oleh

OJK dan Bank Sulteng Luncurkan Produk Kredit Melawan Rentenir

PALU EKSPRES, PALU– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tengah  dan Bank Sulteng menyelenggarakan kegiatan Web Seminar (Webinar) Business Matching bersama Industri Jasa Keuangan (IJK) dan Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Kamis (5/11/2020). Kegiatan ini memperingati bulan inklusi keuangan tahun 2020.

Kegiatan dihadiri secara tatap muka langsung oleh Kepala OJK Sulteng Gamal Abdul Kahar, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Eda Nur Ely, Kepala Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Mohammad Abdul Majid, Direktur Utama Bank Sulteng Rahmat Abdul Haris, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tengah Richard Arnaldo Djanggola, Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Usaha kecil Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Tengah Arifin S. Ahmad, Kepala Bidang Dinas Penanaman Modal Daerah dan PTSP Asrab Muchtar dan Perwakilan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Sulawesi Tengah Faiz Arfianto serta Kepala BPJS Ketenagakerjaan Amrullah.

Selain tatap muka, kegiatan  juga dilakukan secara virtual melalui  zoom meeting bersama pelaku UMKM dan berbagai kalangan dengan narasumber Julio Halim founder Phinisip Logistik, Hamzah Izzulhaq Founder Indonesia Hamasah Corp, Rex Marindo Founder UpNormal dan Yoyok Rubiantono founder Yoshugi Media Group serta Pamitra Wineka Wakil Ketua Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI).

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan peluncuran produk kredit melawan rentenir (Melati) Bank Sulteng, yang diresmikan dan ditandai dengan pemotongan pita oleh Kepala OJK Sulteng dan Direktur Utama Bank Sulteng.

Rahmat Abdul Haris dalam sambutannya, menyampaikan kredit Melati ini sudah diberikan kepada para petani dan peternak di Kabupaten Sigi, Kabupaten Luwuk dan Kabupaten Buol.

Program kredit melati saat ini terdiri dari kredit usaha tani padi sawah kantor cabang Luwuk dengan fasilitas plafond sebesar Rp9,5 Juta, bunga 4,5% pa, serta jangka waktu selama 6 bulan. Kemudian kredit tani kacang tanah kantor cabang Sigi dengan fasilitas  plafond sebesar Rp19,7 Juta, bunga 12% pa.

“Serta kredit usaha sapi kantor cabang Buol dengan fasilitas Rp12 Juta, bunga 11,5% pa dengan jangka waktu selama 2 tahun,” kata Abdul Haris.

Rahmat juga menyampaikan bahwa dengan adanya produk kredit Melati ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pelaku UMKM di Provinsi Sulawesi Tengah untuk dapat membantu pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Kami mengharapkan masyarakat khususnya  pelaku UMKM dapat memanfaatkan fasilitas   tersebut,  karena  akses  keuangan  erat  kaitannya  dengan  peningkatan kesejahteraan masyarakat termasuk untuk mendukung tersedianya sumber pembiayaan pembangunan ekonomi nasional,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gamal Abdul Kahar sangat mengapresiasi produk kredit Melati Bank Sulteng yang dapat membantu pelaku UMKM di tengah masa pandemi ini. “OJK sangat mengapresiasi program kredit Melati dan mengharapkan dengan adanya fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat  khususnya pelaku UMKM,” sebutnya. (**/fit/palu ekspres)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed