Minggu, 5 April 2026
Daerah  

OPD Satgas Penanganan Stunting Diskusikan Kendala di Parimo

Abdul Sahid Nurdin Badja. Foto: Aswadin/PE

PALU EKSPRES, PARIMO– Tim pendamping penanganan kasus prevalensi stunting wilayah V berkunjung di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo).
Hal tersebut dikatakan kepala Bidang Sosial Budaya (Sosbud) Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Parimo, Abdul Sahid Badja di kantornya, Rabu, (11/11/2020).
Ia menjelaskan, wilayah V yang dimaksud adalah Kalimantan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tengah.
Tujuan kedatangan tim tersebut kata dia, untuk mengunjungi wilayah-wilayah yang menjadi lokus stunting di Sulteng seperti, Kabupaten Sigi, Parimo, Morowali dan Luwuk.
“Jadi, dalam surat tugasnya mereka datang di sini untuk melakukan workshop mengenai pendampingan pengisian format 6,7,8 dalam pelaporan tentang penanganan stunting,” ujarnya.
Ia menjelaskan, format 6, terdiri dari manajemen data. Kemudian, format 7 mengenai pengukuran dan publikasi, sedangkan format 8 mengenai review stunting.
“Mereka datang ke sini ada 3 orang dan melakukan workshop di cafe milik Bapusarda Parimo,” terangnya.
Dalam kegiatan itu, lanjut dia, dihadiri sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tergabung dalam satuan tugas (Satgas) penanganan stunting di Kabupaten itu.
“Jadi, OPD yang hadir itu yakni, DPMD, Dinas PUPRP, Dinas Kesehatan, dan Bappelitbangda itu sendiri,” ujar Abd Sahid.
Dalam pertemuan itu tambahnya, pihaknya berdiskusi dan menggali serta membahas tentang bagaimana penanganan stunting di Parimo beserta kendala-kendala yang dialami.
“Kemarin itu banyak hal yang kami dapatkan dari mereka tentang cara pengisian format tentang pelaporan lewat online yang disediakan oleh Banda Kemendagri. Jadi, cara pengisian formatnya itu yang mereka bimbing, jangan sampai salah mengisinya,” ujarnya. (asw/palu ekspres)