oleh

100 Mahasiswa Program Bidikmisi IAIN Palu Dilatih Menulis Berita

PALU EKSPRES, PALU- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) melatih mahasiswa penerima program Bidikmisi untuk menulis berita. Ini merupakan upaya peningkatan keterampilan mahasiswa.
Sebanyak kurang lebih 100 mahasiswa program studi Bidikmisi angkatan 2017 yang mengikuti pelatihan digital skill yang digelar di Kampus 2 IAIN Kabupaten Sigi, Sabtu (21/11/2020).
Kepala Bagian Akademik IAIN Palu, Abdul Wahab mengatakan, peningkatan keterampilan mahasiswa program Bidikmisi ini bertujuan menopang pembangunan mutu dan daya saing mahasiswa.
“Peningkatan keterampilan dilaksanakan lewat pelatihan digital skill yang difokuskan pada mahasiswa program bidikmisi angkatan tahun 2017,” kata Abdul Wahab, Sabtu (21/11/2020).
Wahab mengatakan pelatihan digital skill, di dalamnya meliputi materi teknik penulisan berita, pembuatan info grafik, dan pengelolaan website.
“Untuk teknik penulisan berita, kami melibatkan jurnalis. Kemudian, pembuatan info grafik, kami melibatkan ahli dalam hal itu, begitu pula dengan penulisan berita,” ungkapnya.
IAIN Palu, sebutnya terus berkomitmen untuk membangun kualitas sumber daya manusia dan keterampilan mahasiswa, dengan tujuan agar mahasiswa memiliki daya saing ketika telah menyelesaikan studi strata satu.
Sehingga nantinya, saat mereka keluar dari kampus, para mahasiswa ini bisa mandiri karena memiliki keterampilan yang mumpuni.
“Kegiatan ini menjadi satu kegiatan yang telah terprogram lewat skema bidikmisi, yang wajib diikuti oleh mahasiswa program bidikmisi,” sebutnya.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga IAIN Palu, Dr Abidin Djafar mengemukakan, pelatihan digital skill merupakan upaya peningkatan mutu dan kualitas mahasiswa program bidikmisi.
“Pelatihan yang dilaksanakan, salah satu tujuannya untuk meningkatkan mutu, kualitas mahasiswa bidikmisi,”jelasnya.
Hal itu karena, sebut Abidin, IAIN Palu menginginkan agar mahasiswa program bidikmisi memiliki keunggulan lebih, dari mahasiswa yang tidak menerima bidikmisi.
Mahasiswa bidikmisi, urai dia, selain mengikuti perkuliahan secara normal dan umum di kampus sama seperti mahasiswa lainnya, namun dibarengi dengan penguatan-penguatan tambahan.
“Penguatan-penguatan tambahan itu, tidak didapatkan oleh mahasiswa non-bidikmisi,” kata dia.
Penguatan tambahan itu antara lain, pelatihan kewirausahaan, pelatihan membaca kitab kuning, pembinaan baca tulis alquran, hafalan quran, moral dan etika, serta mengenai wawasan kebangsaan.
“Kami berharap, sesuai dengan keinginan Rektor agar mahasiswa bidikmisi menjadi mahasiswa yang patut diteladani, dari sisi prestasi akademik, moral, dan keterampilan,”pungkasnya. (**/palu ekspres)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed