Minggu, 5 April 2026
Daerah  

Peringati Hari Sumpah Pemuda, Pecinta Alam di Parimo Tanam Puluhan Ribu Bibit Mangrove

Ketua Umum Forum Komunikasi Pecinta Alam Pantai Timur Parimo, Didit Rianto. Foto : ASWADIN/PE

PALU EKSPRES, PARIMO– Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke 92 tahun 2020, pemuda Parigi Moutong (Parimo) yang tergabung dalam kelompok pecinta alam (KPA) menggelar kegiatan menanam bibit mangrove.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di pesisir Pantai Desa Mertasari, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Kamis (29/10/2020).
Ketua Umum Forum Komunikasi Pecinta Alam Pantai Timur Kabupaten Parigi Moutong, Didit Rianto mengatakan, kurang lebih 33 ribu bibit mangrove di tanam di kawasan rehabilitasi pesisir pantai Desa Mertasari dengan luas lahan sekitar 10 hektare.
“Jadi, kurang lebih 33 ribu bibit yang kami tanam dikawasan rehabilitasi mangrove di pesisir pantai desa mertasari. Dan luas lahan yang kita target sekitar 10 hektare,” kata Didit Rianto kepada wartawan di lokasi penanaman mangrove, Kamis (29/10/2020). Dalam momen-momen hari besar nasional khususnya di Parimo kata dia, pihaknya selalu hadir dalam rangka melakukan penanaman bibit mangrove guna mengurangi dampak abrasi pantai di kemudian hari.
Selain di Desa Mertasari sebut Didit Rianto, penanaman bibit manggrove dalam rangka peringatan hari sumpah pemuda di Kabupaten Parigi Moutong, juga dilaksanakan oleh para pemuda, pecinta alam dan komunitas lainnya di Kecamatan Ongka Malino.
Dia mengatakan, kegiatan menanam bibit manggrove dalam peringatan hari sumpah pemuda ini lanjut dia, singkron dengan program padat karya yang ada di forum komunitas pecinta alam Parimo yakni, program sukseskan 1 juta mangrove Teluk Tomini.
“Program ini di mulai sejak 2019, hingga berakhir pada tahun 2025 mendatang,” terangnya.
Menurutnya, kondisi mangrove saat ini sangat memprihatinkan. Karena, kebanyakan yang ada itu tinggal hasil rekayasa dan rehabilitasi. ” Untuk habitat mangrove yang alami saat ini sudah tidak ada sekarang ini,” ungkapnya.
Dia mengungkapkan, yang ada saat ini hanyalah tegakan manggrove saja, dalam artian hutan manggrove di era tahun 80an bahkan, 70an itu sudah banyak tergerus atau beralih fungsi menjadi lokasi tambak, persawahan, ataupun lokasi pembangunan dan lainnya.
Selaku pemerhati lingkungan, ia berharap dalam kegiatan ini ada keterlibatan pemerintah setempat, maupun masyarakat terkait pelestarian manggrove di pesisir pantai. (asw/palu ekspres)