Minggu, 30 Agustus 2026
Opini  

Pemulihan Ekonomi Sulteng dan Industri Udang Vaname

Hasanuddin Atjo. Foto: Istimewa

(Bagian Pertama)

Oleh Hasanuddin Atjo

Pandemic Covid-19 telah membuat situasi dan kondisi ekonomi global porak-poranda. Pada tiga triwulan, TW tahun 2020 , hampir semua negara mengalami pertumbuhan ekonomi berkonstraksi negatif. Bagi negara dengan pendapatan perkapita dan cadangan devisa yang tinggi, tidak begitu bersoal  karena dapat saja mengimpor kebutuhan pangannya, dibanding dengan negara berpendapatan perkapita dan cadangan devisa yang rendah.

Ekonomi Indonesia TW 1, 2020 hanya tumbuh 2,97 persen lebih rendah dari TW 1, 2019 yaitu 5,2 persen. Pada TW 2 ekonomi negeri ini terperosok lebih dalam lagi dan tumbuh minus 5,32 persen. Dan selanjutnya di TW 3, diperkirakan. tumbuh lebih baik antara minus 2,9 hingga minus 1 persen. Situasi ini kemudian menempatkan Indonesia salah satu negara yang mengalami resesi ekonomi teknikal karena dua TW berurut-turut tumbuh negatif.

Secara regional Sulawesi Tengah di TW1, 2020 ekonominya tumbuh sebesar 4,91 persen lebih rendah dari TW1, 2019 yaitu mendekati 7 persen. Selanjutnya di TW 2, 2020 tumbuh minus 0,06 persen dan menempatkan Sulteng di urutan 2 tertinggi nasional setelah Papua. Dan diprediksi di TW 3 ekonomi Sulteng akan tumbuh positif 2-3 persen.

Pada triwulan dua , tahun 2020 secara nasional hanya ada tiga sektor yang tumbuh positif yaitu sektor Pertanian-Kehutanan dan Perikanan; Pengadaan Air serta  sektor Telekomunikasi- informasi. Sedangkan regional Sulteng yang tumbuh positif pada saat itu adalah

Industri Pengolahan terutama nikel dan gas , serta sektor Tambang dan Galian.

Dari ulasan di atas menujukkan bahwa; Pertama, secara nasional di masa pandemic Covid-19 sektor yang tumbuh positif ternyata yang berhubungan dengan kehidupan yaitu sektor pangan dan air. Hal ini sesuai dengan filosofi “berperang” bahwa untuk menang bertempur , kuncinya harus menguasai pangan dan energi. Kedua, Indonesia meski masuk negara dengan pendapatan menengah di level bawah dengan cadangan devisa kategori sedang, dan utang relatif besar, dampak dari pandemic Covid-19 terlihat tidak berpengaruh signifikan bagi penyediaan pangan, karena negeri ini terus mendorong laju produksi pangannya.

Sulawesi Tengah seyogianya pada masa mendatang pengembangan sektor pangan dan sektor energi secara paralel. dengan harapan pertumbuhan ekonomi daerah ini lebih berkualitas atau biasa disebut pertumbuhan ekonomi inklusif. Artinya pertumbuhan ekonomi yang tinggi diiringi dengan kemiskinan dan ketimpangan pendapatan yang rendah.

Hampir 70 persen masyarakat di Sulteng bekerja di sektor pangan dan jasa UMKM lainnya, sehingga keberadaan masyarakat di sektor ini dalam upaya pemulihan ekonomi akibat dampak bencana gempa, tsunami dan liquafaksi, tanggal 28 September 2018 serta Pandemic Covid-19 perlu menjadi perhatian lebih serius dan salah satu prioritas oleh Pemerintah Provinsi maupun kabupaten kota .

Industri udang Vaname, saat ini menjadi salah satu perhatian dari Pemerintah pusat dalam rangka peningkatan devisa, pendapatan dan sekaligus program pemulihan ekonomi nasional, PEN. Dan Tidak tanggung-tanggung bahwa pada tahun 2024 diproyeksikan terjadi peningkatan produksi sebesar 250 persen, yaitu dari 500.000 ton di 2019 menjadi 1.290.000 ton di 2024.

Sulawesi Tengah adalah salah satu provinsi yang sangat potensial bagi pengembangan sentra produksi udang nasional. Ini karena memiliki keunggulan komparatif antara lain; memiliki empat wilayah /kawasan pengelolaan perikanan nasional yaitu teluk Tomini, teluk Tolo, laut Sulawesi, dan selat Makassar yang sangat ideal bagi pengembangan budidaya dengan teknologi maju.

Saat ini ada sekitar 10 ribu hektar areal dari potensi 60 ribu ha yang telah dikelola masyarakat dengan teknologi tradisional dan sebagian kecil oleh pengusaha dengan teknologi maju. Produksi udang Sulteng di 2019 sekitar 17.000 ton dan baru berkontribusi mendekati 3 persen terhadap nasional.

Karena itu dinilai Provinsi Sulawesi Tengah sangat berpeluang menjadi salah satu sentra udang nasional, mengingat kebutuhan pasar udang dunia mencapai 6 juta ton, sedang kemampuan suply baru mencapai 4 juta ton. Selain itu juga ditunjang oleh potensi SDA yang ideal dan sesuai serta posisi strategis dari Orovinsi Sulawesi Tengah .

Artikel ini akan dIsambung minggu depan dengan topik: “Skenario Pemulihan Ekonomi Sulteng, Dan Industri Udang Vaname” bertepatan dengan workshop yang akan diprakarsai oleh Bank Sulteng. SEMOGA.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam