oleh

107.895 Debitur Terdampak Covid-19 di Sulteng Peroleh Restrukturisasi Kredit

PALU EKSPRES, PALU-  Kepala Otoritas Jasa Keuangan  (OJK) Sulteng Gamal Abdul Kahar  mengatakan OJK terus mendukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) melalui peran Industri Jasa Keuangan sebagai roda penggerak perekonomian dengan mengeluarkan beberapa kebijakan yang dapat membantu UMKM.

“OJK terus mendukung program pemerintah dalam PEN dan mengoptimalkan peran sektor jasa keuangan  baik dalam menggerakkan roda perekonomian  melalui dukungan   pembiayaan/penyaluran    kredit    serta    memperpanjang     relaksasi restrukturisasi kredit sebagimana ketentuan dalam POJK Nomor 11/POJK.03/2020 untuk perbankan selama setahun yang sebelumnya berakhir Maret 2021 hingga masih akan berlaku hingga maret 2022,” ujar Gamal.

Ia mengakui sejumlah pelaku UMKM merasa terbantu dengan adanya kebijakan restrukturisasi kredit yang diberikan oleh Industri Jasa Keuangan.  Kelonggaran kredit ini membantu meringankan  pelaku  usaha  UMKM  di  tengah  tekanan  ekonomi  akibat  pandemi.

Secara umum katanya, OJK Sulteng mencatat Industri Jasa Keuangan telah melakukan restrukturisasi kredit sebanyak 107.895 debitur yang terdampak pandemi sampai dengan saat ini. “Implementasi program restrukturisasi kredit per 31 Oktober 2020 yaitu Bank Umum sebanyak  40.565  debitur  dengan  total  baki  debet  sebesar  Rp2,5  triliun,  Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulteng sebanyak 270 debitur dengan total baki debet sebesar Rp28,99 miliar, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sebanyak 619 debitur dengan total baki debet sebesar Rp42,85 miliar. Kemudian 65.697 debitur perusahaan pembiayaan dengan total baki debet sebesar Rp2,4 triliun dan 744 debitur IJK lainnya dengan total baki debet sebesar Rp28,47 miliar,” ungkap Gamal.

OJK Sulteng juga mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp1,4 triliun dengan debitur sebanyak 40.048 debitur posisi 30 September 2020.

“Data penyaluran KUR posisi 30 September 2020 sebesar Rp1,4 triliun dengan jumlah debitur sebanyak 40.048 yang disalurkan kedalam lima skema yaitu skema KUR Mikro sebesar Rp883 miliar, KUR Kecil sebesar Rp513 miliar, KUR Super Mikro Rp24 miliar, KUR Ultra Mikro Rp12 miliar dan KUR Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sebesar Rp58 juta,” ujar Gamal.

OJK Sulteng memantau penyaluran kredit atas penempatan dana Pemerintah pada Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA) yang dapat mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional.  Selain  itu,  penyaluran  kredit  UMKM  melalui  penempatan  dana  pemerintah  yang disalurkan oleh Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA) hingga kini mencapai Rp889,9 miliar, dengan rincian Bank Mandiri sebesar Rp208,2 miliar, Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebesar Rp575,1 miliar, Bank Negara Indonesia (BNI) Rp70,3 miliar dan Bank Tabungan Negara (BTN) Rp36,3 miliar.

Sementara itu, Richard A Djanggola, menyampaikan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan Business Matching ini yang dapat dimanfaatkan oleh Pelaku UMKM.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan Business Maching ini, diharapkan pelaku UMKM dapat memanfaatkan fasilitas  kredit/pembiayaan yang ada serta terus berinovasi sekaligus menjadi momentum  UMKM melakukan transformasi secara  digital,”  ujar Richard.

Selanjutnya, Eda Nur Ely, menyampaikan Pemerintah Provinsi Sulteng sangat menyambut baik kegiatan ini dan terus mendukung OJK dalam upaya meningkatkan Inklusi keuangan serta meningkatkan perekonomian masyarakat Provinsi Sulawesi Tengah.

“Semua bisnis bersama jasa keuangan  dan  pelaku UMKM merupakan salah satu bentuk  komitmen dari OJK untuk meningkatkan Inklusi keuangan secara massif dimana OJK saat ini terus mendorong berbagai program Inklusi keuangan masyarakat yang diharapkan bisa meningkatkan perekonomian,” katanya. (fit/palu ekspres)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed