PALU EKSPRES, PALU – Kantor Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar sosialisasi Bina Keluarga Balita Holistic Integratif (BKB HI) eliminasi masalah stunting (Emas) digelar BKKBN Sulteng, Rabu 16 Desember 2020 di aula Fakultas Kedokteran Universitas Al khairaat Palu.
Dasar pelaksanaan sosilisasi ini adalah DIPA Kependudukan dan KB Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2020, Program Keluarga yang memiliki Baduta Terpapar 1000 HPK.
Serta surat Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah No. 1487/PK.01.02/J4/2020 tanggal 8 Desember 2020.
Dalam laporan panitia yang diterima Palu Ekspres, sebagai lembaga dengan core bisnis keluarga, BKKBN memiliki proyek prioritas yang mendukung prioritas nasional pembangunan manusia melalui pengurangan kemiskinan dan peningkatan pelayanan dasar.
Salah satu kontrak proyek prioritas prioritas nasional (ProPN) yang dimandatkan kepada BKKBN yakni perbaikan gizi melalui Proyek Prioritas Nasional Promosi dan KIE Pengasuhan 1000 HPK dalam rangka pencegahan stunting.
Dasar pelaksanaan kegiatan Pro PN adalah Undang undang Nomor 52 Tahun 2009 Tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, yaitu pasal 48 (a) Peningkatan kualitas anak dengan pemberian akses informasi, pendidikan, penyuluhan, dan pelayanan tentang perawatan, pengasuhan dan perkembangan anak.
Ada 10 provinsi di Indonesia dengan prevalensi stunting tertinggi, salah satunya Sulawesi Tengah. Jika melihat komposisi penduduk 0-4 tahun yang tinggi maka peran kelompok tribina, khsusunya program bina keluarga balita (BKB) begitu strategis.
BKB menyasar keluarga yang mempunyai balita usia 0-6 tahun. Itulah sebabnya proyek prioritas nasional (PROPN) BKB untuk pencegahan stunting melalui program 1000 hari pertama kehidupan (HPK) menjadi begitu seksi untuk diperbincangkan dan digalakkan informasinya dalam masyarakat luas.
Program BKB sendiri mempunyai tujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kesadaran ibu serta anggota keluarga lain yang menjadi anggota kelompok dalam membina tumbuh kembang balitanya melalui rangsangan fisik, motorik, kecerdasan, sosial, emosional serta moral yang berlangsung dalam proses interaksi antara ibu/anggota kelompok.
Dalam beberapa tahun terakhir, BKKBN mengenalkan Bina Keluarga Balita atau (BKB) holistik intergratif. BKB HI adalah kelompok BKB yang terintegrasi dengan pendidikan anak usia dini (PAUD) dan posyandu. Keterpaduan dalam proses penyelenggaran baik yang berkaitan dengan aspek pengasuhan, pembelajaran, sarana prasarana, dan materi penyuluhan.
Kegiatan sosialisasi bertujuan membangun komitmen mitra kerja di tingkat Kabupaten/Kota demi terlaksananya BKB HI Emas dan tersosialisasinya pengasuhan 1000 HPK dalam rangka pencegahan stunting di kabupaten/kota.
Sosialisasi diikuti sebanyak 175 peserta dari unsur kader BKB se-Kota Palu dan Sigi, bidan se-Kota Palu dan Sigi, Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Koorcab Korem 132 PD XIII/Mdk, Bhayangkari Daerah dan Perwakilan BKKBN Sulteng.
Sementara metode yang digunakan dalam kegiatan ini, yaitu metode ceramah, tanya jawab, praktek dan diskusi kelompok.
Sedangkan materi yang disajikan antara lain srategi ipaya penurunan kematian ibu, bayi dan Stunting . Penerapan 8 fungsi keluarga dalam Pencegahan Stunting. Sosialisasi BKB Holistik Integratif dan penyuluhan BKB Kit Emas.
Adapun pemateri kegiatan adalah Kepala Perwakilan BKKBN Sulteng
, Direktur Advokasi dan Bina Hubungan Antar Lembaga BKKBN, Kepala Dinas Kesehatan Sulteng, Analis Ahli Kebijakan Madya KSPK BKKBN Sulteng.
Kegaiayan diharapkan dapat meningkatkan komitmen mitra kerja, pengelola, dan kader di tingkat kabupaten/kota dalam pelaksanaan dan pengembangan kelompok BKB HI, serta tersosialisasnya pengasuhan 1000 HPK dalam rangka pencegahan stunting di kabupaten/kota.
Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman mitra kerja, pengelola BKB, dan kader tingkat kabupaten/kota, serta masyarakat tentang BKB HI dan pola pengasuhan 1000 HPK dalam rangka pencegahan stunting. (*/mdi/palu ekpsres)






