secara ketat. Kursi tempat duduk dibuat berjarak dan dan menggunakan masker. (kia/palu ekspres)