Warga Desa Lembobelala, Kecamatan Lembo Raya, Kabupaten Morut, bersama pemerintah desanya menjaga ketat setiap pendatang yang akan masuk ke desa tersebut. Foto: Kiriman Kadi
PALU EKSPRES, MORUT- Kebersamaan terbukti efektif mencegah penularan COVID-19. Hal itu yang dilakukan Pemerintah Desa Lembobelala, Kecamatan Lembo Raya, Kabupaten Morowali Utara (Morut), sehingga di desa itu nihil kasus warga terpapar virus corona.
“Keterlibatan semua pihak menjadi kunci utama dalam perjuangan melawan penularan virus berbahaya ini. Semua pihak ambil bagian tanpa terkecuali meski awalnya memang agak sulit,” kata Kepala Desa Lembobelala, Kecamatan Lembo Raya, Kabupaten Morowali Utara, Johnson Tagoe, Jumat (1/1/2021), di Desa Lembobelala.

Menurut Jhonson, sejak virus corona mulai menyebar di Indonesia, pihaknya bersama dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), petugas kesehatan, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh perempuan membentuk Gugus Tugas Penanganan COVID-19 di Desa Lembobelala.
“Tugas pertama kami saat itu adalah memperketat penjagaan masuk desa, di mana semua unsur masyarakat ikut berpartisipasi saling bergantian menjaga pintu masuk setiap hari yang dimulai sejak pukul 06.30-22.00 WITA. Kami juga bersepakat melakukan perubahan anggaran yang diperuntukan penanganan COVID-19 hingga saat ini,” ujarnya.

Hal itu kata dia, merupakan langkah antisipatif untuk meminimalisir risiko penularan COVID-19 di Desa Lembobelala.
Kata Jhonson, mitigasi yang dilakukan dalam pencegahan COVID-19 selama ini di Desa Lembobelala adalah melarang warga luar masuk kampung.
“Kami melakukan penjagaan setiap hari di pintu masuk desa. Kebetulan akses masuk di desa ini hanya satu, jadi kami lebih mudah memantau warga yang keluar masuk,” katanya.
Selain itu kata Jhonson, pihaknya juga melarang pedagang dari luar yang tidak mereka kenal masuk di kampung. Kecuali penjual sembako, selebihnya tidak boleh masuk.
Namun kata dia, larangan ini bukan berarti pihak luar tidak boleh masuk ke Desa Lembobelala. Pihaknya, akan mengizinkan warga luar masuk jika ada surat kesehatan minimal hasil rapid test atau surat keterangan berbadan sehat dari dokter.
“Selagi mereka memiliki surat hasil rapid test, ya tentu kami akan mengizinkan masuk. Tapi, tim gugus tugas akan terus memantau aktivitasnya di dalam, ini untuk memastikan tidak terjadi kontak langsung dengan warga kampung. Jadi, protokol kesehatan itu mereka harus patuhi ketika masuk kampung yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” kata Jhonson yang juga sebagai ketua Tim Gugus Tugas Penangan COVID-19 di Desa Lembobelala
Selain itu, pihaknya juga bersama dengan semua tokoh masyarakat rutin melakukan sosialisasi pencegahan virus corona kepada masyarakat. Hal itu agar masyarakat memiliki kesadaran bersama. “Ini kami lakukan sejak virus corona dinyatakan sebagai pandemi. Sekarang, puji Tuhan mereka sudah tahu cara meminimalisir penularan virus corona. Jadi, kami pemerintah desa dan tim gugus tugas sangat terbantu karena warga sendiri sudah mematuhi protokol kesehatan,” katanya
Berkat kedisiplinan dan kegigihan pemerintah desa dan masyarakat Lembobelala. Hingga saat ini, desa lembah berbukit di Lembo Raya ini masih bebas dari penularan COVID-19.
“Kita semua bersyukur di desa ini belum ada yang terpapar virus corona. Ini semua berkat kebersamaan kita dalam menjalankan protokol kesehatan,” kata Jhonson
Lanjut dia, kebersamaan itu membuat aktivitas masyarakat tetap berjalan seperti biasanya. Begitu pula, ibadah perayaan natal dan tahun baru selama ini berjalan seperti biasanya. Sehingga, masyarakat tidak begitu mengalami efek ekonomi seperti di kota-kota besar.
“Warga tetap berkebun, menggarap sawah dan ladang. Yah, meski memang ada komoditas tertentu yang harus dipasarkan keluar. Tetapi itu tidak begitu berefek karena warga masih bisa survive dari bertani sawah dan kebun ladang,” kata Jhonson
Namun demikian ia berharap agar ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali Utara untuk memberikan respon. Paling tidak semacam pemberdayaan bagi masyarakat dalam meningkatkan produktifitas pertanian. Termasuk, pembangunan jalan 12 kilometer masuk ke Desa Lembobelala juga perlu diperhatikan. ***






