Oleh Tasrif Siara
Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada telah usai, pemenang juga telah kita ketahui bersama. Ada pemenang yang merespon penuh riang dan ada pula dengan tangan terbuka menerima kekalahan yang tertunda itu. Tapi kita belum mengetahui siapa yang mengajukan gugatan hasil perhitungan Pilkada karena pleno KPU belum dihelat.
Terlepas jika nanti ada yang mengajukan gugatan, tapi catatan kita sini, sejumlah calon kepala daerah yang kalah dan mengakui kekalahan itu, memberi ucapan selamat untuk pemenang. Ini yang luar biasa: sangat elegan.
Hal yang menarik, mereka yang mengucapkan selamat untuk para pemenang Pildaka itu adalah calon-calon pemimpin masa depan kita yang berusia muda. Ini adalah pembelajaran yang sangat menarik dan patut ditradisikan.
Tercatat, HidayatLamakarete calon Gubernur Sulawesi Tengah nomor urut pertama, sebagai pihak pertama dan dalam kesempatan pertama, memberi ucapan selamat kepada Rusdy Mastura dan Makmun Amir pemenang Pilkada Gubernur Sulawesi Tengah 2020.
Kita juga mencatat, Aristan Calon Wali kota Palu nomor urut pertama, memberi ucapakan selamat kepada Hadianto Rasyid dan Reny Lamadjido, pasangan calon pemenang Pilkada Kota Palu. Disusul oleh Liliana Muhidin calon Wali kota Palu nomor urut empat, juga memberi ucapan selamat kepada Hadianto Rasyid calon Wali kota Palu.
Di kesempatan yang lain, juga tercatat calon Wakil Bupati Sigi Paulina memberi apresiasi dan ucapkan selamat kepada Irwan- Samuel pemenang Pilkada Kabupaten Sigi. Kandidat lain menyusul.
Kita sangat bangga, apalagi yang melakukan semua itu adalah dari level generasi muda. Hanya mereka yang memiliki kualitas emosi yang matang bisa melakukan hal seperti itu, memberi ucapan selamat. Bukan perkara gampang menerima kekalahan dan bukan perkara mudah memberi ucapan selamat.
Sejarah mencatat, telah lahir calon-calon pemimpin untuk masa depan Sulawesi Tengah. Rakyat Sulawesi Tengah pasti merekam dalam memori mereka: kalian adalah calon pemimpin kami. Hanya masalah waktu, apalagi usia masih muda. Kalian adalah bintang demokrasi hari ini, dan demokrat sejati.
Bintang demokrasi juga patut disematkan ke Rusdy Mastura Calon Gubernur Sulawesi Tengah, Hadianto Rasyid calon wali kota Palu dan Irwan calon Bupati Sigi terpilih. Mereka ini menerima kemenangan dengan sikapnya yang tenang, tak ada arogansi pada raut wajahnya.
Jika para calon pemimpin kita itu menerima kekalahan dan telah memberi ucapan selamat, maka dipastikan, konstituen juga akan menerima itu sebagai sebuah kewajaran. Tak ada lagi saling ledek di media sosial, tak ada lagi dikotomi antarkandidat, semua kembali melebur menjadi satu.
Semua peristiwa demokrasi itu memberi indikasi jika kualitas demokrasi dan kualitas penyelenggaraan Pilkada makin membaik. Walau kita tak menafikan jika masih ditemukan adanya pelanggaran dalam penyelenggaraan Pilkada di berbagai tempat.
Memang, memberi ucapan selamat kepada pemenang Pilkada di Indonesia belum menjadi kebiasaan kita, kecuali di negara yang memiliki tradisi demokrasi yang sudah matang, seperti di berbagai negara di Eropa dan Amerika. Kecuali di era Presiden Donald Trump yang telah merusak tradisi demokrasi itu. ***






