Jumat, 18 September 2026
Opini  

Covid-19: Damai atau Adaptasi..?

Nur sangadji. Foto: Dok

Oleh Nur Sang Adji (muhdrezas@yahoo.com)

Di tengah keruwetan dan karut marut penanganan Covid- 19, muncul gagasan untuk berdamai. Ya, berdamai dengan virus. Penggagasnya, Presiden kita. Banyak yang menolak. Tapi. banyak juga yang membela. Biasalah, setiap gagasan akan selalu ada pro kontranya.

Pertanyaannya, bisakah kita berdamai dengan virus ? Entahlah. Karena itu, kawan- kawan SiDeGo (scientific institut for development and government) Maluku Utara mengangkatnya sebagai topik. Diformat dalam bentuk webinar, beberapa waktu silam. Saya sempat diberi waktu untuk mengulas. Maka, ini beberapa pemikirannya.

BERDAMAI

Saya tidak tahu siapa yang bilang kata kata ini. “if you can not fight your enemy, than think how to make them for being your friend”. Menarik, tapi bagaimana kalau yang kita hendak jadikan sahabat ini adalah virus ? Dia siap menyerang kita sewaktu waktu. Celakanya, dia tidak kelihatan. Saya fikir, dia juga tidak melihat kita. Jadi, sebetulnya adil fair atau draw.

Lantas kita bilang, dia tidak terlihat tapi menyerang kita. Sebaliknya, kita juga menyerang dia. Memakai deterjen saat mencuci tangan, adalah bentuk penyerangan balik terhadap virus ini. Berarti, saling menyerang. Di sini, kata-kata damai, sedikit mendapat ruang logika. Masalahnya, kita dengan virus tidak bisa berkomunikasi. Padahal, berdamai itu, butuh kesepakatan. Sering orang bilang genjatan senjata.

Ada juga falsafah damai itu, indah sekali diukir orang. Saya temukan di naskah undangan sebuah pernikahan. Karena itu, tidak ada riwayat citasinya. Tapi, kalimatnya indah menginspirasi. “Peace come from the spirit of understanding, and the fundamental of understanding, is willingness to listen”.

Damai itu datang dari semangat untuk saling mengerti. Dan, hakikat paling pokok dari saling mengerti itu adalah kemauan untuk saling mendengar. Saya berfikir, mungkin inilah soalnya. Kita mengalami kesulitan dalam hal saling mendengar. Rakyat tidak mau dengar pemerintah. Sebaliknya, pemerintah juga enggan mendengar rakyatnya.

ADAPTASI

Mengapa jadi begitu ?. Beberapa analis dunia membandingkan cara berbagai negara hadapi bencana, termasuk Covid- 19. Negara yang berhasil, umumnya menjadikan pendekatan ilmu pengetahuan sebagai basis bertindak. Sementara negara gagal, umumnya menggunakan pendekatan politik. Benar atau tidak, silahkan mengukurnya. Tapi ada fakta, presiden dijatuhkan (coup d’etat) gara-gara Covid- 19. Presiden Brazil, Jair Bolsonaro.

Ternyata, damai yang dimaksud itu, adalah adaptasi. Saya berfikir, kaidahnya mulai mengena. Kalau begitu, mengapa tidak langsung disebut adaptasi saja ? Tapi sudahlah, barangkali damai itu bahasa politik. Sedangkan, adaptasi itu bahasa ilmu pengetahuan. Mari rukunkan keduanya agar bermakna sama.

Di dalam ilmu lingkungan, dikenal tiga pendekatan dalam menghadapi musibah. Mitigasi, alternatif dan adaptasi. Kalau kita menumpang kereta api Bogor ke stasiun kota Jakarta. Kita akan lewati stasiun Gambir. Di sebelahnya ada Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral. Suara kereta diasumsikan mengganggu dua tempat ibadah itu. Maka tindakan mitigasinya adalah dipasangkan dinding kaca meredam suara di samping luar rel kereta api.

Bila tidak menyelesaikan masalah kebisingan. Boleh cari alternatif lain. Pindahkan rel kereta atau masjid dan gereja. Tapi, ini pasti sulit. Maka, adaptasi dapat dipilih. Orang beribadah sambil dengar suara kereta api. Lahirlah kebiasaan baru (new normal behavior).

NEW NORMAL

Bupati Poso, Muin Pusadan, saat terjadi konflik horisontal, pernah berkisah. Waktu beliau pulang ke Palu, mengeluh kesulitan tidur. Masalahnya, karena tidak terdengar lagi suara bunyi tembakan. Justru, pada keadaan kota Poso yang bising oleh suara letupan, beliau tertidur. Lihatlah, betapa kebiasaan itu terbentuk oleh keseringan.

Cerita kebisingan kereta menjadi lain, bila teknologi perkereta apian kita berkembang. Sama dengan kereta api Jepang, Shinkansen. Atau, Perancis, TGV (Train Grande a Vitesse). Kedua jenis kereta ini kecepatannya di atas 400 an km/jam. Hampir setengah kecepatan pesawat udara. Sangat cepat, tapi suaranya halus sekali. Bandingkan dengan kereta kita yang rata-rata hanya sekitar 150 km/jam dengan suara bergemuruh.

Jadi, teknologi sebagai produk ilmu pengetahuan, menjadi pilihan solusi. Covid- 19 juga sedang menunggu peran pengetahuan dan teknologi ini. Tentu, di bidang kesehatan. Produknya bernama “vaksin”. Sayang, sampai kini, meskipun sudah ada wujudnya. Implementasinya masih penuh keraguan.

Maka, tibalah kita pada simpulan akhir. Yaitu, bahwa Covid-19, adalah reaksi alam atas tindakan menyimpang (deviant behavior) yang kita produksi. Berdamai ataupun adaptasi menjadi tidak penting lagi untuk disoal. Pengakuan (recognition) bahwa kita harus hadapi bersama (collective awarness) dengan semua cara yang benar. Itu lebih penting. Kekompakan (togetherness) menjadi taruhan. Karena, tanpa itu, kita bakal musnah bersama. Serentak atau perlahan. Wallahu a’lam bi syawab. Selamat memasuki tahun baru 2021. ***

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam