Minggu, 5 April 2026
Palu  

Polda Sulteng: Kemunculan Kembali Ali Kalora Cs di Lemban Tongoa Tidak Benar

Didik Supranoto. Foto: Istimewa

PALU EKSPRES, PALU– Beberapa hari terakhir telah berkembang isue di media sosial yang menyebutkan kemunculan kembali kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso di Lemban Tongoa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah,  pada Minggu (13/12/2020), untuk meminta jagung dan ubi kepada petani.

Hal itu tentunya menimbulkan keresahan dan kekhawatiran bagi masyarakat yang bermukim di Lemban Tongoa. Bahkan, ada media yang turut menuliskan informasi tersebut.

“Menyikapi isu atau informasi tentang kemunculan kembali kelompok MIT Poso di Lemban Tongoa, Kabupaten Sigi, yang mengatakan meminta jagung dan ubi kepada petani adalah tidak benar,” kata Kabidhumas Polda Sulawesi Tengah, Kombes Polisi Didik Supranoto, SIK melalui keterangan tertulis yang diterima PaluPoso, Rabu (16/12/2020).

Ia menjelaskan Tim dari Polda Sulawesi Tengah telah diturunkan ke lapangan untuk mengumpulkan informasi dari warga yang ada di Lemban Tongoa. Namun kata Didik, tidak ada keterangan warga yang mengetahui atau melihat adanya kemunculan kembali kelompok MIT Poso tersebut untuk meminta jagung dan ubi kepada petani.

Menurutnya, isu atau informasi itu diawali adanya obrolan warga Lemban Tongoa pada Minggu (13/12/2020) pukul 17.00 WITA di rumah Y (52) bersama I (32 ) sambil minum minuman yang mengandung alkohol. Dalam obrolan tersebut, mereka  sempat menyinggung adanya bekas jagung dan pepaya di kebun milik  S.

Selanjutnya sore itu juga dari obrolan tersebut, Y meneruskan informasi tersebut ke rumah EF yang merupakan anak dari S, pemilik kebun yang diketahui ada sisa jagung dan papaya di kebunnya. Penyampaian tadi juga didengar ER, istri S/pemilik kebun. Dengan perasaan takut, ER pulang ke rumahnya dan dalam perjalanan disampaikan info tersebut kepada AR.  “Akhirnya informasi tersebut menjadi berkembang dan menimbulkan keresahan dan kekhawatiran warga,” kata Didik.

Untuk mengecek kekhawatiran warga lanjutnya, hari itu juga tiga warga melakukan pengecekan di kebun milik S.  Dan, benar memang ditemukan bekas jagung dan papaya.  Hal inilah yang kembali menyebabkan ketakutan warga sehingga mereka malam itu berkumpul di Gereja Bala Keselamatan  Korp Tokelemo.

Kabidhumas menambahkan, Tim Polda Sulteng langsung mengumpulkan warga untuk dilakukan konfrontir informasi. Hasil konfrontir inilah ditemukan pengakuan tiga warga berjenis kelamin perempuan,  ER, YA dan AG. Mereka mengakui pada minggu siang pukul 14.00 WITA, sempat pergi ke kebun milik S untuk mengambil jagung, ubi,  daun pepaya dan rica. AG juga mengakui  sempat memakan buah pepaya dan tidak sempat membersihkan sisanya.

“Jadi kami luruskan kembali informasi atau isue atau berita tentang kemunculan kembali Ali Kalora dan kelompoknya di Lemban Tongoa, Kabupaten Sigi adalah tidak benar,” ujarnya.

Olehnya kata Didik, pihaknya mengimbau masyarakat apabila mendapatkan informasi terkait keberadaan orang tidak dikenal jangan sampai disebarluaskan, tetapi dicek dulu kebenarannya atau dilaporkan kepada aparat keamanan setempat  sehingga tidak menimbulkan keresahan. (**/bid/palu ekspres)