PALU EKSPRES, PARIMO- Berkampanye ke sejumlah wilayah di Parigi, dirasakan Mohammad Hidayat Lamakarate, Calon Gubernur Sulawesi Tengah Nomor Urut 1 serasa melawat tanah kelahirannya.
“Ini terasa bukan seperti kampanye Pilgub, ini silaturahmi keluarga. Saya seperti ‘pesiar’ ke rumah handai taulan saya,” aku Hidayat Lamakarate.
Bagi yang tak mengenalnya, ucapan Hidayat itu bisa saja dianggap bualan. Tapi yang orang tak tahu, ibu kandung Hidayat Lamakarate memang lahir dan besar di Kota Parigi.
Ayahnya, Baso Lamakarate yang menjadi Wali Kota Palu pada 2000 – 2004 menikahi Maemuna Basgefan, perempuan keturunan Arab di Parigi. Pernikahan kedua insan itu melahirkan Mohammad Agus Lamakarate, mantan Kepala Bappeda Sigi, Mohammad Hidayat Lamakarate, Mohammad Taufik Lamakarate yang kini berdinas di Polda Sulteng, Abdul Rahman Lamakarate dan Mohammad Arif Lamakarate.
“Saya yakin di tanah kelahiran almarhumah ibu saya ini, saya akan menjemput kemenangan dengan izin Allah SWT,” sebut dia.
Untuk menjemput kemenangan itu, Hidayat yang berpasangan dengan Bartholomeus Tandigala ini telah menyiapkan sejumlah program yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi wilayah ini.
“Sumber penghidupan masyarakat Kota Parigi dan Parigi Moutong secara umum berbasis pertanian, perkebunan dan kelautan serta perikanan olehnya program Rp20 miliar ke kabupaten ini akan berfokus pada sektor tersebut,” jelas Hidayat.
Menurutnya, Ia dan Bartho telah memperhitungkan dengan cermat dari mana pembiayaannya dan bagaimana mekanisme pembiayaannya serta siapa pihak yang akan mendapatkannya.
Jadi, “bila Insya Allah, saya dan Pak Bartho dipercaya memimpin Sulawesi Tengah, maka program ini dapat kami wujudkan dan membawa kemanfaatan untuk masyarakat.” ***






