Sabtu, 4 April 2026
Daerah  

PDTT Cari Cara Bumdes- Koperasi Jadi “Tengkulak”

Bupati Sigi Mohamad Irwan, saat mengikuti rapat koordinasi dengan Jajaran Kemendes,PDTT, Senin (21/12/2020) di aula Kantor Bupati Sigi. Foto: Niko/PE

PALU EKSPRES, SIGI- Pemerintah Kabupaten Sigi menggelar rapat koordinasi dengan Jajaran Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) di aula Kantor Bupati Sigi, Senin (21/12/2020).
Bupati Sigi Mohamad Irwan saat membuka rapat mengatakan, dengan program di Kementerian Desa, ada kegiatan-kegiatan yang difokuskan khususnya yang berkaitan dengan Bumdes itu sendiri.
“Persoalan yang berkaitan dengan ekonomi kerakyatan, pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan dan UMKM inilah yang menjadi kekuatan Kabupaten Sigi kedepannya,” kata Irwan.
Menurutnya, dengan memanfaatkan lebih kurang 24 persen kawasan budidaya inilah yang kemudian didorong menjadi nilai-nilai penguatan pembangunan ekonomi di daerah nantinya. Misalnya, dengan mengkolaborasikan program dari pertanian, ketahanan pangan dan UMKM seperti koperasi berbasis pertanian. Di antaranya, penyediaan pupuk, bibit alat-alat lainnya.
Sehingga, diharapkan nantinya para pelaku pertanian serta pelaku usaha tidak perlu jauh-jauh lagi harus ke kota Palu untuk mendapatkan apa yang diperlukannya.
Sementara itu, Dirjen PDT Kemendes, PDTT Samsul Widodo,dalam arahannya mengatakan dari pihak Kemendes akan mencari cara bagaimana Bumdes dan Koperasi bisa bekerjasama dengan baik, agar bisa menjadi tengkulak bagi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah di bidang pertanian, perkebunan, perikanan dan lain sebagainya.
“Misalnya juga berbicara yang lain mengenai desa peduli pendidikan, di situlah kita bisa lihat tidak ada lagi anak yang tidak bersekolah atau usia sekolah harus sekolah dengan bantuan dari dana desa,” ujarnya.
Kemendes PDTT menurutnya, juga memanggil dari pihak Unicef agar bisa bergandengan. Harapan kedepannya, Kabupaten Sigi bebas dari anak putus sekolah.
“Inilah nantinya masyarakat desa dari penguatan sumber daya manusianya dan sumber daya alamnya sangat bermanfaat bagi desanya sendiri, daerah lain dan juga Indonesia,”ungkapnya. Dirjen menambahkan, dengan adanya dana desa dapat menghambat meledaknya arus urbanisasi. “Dana desa diharapkan dapat mencegah penduduk desa usia produktif untuk pindah ke wilayah kota yang lebih menjanjikan secara ekonomi dengan cara meningkatkan kegiatan ekonomi yang berada di desa. Dengan kegiatan ekonomi yang terjamin di desa, penduduk desa tidak harus pergi atau berpindah ke kota untuk bekerja dan mencari nafkah, karena hanya dengan bekerja di desa sudah dapat mencukupi kehidupan sehari-harinya,”tegasnya. (nik/palu ekspres)