Sukses dan Indera ke Tujuh

  • Whatsapp
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Sulteng, Dr. Hasanuddin Atjo
adv

Oleh Hasanuddin Atjo

KESUKSESAN di bidang apa saja menjadi impian semua orang, dan dalam realitasnya ada yang berhasil mencapai impian itu, setengah berhasil dan tidak berhasil atau gagal.

Bacaan Lainnya

Hampir semua orang sukses sebelumnya memiliki pengalaman gagal, namun dengan upayanya  kegagalan itu dijadikan sumber energi untuk meminimalkanpenyebab kegagalan itu dan
selanjutnya berbuahmenjadi sebuah kesuksesan.  Dengan demikian sukses adalah sebuah siklus atau proses mengeleminir penyebab gagal yang dilakukan secara berulang dan konsisten melalui sebuah desain yang telah dibuat sebelumnya.
Kegagalan jangan dibenci atau ditinggal, namun harus dijadikan kawan atau referensi, karena sukses dan gagal itu dalam kehidupan nyataposisinyaberhimpit dan tidak bisa dipisahkan bagaikan dua sisi mata uang.

Batasan Sukses

Berbagai batasan tentang sukses yang dapat ditemukan, diantaranya: Sukses adalah kemampuan mencapai target yang telah ditentukan. Batasan lainnya bahwa sukses adalah kemampuan menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam merealisasikan target itu.

Dalam konteks tulisan ini penulis lebih menekankan kepada proses menyelesaikan masalah untuk merealisasikan target. Sebagai contoh seorang mahasiswa menargetkan mendapatkan nilai A dalam mata pelajaran tertentu, namun realitasnya hanya memperoleh nilai D dan harus diulang untuk perbaikan.

Contoh lainnya adalah seorang manajer pemasaran ditargetkan bahwa volume penjualan produk tertentu sebesar A, namun  prestasi menjual produk tersebut hanya separuh dari A dan mendapat peringatan dari atasannya.

Dari kedua contoh di atas, baik si mahasiswa maupun si manajer marketing harus menjadikan gagal itu sebagai referensi mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi penyebab tidak tercapainya target yang telah ditetapkan dan selanjutnya berdasarkan hasil identifikasi itu disusunlah strategi untuk meminimalkan faktor-faktor penyebab untuk diimplementasikan yang diikuti oleh proses evaluasi.

Boleh jadi tahap pertama hasilnya baru setengah sukses dan tentunya perlu dilanjutkan ke tahap berikutnya untuk menjadi sukses sehingga menjadi sebuah proses atau siklus.

Contoh Sukses

Thomas Alfa Edison melakukan eksperimen ribuan kali untuk menghasilkan bola lampu pijar agar dapat berfungsi seperti yang kita rasakan saat ini. Karman Karim seorang pengusaha mall asal Palu dengan susah payah dan waktu yang cukup lama dapat merealisasikan impianya membangun mall pertama di kota Palu yang bernama Ramayana Mall Tatura Palu. Mall berikutnya yang diberi nama Palu Grand Mall dapat direalisasikan dalam waktu yang tidak terlalu lama dan rintangan yang tidak berarti.

Demikian juga dengan pembangunan mall di kabupaten Poso yang direalisasikan tahun 2016.  Saat ini seorang Karman Karim yang dikenal dengan filosofi membangun bisnis bermodalkan materai enam ribu rupiah sedang merancang pengembangan mall di beberapa kabupaten/kota di Pulau Sulawesi.

Hasanuddin Atjo, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sekaligus  sebagai praktisi perikanan budidaya, memerlukan waktu tujuh tahun untuk menemukan teknologi budidaya udang yang diberi nama teknologi Supra Intensif  yang spektakuler dan tercatat saat itu sebagai produktifitas tertinggi di Dunia (2013) yaitu 153 ton/ha/musim tanam.

Dari tiga contoh sukses di atas tersirat informasi bahwa: Pertama  ada proses yang berulang atau siklus dan menjadikan hambatan-hambatan yang dihadapi sebagai energi motivasi untuk mengulangi dan memperbaiki dalam merealisasikan impiannya.

Kedua ada sebuah kekuatan atau dorongan yang membuat orang sukses tersebut tidak patah arang dan berkeyakinan bahwa impiannya akan tercapai. Apakah yang menjadi kekauatan atau pendorong itu? Akan dibahas pada sub judul berikut ini.

Indra Ketujuh

Sebelumnya kita mengenal istilah Indra Keenam, “Extrasensory perception” yang dimiliki oleh semua orang yaitu kepekaan seseorang terhadap lingkungan kerja atau bisnisnya dan biasa juga disebut dengan instict bussines.

Kepekaan setiap orang akan berbeda satu sama lain  dan dapat ditingkatkan dengan terus mengasahnya. Dalam beberapa tahun terakhir telah muncul istilah Indra Ketujuh atau Seven Sense yang bermakna membangun komunikasi atau networking secara vertikal dan horisontal.
Secara vertikal diyakini bahwa ada kekuatan besar yang mengatur semua kejadian ini yaitu Allah SWT, Tuhan yang Maha Kuasa. Pada saat kita sedih karena mendapat rintangan atau cobaan maka kekuatan besar inilah yang akan menghibur dan mengarahkan atau memberi inspirasi kepada kita.

Di saat bergembira, maka kekuatan besar ini pula yang mengingatkan atau mengontrol agar tidak larut dalam kegembiraan. Secara horisontal diyakini bahwa dengan bekerjasama maka energi atau kekuatan akan bertambah besar.

Usaha tidak akan berkembang dan menjadi besar kalau tidak ada lembaga keuangan yang memfasilitasi. Pemasaran tidak akan meningkat kalau tidak ada agen atau mitra yang memasarkan.

Permintaan produk akan terus meningkat kalau pihak produsen mengikuti tuntutan pasar.  Yang terpenting dari membangun networking horisontal adalah terbangunnya komitmen dan konsistensi baik di pihak mitra maupun produsen.

Dalam diskusi bisnis sering terungkap bahwa (1) orang Jepang kalau seorang diri tidak ada apa-apanya, tetapi kalau sudah berlima akan berbahaya. (2) Burung dalam melakukan perjalanan jauh harus bersama-sama, karena dengan mengepakkan saya bersama-sama akan timbul energy besar yang dihasilkan dari kerjasama itu kemudian mendorong populasi burung yang sedang terbang bersama.

Kesuksesan mencapai impian dari Thomas Alfa Edison, Karman Karim dan Hasanuddin Atjo tidak terlepas dari potensi indra keenamnya dan mengembangkan Networking secara Vertikal dan Horisontal.

Hasanuddin Atjo, Kadis Kelautan Perikanan Sulteng

Pos terkait