oleh

1.521 UMKM Sulteng Terdampak Covid 19


PALU EKSPRES, PALU– Gubernur Sulteng H Longki Djanggola menyebut sebanyak 1.521 pelaku UMKM di wilayah Sulteng terdampak pandemi Covid 19. Pelaku UMKM kata Longki umumnya mengalami penurunan produksi, berkurangnya penyaluran hasil produksi, berkurangnya pembeli. Hingga karyawan yang harus diliburkan untuk menghindari penularan virus.

“Bahkan kelangkaan bahan baku karena tersendatnya distribusi akibat kebijakan pembatasan mobilitas orang maupun barang di antar wilayah,”kata Longki dalam kegiatan penandatangan perjanjian kerja sama antara Universitas Tadulako  dan PT. Bank Sulteng Rabu, 22 Oktober 2020 di Hotel Best Western Palu.
Dari sisi ketenaga kerjaan, tercatat ada 10.370 yang terpaksa dirumahkan oleh pihak perusahaan dan UMKM.

“Dimana mereka bekerja, bahkan yang lebih miris, sampai harus mengalami pemutusan hubungan kerja, sebanyak 413 orang,”beber Longki. Disektor pariwisata, dari data tingkat hunian di sejumlah hotel berbintang sempat mengalami penurunan hingga 9,49persen dan hotel non bintang hingga 5,98persen pada bulan mei 2020.

Naim kaanya angka tersebut perlahan naik kembali dibeberapa bulan berikutnya seiring pemberlakuan new normal. Beroperasinya kembali beberapa maskapai penerbangan mengangkut penumpang dengan tujuan dan kebijakan persyaratan masuk Sulteng dengan hasil Swab PCR menjadi rapid test.

Penandatangan SPK dirangkai Seminar “Pemulihan Ekonomi Sulawesi Tengah di Masa Pendemi Covid -19 .
Direktur Utama PT. Bank Sulteng Rahmat Abd. Haris , menyampaikan bahwa pada masa Pendemi Covid-19 saat ini terwujud Kolaborasi Kerja Sama antara PT. Bank Sulteng dengan Universitas Tadulako,

Kerjasama ini adalah untuk melakukan pelayanan Perbankkan kepada seluruh Civitas Universitas Tadolako , dan Kegiatan Seminar ini juga diharapkan dapat mencari Kolaborasi baru dan handal untuk meningkatkan program pemulihan ekonomi khususnya dalam Perikanan khususnya produksi udang Vaname. Haris mengatakan, PT. Bank Sulteng juga telah mengambil peran dan P mm pemulihan ekonomi nasional dengan peningkatan ketahanan pangan sub sektor perikanan dan pertanian , khususnya peningkatan produksi kacang tanah.
Bank Sulteng menurutnya adalah milik masyarakat Sulteng. Saat ini Bank Sullteng memiliki laba sudah mencapai 120,57 persen dari target yang ditetapkan dan CAR nya 26 persen. (Humas/palu ekspres)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed